Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah



Tak terasa beberapa bulan sudah berlalu dan Zhao Jian telah memahami semua Jurus Tinju Kingkong Surgawi, Kultivasinya juga telah mencapai Ranah Saint Puncak. Namun, ia membutuhkan Kristal Beast level tinggi agar bisa menerobos ke Ranah Paramita.


“Senior Jian... Penatua Shi memanggilmu!” Murid Pelataran Luar memanggil dari luar gubuknya.


“Aku akan ke sana!” sahut Zhao Jian yang langsung menebak pasti Penatua Xiao Shi memanggilnya karena kompetisi perburuan akan dimulai beberapa hari lagi.


Beast Anjing berbulu hitam telah mencapai Ranah Tianzun begitu juga dengan Beast Ayam Surgawi. Kecepatan meningkatnya basis Kultivasi mereka itu karena mereka mendapatkan sumberdaya yang berlimpah dari Zhao Jian.


Kepingan emas milik Zhao Jian telah banyak hanya untuk memenuhi kebutuhan Kelima Beast-nya dan kini ia hanya memiliki ratusan keping emas saja——padahal beberapa bulan yang lalu Kaisar menghadiahinya Seratus ribu keping emas.


Zhao Jian bertekad dalam kompetisi perburuan nanti, ia akan memburu banyak Beast dan juga mengumpulkan herbal sebanyak-banyaknya agar Tas Sihirnya kembali penuh dengan kepingan emas.


“Ayam Jago... bawa tuan muda ini ke gubuk derita Penatua Xiao Shi!” Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis.


Ayam Jago keheranan melihat sikap tuannya itu yang terlihat semakin sombong setelah melihat Xuan Ji berhasil melakukan kontrak jiwa dengan Beast Ular Tujuh Warna. “Apa gara-gara ketakutan Xuan Ji akan merebut kedua istri cantiknya maka kewarasannya sedikit miring jadinya?” gumamnya pelan tetapi masih terdengar oleh Zhao Jian. “Aaaaaaaaaaaaa! Ampun tuan Jiannnnnn!” Zhao Jian mencabut satu bulunya sehingga ia menjerit kesakitan.


“Aku sedikit sombong agar orang lain tidak menjulukiku Hakim yang sok suci!” cibir Zhao Jian kesal. “Hmm, sebenarnya mungkin gara-gara aku sering menggunakan Jurus Tinju Kingkong Surgawi, rasanya aku ingin memukul wajah orang lain saja. Apakah ini efek sampingnya? mungkin gara-gara tehnik beladiri ini Penatua Xiao Shi terlihat sangat sombong dan arogan,” pikirnya berspekulasi.


Xuan Ji, Xuan Yan, dan tiga murid lainnya telah berdiri di halaman gubuk Penatua Xiao Shi. Mereka semua adalah murid Pelataran Dalam Puncak Penjinak Beast yang berarti mereka akan ikut dalam kompetisi perburuan hutan tengah.


Tatapan mata Zhao Jian tertuju pada Xuan Yan, sudut bibirnya memancarkan seringai tipis. “Oh, kau telah keluar dari penjara bawah tanah, ya. Apakah di sana nyaman?” candanya.


Xuan Yan mengerutkan keningnya dan mengepalkan tangan karena kesal mendengar sindiran Zhao Jian. Namun, ia tidak membalas ejekan Zhao Jian karena basis Kultivasinya hanya Ranah Tianzun saja.


“Hmmm, basis Kultivasi Xuan Ji telah mencapai Ranah Tianzun hanya dalam beberapa bulan saja. Dia benar-benar calon Protagonis utama Dunia ini,” gumam Zhao Jian terkejut dengan basis Kultivasi Xuan Ji sekarang.


“Hei, kalian harus akur agar Puncak Penjinak Beast memenangkan kompetisi perburuan nanti, kalau kalian saling bermusuhan maka kita hanya akan menjadi cemoohan Puncak lain!” seru Penatua Xiao Shi keluar dari gubuknya——apalagi Puncak Penjinak Beast hanya memiliki perwakilan sedikit, sangat jauh berbeda dengan Puncak lain yang memiliki ratusan perwakilan.


Sebagai yang terkuat di Puncak Penjinak Beast, Zhao Jian langsung menganggukkan kepala. “Aku akan menjaga mereka dengan baik Penatua Shi!” sahutnya menenangkan situasi agar murid-murid lainnya tidak merasa terintimidasi.


