
“Kalian kejam sekali, Paman!” gerutu Zhao Jian berhasil menghindari Api Teratai besar sesaat sebelum ledakan besar menghancurkan lokasi pertarungan mereka.
Namun, ia langsung mengerutkan keningnya karena Tujuh Pedang terbang tetap melaju mengikutinya.
Zhao Jian memasang kuda-kuda beladiri dan menebaskan Pedangnya ke arah depan. “Gerakan Kedua Jurus Pedang Dewa Mata Angin!”
Dari bilah Pedang Keadilan melesat Ratusan energi spiritual Angin berbentuk bulan sabit yang langsung berbenturan dengan Tujuh Pedang terbang tersebut.
“Huh... kalian terlalu percaya diri melawan tuan muda ini!” Zhao Jian menyombongkan diri. “Menyerah lah... Penjaga keamanan telah datang!” Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis, dengan puluhan Pendekar yang muncul itu maka tidak mungkin para Assassin ini dapat mengalahkannya.
Yun Zui melirik ke arah Penjaga keamanan Penginapan yang telah mengepung mereka. Tak ada jalan kabur lagi karena ia juga merasakan Aura Ranah Immortal yang melesat dari arah Sekte Bangau Surgawi.
Yun Zui melirik Long Teng dengan tujuan menanyakan apa yang harus mereka lakukan.
Long Teng menarik napas dalam-dalam. “Serang Zhao Jian bersama-sama, bila kalian tidak sanggup lagi bertarung maka lakukan bunuh diri!” Perintahnya melalui suara telepati pada seluruh anggota kelompok bayangan tersebut.
Dia sendiri yang pertama menelan Pil Racun yang telah diselipkan di bawah lidahnya, sesaat kemudian mulutnya langsung berbusa dan dia sangat menyesal karena tidak sempat menikmati hadiah yang diberikan oleh Klan Yun untuknya.
Dia tidak ikut melawan Zhao Jian karena basis Kultivasinya terlalu rendah, bila ia ikut bertarung hanya akan menjadi penghambat saja bagi rekan-rekannya.
Assassin yang masih terjerat oleh Benang Sutera Putih Zhao Jian segera menelan Pil Racun juga, sedangkan yang masih bugar menyerang Zhao Jian.
Mereka mengabaikan para Penjaga yang menyerang mereka, hal ini membuat Zhao Jian kebingungan——kenapa para Assassin ini terlihat sangat membenci dirinya.
“Sial! Aku sudah seperti tokoh utama dalam cerita dongeng saja!” gerutu Zhao Jian mengerutkan keningnya menatap langit yang tiba-tiba berwarna-warni oleh berbagai serangan tehnik beladiri para Assassin.
Dia kemudian menancapkan Pedang Keadilan ke permukaan tanah, energi spiritual Angin berputar-putar mengelilingi tubuhnya seperti badai tornado.
Tidak hanya itu saja, ia kemudian menggunakan energi spiritual dari Beast Kupu-Kupunya; Benang Sutera Putih mulai membalut tubuh Zhao Jian seperti mumi.
“Mundurrrrrrrrr!” teriak Ranah Immortal, Pria tua yang merupakan Pemimpin Penjaga keamanan Penginapan karena tidak ingin bawahannya terluka oleh serangan gabungan para Assassin itu.
Setelah salah satu Penjaga keamanan melapor padanya bahwa ada yang merusak Perisai Penginapan, dia langsung bergegas menuju Penginapan. Dia langsung terkejut melihat para Assassin mengepung seorang Pemuda yang merupakan pengunjung Penginapan.
Dia mengeluarkan Pedangnya dan langsung membunuh Tujuh Assassin dalam sekejap, tetapi ia tetap tidak dapat menghentikan serangan bunuh diri para Assassin yang ditujukan pada pengunjung Penginapan tersebut.
Dia membentuk Perisai dari energi spiritual-nya agar tidak terdampak oleh ledakan energi spiritual yang membuat ledakan energi spiritual yang sangat besar tersebut.
“Siapa kalian?” selidik Pria tua itu meraih kerah baju Yun Zui yang terluka parah terkena ledakan energi spiritual itu.
Sudut bibir Yun Zui memancarkan seringai tipis, seteguk darah menyembur dari mulutnya. Dia tidak mengatakan apapun, sesaat kemudian mulutnya pun berbusa oleh efek Pil Racun yang ia telan.
“Hmm, mereka bunuh diri? Mungkinkah mereka berasal dari Kelompok Bayangan?” gumam Pria tua itu sembari mendekat ke arah Zhao Jian. “Dari Klan besar mana anak muda ini sehingga menjadi incaran Kelompok Bayangan?” pikirnya berspekulasi.
Zhao Jian tidak terluka oleh ledakan energi spiritual itu. Melihat Pria tua Ranah Immortal mendekat ke arahnya, dia langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
“Ah, sial! Sesepuh lainnya muncul lagi, ini pasti akan merepotkan,” gerutunya dalam hati karena harus berkilah lagi agar identitasnya tidak terbongkar kalau dirinya adalah mata-mata dari Gui Dao Asing.