
“Hati-hati senior... mereka semua Ranah Immortal Gui Dao Asing!” seru Lin Hao memperingati Pemuda itu agar tidak bertindak gegabah dan akhirnya bernasib sama dengan seniornya. “Lebih baik kita meminta bantuan ke garis tengah pertahanan yang tak jauh dari Kota ini!” katanya lagi.
Kultivator gemuk menyeringai jahat, dengan santai ia menarik lengan Beast Babi milik Zhao Jian yang telah dihantam Palu besarnya yang mengandung energi spiritual Petir tersebut. “Ha-ha-ha... baru kali ini aku melihat ada Beast Master yang melakukan kontrak jiwa dengan Beast Babi, mungkinkah Babi ini lahir dari r.a.h.1.m ibumu? makanya kau melakukan kontrak jiwa dengannya karena dia sebenarnya adalah saudara kandungmu,” ejeknya.
Zhao Jian mengerutkan keningnya, penghinaan Kultivator gemuk itu langsung membuat hatinya terasa teriris-iris belati saja; sakit walaupun tak berdarah.
Kultivator wanita tertawa mendengar ejekan rekannya itu, dia kemudian menutup mulutnya menahan tawa dan berkata, “Bagaimana kalau kau menjadi budakku saja? Aku akan menangkap Beast Phoenix untukmu di hutan Abadi kami.” Dia menjulur lidahnya, kemudian mendes4h pelan. “Kau hanya perlu menghangatkan ranjangku setiap malam he-he-he ....”
Zhao Jian menggelengkan kepala, jijik dengan kelakuan wanita itu walaupun wajahnya cantik tetapi sikapnya seperti Iblis.
Awalnya dia ingin melawan mereka seorang diri sembari mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan bertarungnya. Namun, kini ia tidak tertarik lagi dan melambaikan tangannya.
Beast Babi, Beast Kera Putih, Beast Serigala Iblis, Beast Harimau, Beast Beruang dan Beast Ular Tujuh Warna tiba-tiba bermunculan dari reruntuhan Kota dan gunung.
Ekspresi wajah menghina para bawahan Ye Mo itu langsung memudar digantikan dengan kerutan masam.
“Sial! Bagaimana dia dapat melakukan kontrak jiwa dengan banyak Beast?” gerutu Kultivator wanita ketakutan, kini ia menyadari kalau pihaknya lebih lemah dari musuh karena ada banyak Ranah Immortal diantara Beast-Beast itu dan Zhao Jian sendiri adalah Ranah Immortal Puncak.
Awalnya karena Zhao Jian hanya sendirian saja, mereka tidak takut padanya karena mereka menang jumlah anggota. Namun, kini mereka hanya berpikir bagaimana caranya menyelamatkan diri.
“Cemas kau, kan?” sindir Zhao Jian menyeringai jahat membalas ejekan mereka.
Lin Hao yang berdiri di bawah tercengang melihat pemandangan itu, dia tidak menyangka Pemuda tampan ini ternyata adalah Beast Master yang mungkin terhebat di Dinasti Gu Agung ini.
Dia langsung berspekulasi kalau Zhao Jian adalah murid Sekte Naga Surgawi, satu generasi dengan Lu Xiaoran yang terkenal itu. Namun, ia juga heran... kalau Zhao Jian adalah jenius Beast Master, kenapa namanya tidak sepopuler Lu Xiaoran. “Mungkinkah dia tipe orang penyendiri atau pemalu?” pikirnya berspekulasi.
Zhao Jian berbalik badan dan terbang kembali ke dalam Kota, suaranya kemudian menggema keras. “Makan mereka!”
Lin Hao bingung apa maksud Pemuda itu mengatakan makan mereka? Saat ia mau menduga-duga apa yang akan terjadi, tiba-tiba para Beast itu menerkam gerombolan bawahan Ye Mo itu.
Terjadi pertarungan singkat, adegan selanjutnya membuat Lin Hao muntah karena Beast-Beast itu merobek-robek tubuh bawahan Ye Mo dan memakannya.
Adegan itu terlalu kejam, kini ia berspekulasi Zhao Jian mungkin adalah Kultivator yang mempraktikkan tehnik terlarang makanya namanya tidak populer walaupun ia jenius Beast Master.
“Apa yang akan kulakukan? Apakah aku menyapanya, lalu pergi dari sini?” Lin Hao bingung, setelah berpikir sejenak dia memutuskan melanjutkan perjalanan ke garis tengah pertahanan Dinasti Gu Agung.