“Baiklah, aku akan menjelaskan aturan kompetisi perburuan itu. Kalian akan diberikan waktu selama Sepuluh hari memasuki Hutan Tengah, buru Beast atau kumpulkan herbal sebanyak-banyaknya. Kalian juga harus berhati-hati karena ini adalah mode survival, di mana hanya kalian sendiri yang mempertahankan hidup kalian dan tidak akan ada bala bantuan dari Penatua atau pihak militer.” Inilah mengapa Penatua Xiao Shi ingin mereka kompak agar tidak dibunuh oleh murid-murid Sekte lain nantinya.


Xuan Ji dan Zhao Jian tampak tenang mendengar seruan Xiao Shi, sedangkan Xiao Yan selalu menatap Xuan Ji dengan tatapan permusuhan——sepertinya ia terkejut melihat basis Kultivasi sepupunya itu meningkat drastis dan gelar murid jenius Klan Xuan akan direbut darinya.


“Apakah ada pertanyaan atau yang belum kalian mengerti?” tanya Penatua Xiao Shi. “Kalau tidak ada maka kita akan turun gunung dan bergabung dengan murid-murid lainnya!” katanya lagi.


Zhao Jian mengangkat tangannya dan berkata, “Apakah Beast hasil buruannya nanti akan menjadi milik kami atau diserahkan pada Sekte?”


Kalau hasil buruannya diserahkan kepada Sekte maka Zhao Jian merasa tidak akan berguna bila ia berburu banyak Beast karena itu hanya membuang-buang waktu saja, lebih baik ia berburu satu atau dua Beast kuat saja dan itu sudah cukup untuk mengklaim peringkat tertinggi Kompetisi perburuan hutan tengah nantinya.


Sudut bibir Penatua Xiao Shi memancarkan senyuman manis, dia menebak kalau murid tampan satu ini adalah murid yang mata duitan walaupun ia adalah Hakim yang selalu menegakkan keadilan.


“Tentu saja Beast itu untuk kalian dan Beast yang diserahkan kepada Sekte akan dikonversikan menjadi Poin Prestasi,” sahut Xiao Shi. “Apakah aku harus menjelaskan apa kegunaan Poin Prestasi juga?” candanya.


Zhao Jian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Terimakasih Penatua Shi, murid ini sudah mengerti!” sahutnya.


Penatua Xiao Shi melompat ke atas punggung Beast Phoenix, Zhao Jian dan yang lainnya mengendarai Beast masing-masing meluncur ke lereng gunung.


Patriark Sekte Pedang Abadi beserta beberapa Penatua yang telah mencapai Ranah Paramita berdiri di atas Kapal besar.


Kapal itu akan mengangkut murid-murid Sekte Pedang Abadi yang ikut kompetisi perburuan hutan tengah, dan Kapal itu digerakkan oleh mesin yang sumber tenaganya berasal dari Kristal Beast berjenis burung.


Patriark Xiao Yan hanya mengucapkan beberapa kalimat motivasi saja karena tiap-tiap Puncak telah memberitahu murid masing-masing tentang aturan kompetisi perburuan hutan tengah itu.


Dia berharap tahun ini Sekte Pedang Abadi tidak menjadi nomor tiga lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini Sekte Pedang Abadi memiliki banyak murid yang mencapai Ranah Saint.


Liu Ruxu langsung menghampiri Zhao Jian saat Kapal terbang meluncur. Dia tanpa ragu langsung memeluk suaminya itu sehingga murid-murid lain langsung iri melihatnya termasuk Nan Jing yang tergila-gila dengan kecantikan Liu Ruxu.


Jiang Ruo berpura-pura tidak mengenali Zhao Jian dan hanya berbaur dengan Kelompok Mawar Merahnya.


“Tuan Putri Ruo... jangan sampai kalah dengan junior Ruxu, kalau Tuan Putri selalu bersikap begini takutnya senior Jian malah melupakanmu he-he-he ....” Jiang Xu, sahabat Jiang Ruo bercanda——sehingga anggota Kelompok Mawar Merah lainnya tertawa mendengarnya.


Jiang Ruo mengerutkan keningnya dan menatap tajam Jiang Xu. Zhao Jian kebetulan melihat ke arahnya dan suaminya itu pun langsung melambaikan tangan serta tersenyum lebar.


“Cie... cie... kumbangnya telah memberikan kode, tunggu apalagi Tuan Putri... cepat sikat sampai lemas ha-ha-ha!” Jiang Xu kembali bercanda dan tiba-tiba hawa disekitar mereka menjadi dingin. “Ah, aku harus berkultivasi agar kekuatanku meningkat sehingga tidak menjadi beban kelompok kita!” Jiang Xu segera menjauh dari Jiang Ruo.