Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah XI



“Apa yang kalian lakukan?” Xuan Ji tiba-tiba muncul dari balik pepohonan. “Sebagai sesama murid Sekte Pedang Abadi, kita seharusnya bekerjasama agar peringkat Sekte kita menjadi nomor satu... kalian malah mengusik sesama murid Sekte Pedang Abadi, apakah otak kalian sudah rusak!” cibirnya menatap tajam Nan Jing yang hanya selangkah lagi dari Liu Ruxu, tetapi dengan kemunculannya——Nan Jing akhirnya berhenti melangkah dan mengerutkan keningnya menatap Xuan Ji.


Xuan Ji awalnya tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka, tetapi tunangannya ada di kelompok Mawar Merah dan Xuan Yan yang sangat ia benci juga berada di Kelompok Serigala Hitam sehingga ia terpaksa harus turun tangan untuk mencegah terjadi pertarungan antar sesama murid sekte Pedang Abadi tersebut.


Xuan Yan terkejut melihat kemunculan Xuan Ji, apalagi kini basis Kultivasinya telah mencapai Ranah Saint——padahal sebelum memasuki Hutan Tengah, basis Kultivasinya hanya Ranah Tianzun saja.


“Kenapa basis Kultivasinya tiba-tiba meningkat drastis? Bukankah ia hanya sampah lemah, mungkinkah dia mendapatkan harta pusaka langka yang membuat kecepatan Kultivasinya meningkat drastis?” Xuan Yan berspekulasi. Sudut bibirnya memancarkan seringai jahat. “Kalau aku mendapatkan harta itu maka aku juga akan menjadi jenius beladiri seperti senior Bai Lie!”


Xuan Yan berpikir Kelompok Serigala Hitam harus membunuh Xuan Ji agar ia dapat mengambil tas sihirnya, karena di sanalah kemungkinan besar Xuan Ji menyimpan harta berharga tersebut.


“Jangan dengarkan dia senior Jing! Xuan Ji itu adalah tangan kanan Zhao Jian!” Xuan Yan berteriak sehingga semua orang menoleh ke arahnya. “Kalian semua tahu, kan... aku di penjarakan oleh Zhao Jian itu atas permintaannya!” Xuan Yan memfitnah Xuan Ji.


Agar semua orang yakin dengan tuduhannya itu, Xuan Yan pun berpura-pura sedih dan menghela napas panjang, seolah-olah ia sangat menderita atas perbuatan Xuan Ji tersebut.


Nan Jing menatap Bai Lie untuk memastikan apa yang akan mereka lakukan, karena ia tidak bisa bertindak gegabah karena sosok di hadapannya ini adalah Ranah Saint dan di kelompok Mawar Merah juga ada Enam orang, sedangkan di kelompoknya ada Sepuluh orang. Namun, Xuan Ji adalah Beast Master maka basis kultivasi Beastnya pasti tinggi juga dan melawan Xuan Ji sama saja melawan dua musuh. Kini kekuatan dua kelompok itu hampir sama kuat dan bila terjadi pertarungan maka akan merugikan kedua belah pihak.


“Siapa pun yang berani mengusik anggota Kelompok Serigala Hitam maka dia harus dihukum berat!” seru Bai Lie dengan sudut bibir memancarkan seringai jahat. “Karena mereka menganggap remeh kita, serang mereka dan jangan biarkan satupun yang melarikan diri!”


Beberapa anggota Kelompok Serigala Hitam terkejut mendengarnya karena murid-murid wanita di kelompok Mawar Merah sebenarnya anggota Klan mereka juga, yang berarti mereka akan membunuh saudara mereka sendiri. Namun, mereka takut menolak perintah Bai Lie sehingga dengan terpaksa ikut menyerang Kelompok Mawar Merah.


“Bai Lie! Dasar kau Iblis!” bentak Jiang Ruo tidak menyangka Bai Lie ingin membunuh semua anggota kelompok Mawar Merah. “Semuanya... ayo kita hajar para bajingann itu!” Jiang Ruo segera melesat ke arah Bai Lie.