Dia tidak menghampiri Zhao Jian ke dalam reruntuhan Kota, dia memilih jalan memutar melalui pinggiran kota.
Zhao Jian telah duduk selama satu batang dupa, ia sebenarnya hendak bermeditasi untuk memasuki fase menuju Ranah World Master. Namun, menundanya karena ia yakin Pemuda yang selamat dari kejaran bawahan Ye Mo tadi pasti akan menemuinya, tetapi sosok yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.
“Ah, ia pasti lari terbirit-birit oleh adegan yang dilakukan oleh Beast-Beastku!” Akhirnya Zhao Jian menyadari ia telah melakukan sebuah kesalahan yang membuat Lin Hao ketakutan. “Hmm, dia pasti mengira aku Kultivator yang mempraktikkan tehnik terlarang,” pikirnya lagi.
Dia kemudian mengirim suara telepati memerintahkan semua Beast-nya untuk berkumpul, dia memutuskan mencari reruntuhan Kota yang lain.
...***...
“Siapa kau?”
Lin Hao dihadang oleh beberapa Kultivator Ranah Immortal saat mencapai garis tengah pertahanan Dinasti Gu Agung.
Lin Hao mengeluarkan Plakat identitas Sekte Bangau Surgawi miliknya dan mengangkatnya tinggi-tinggi, “Aku murid Sekte Naga Surgawi!”
Salah satu Kultivator memeriksa Plakat itu dan ia memverifikasi kalau Plakat itu asli, ia pun mempersilahkan Lin Hao melewati garis tengah pertahanan Dinasti Gu Agung.
“Di mana rekan-rekanmu?” tanya seseorang Penatua yang berasal dari Sekte Bangau Surgawi setelah ia mendengar ada murid Sektenya yang datang dari wilayah medan Perang.
Lin Hao menundukkan wajahnya yang terlihat sedih, Penatua itu menepuk pundaknya dan tidak bertanya lagi karena ia sudah dapat menebak apa yang terjadi pada murid-murid lainnya.
“Ini mungkin takdir dari Surga kau dapat selamat dari medan Perang mengerikan ini!” Penatua itu menghibur Lin Hao.
Lin Hao tidak mengatakan sepatah katapun, begitu pun mengenai Beast Master aneh yang menolongnya di reruntuhan Kota tadi.
Dia yakin, bila ia menceritakan tentang Beast Master itu maka Ranah World Master akan dikirim memburunya, tentu ia tidak ingin hal itu terjadi. Itu sama saja, air susu dibalas dengan air tuba.
“Aneh sekali, kami tadi sempat melihat Beast Babi di hutan. Saat kami mendekat, mereka malah melarikan diri dengan cepat, seolah-olah menyadari keberadaan kami!”
“Betulkah, sayang sekali! Padahal sudah lama kita tidak makan daging.”
“Lain kali panggil aku bila kau melihat mereka lagi, dengan tehnik meringankan tubuhku yang hebat ini maka mereka tidak akan dapat melarikan diri lagi!”
Lin Hao mengutuk dalam hati Kedua Kultivator disebelahnya, dia yakin Beast yang mereka bicarakan pasti Beast Babi milik Pemuda tadi. “Untung saja kalian tidak menangkapnya, kalau sempat terjadi maka kalian akan dijadikan sebagai makanan Babi itu,” gumamnya menghela napas panjang teringat dengan musuh yang dimakan oleh Beast milik Pemuda itu. “Ah, sial! Perutku mual lagi,” gerutunya sembari memuntahkan isi perutnya.
“Hei, bro! Apa kau baik-baik saja?”
“Apakah kau keracunan?”
“Benar, kau keracunan mungkin, karena tidak mungkin Kultivator mengalami sakit perut ataupun diare, penyakit seperti itu hanya dapat menimpa manusia biasa saja!” seru Pemuda disebelah Lin Hao.
“Aku hanya mual karena teringat dengan hamparan mayat-mayat di medan Perang!” Lin Hao berpura-pura sedih dan kedua Kultivator itu langsung bersimpati dengannya.
“Sabar... sabar bro, Panglima Perang Lu Xiaoran telah turun ke medan Perang. Aku yakin Perang ini akan segera usai!” sahutnya menghibur Lin Hao yang langsung mengangguk setuju.