Untuk menghentikan pertumpahan darah ini, Jiang Ruo harus mengalahkan Bai Lie terlebih dahulu karena dialah yang terkuat di Kelompok Serigala Hitam dan Sekte Pedang Abadi, hanya saja di perburuan terdahulu dia dikalahkan oleh Hua Yin dari Sekte Gunung Hua.


Xuan Yan tersenyum lebar karena keinginannya akhirnya terwujud, kini ia hanya perlu menunggu Xuan Ji tewas di tangan Nan Jing.


Xuan Ji segera mundur beberapa langkah saat bilah Pedang Nan Jing tiba-tiba melesat ke arah wajahnya. Beast Ular Tujuh Warna yang bersembunyi di balik pepohonan tiba-tiba muncul dan menyemburkan cairan berwarna hitam pekat ke arah Nan Jing.


“Sial! Hampir saja aku terkena energi spritual Racun itu!” gerutu Nan Jing berhasil menjauh dari Nan Jing.


Beast Ular Tujuh Warna juga telah mencapai Ranah Saint berkat bantuan dari Leluhur Klan Xuan, sehingga tak mungkin Nan Jing bisa menang bila menghadapi Dua Ranah Saint sekaligus.


Sudut bibirnya memancarkan seringai jahat, sebenarnya dia tidak tulus membantu Nan Jing karena tujuannya adalah mendapatkan Kristal Beast Ular Tujuh Warna.


Dengan menyerap energi spritual dari Kristal Beast Tujuh Warna itu maka Kultivasinya akan naik ke Ranah Paramita dan akan menjadi yang terkuat diantara para murid Sekte Pedang Abadi yang tentunya dirinya akan menggantikan dominasi Bai Lie sebagai yang terkuat.


Xuan Ji mengerutkan keningnya, dia merasa mampu bertahan melawan Nan Jing. Namun, Beast Ular Tujuh warna tidak akan mampu melawan Jing Han, apalagi dia berasal dari Klan Besar, tehnik beladirinya pasti jauh lebih hebat dari Nan Jing yang berasal dari Klan kecil.


“Bisakah Leluhur membantu Beastku?” Xuan Ji berkomunikasi dengan Leluhur Pertama Klan Xuan yang bersemayam di dalam Kalung Giok yang ia kenakan.


“Aku tidak bisa melakukan itu karena aku hanya bisa merasuki keturunanku saja!” sahut Leluhur Klan Xuan.


“Hei, ke mana kau mengalihkan perhatianmu? Apakah kau menganggap remeh diriku!”


Nan Jing membuyarkan lamunan Xuan Ji dengan menebas pedangnya ke arah leher Xuan Ji, kobaran api berbentuk Phoenix juga hampir membakar tubuhnya——untung saja Xuan Ji mundur beberapa langkah.


Tubuh Beast Ular Tujuh Warna dipenuhi luka sabetan Pedang Jing Han hanya dalam beberapa gerakan saja.


“Lari ke dalam hutan! Nanti aku akan mencarimu!” teriak Xuan Ji melepaskan Niat Membunuh yang sangat besar.


Namun, Jing Han mengabaikan kemarahan Xuan Ji dan ikut berlari ke arah pepohonan mengejar Beast Ular Tujuh Warna.


“Bagaimana kalau kita sudahi saja pertarungan ini dan kejarlah Beastmu itu, kenapa kita harus bertarung padahal kita tidak memiliki konflik pribadi?” Nan Jing tidak ingin membuang-buang energi spritualnya karena ia hanya ingin menangkap Liu Ruxu.


Xuan Ji menjadi ragu apakah akan meneruskan pertarungan mereka, tatapannya tertuju pada tunangannya yang sedang bertarung bahu membahu dengan Liu Ruxu.


Xuan Ji menarik napas dalam-dalam, sebagai seorang yang pernah ditindas karena lemah dia tidak akan membiarkan hal serupa terjadi pada tunangannya. “Kau yang memantik bara api lebih dulu, maka kau yang harus memadamkannya atau bara api itu akan melahapmu!”


Tubuhnya tiba-tiba menjadi tiga, dua diantaranya hanyalah bayangan yang tidak berbahaya. Namun, sangat sulit menebak di mana tubuh aslinya sehingga Nan Jing berkeringat dingin karena tidak menyangka bertemu lawan yang sangat tangguh.