Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah IX



Zhao Jian kembali mengayunkan Pedang Keadilan, ratusan energi spiritual Angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah Beast Lintah walaupun serangan itu hanya meninggalkan bekas luka ringan saja bagi Beast Ranah Paramita tersebut.


“Sampai jumpa di lain waktu!” Zhao Jian mengacungkan jari tengah pada Beast Lintah sembari menggunakan tehnik meringankan tubuh melarikan diri.


Namun, tiba-tiba ekor Beast Lintah yang berada di dalam sungai bawah tanah itu keluar, kemudian ekornya itu menghantam tubuh Zhao Jian dengan keras.


Zhao Jian terhempas menabrak dinding gua yang merupakan bebatuan.


“Sial! Semoga saja Violet telah melarikan diri,” gumam Zhao Jian merasa tubuhnya remuk. “Ah, ternyata kekuatan Ranah Paramita itu sangat mengerikan!” pikirnya lagi.


Dia tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya, ekspresi senyuman Liu Ruxu muncul di benaknya. Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis saat membayangkan ekspresi malu-malu Liu Ruxu ketika mengenakan pakaian kelinci lucu dan ekspresi wajah datar Jiang Ruo juga muncul.


“Apakah aku tokoh sampingan di Dunia ini dan hanya menjaga kalian untuk tokoh utama?” Pikiran Zhao Jian semakin kacau dan kesadarannya pun menghilang.


“Tuan Jiannnnnnnn!” teriak Violet.


Ribuan kupu-kupu kecil berterbangan ke arah Beast Lintah, ledakan-ledakan demi ledakan berdentum saat kupu-kupu kecil tersebut menghantam tubuh Beast Lintah.


Huli Jing dan Daji segera turun dari atas air terjun setelah mendengar teriakkan histeris dari Violet. Keduanya berkeyakinan kalau Zhao Jian terluka oleh Beast Lintah.


Untuk apa mereka hidup bila sosok yang membesarkan serta merawat mereka selama ini telah meninggalkan mereka selamanya. Mereka lebih memilih melakukan perlawanan hingga mereka menyusul Zhao Jian ke alam kematian.


Setelah ribuan kupu-kupu kecil yang dilepaskan oleh Violet meledak, tiba-tiba permukaan air sungai bawah tanah berubah warna menjadi merah darah.


Ketiga Beast milik Zhao Jian itu terkejut melihatnya dan tidak ada gerakan dari permukaan air.


Namun, mereka tetap curiga Beast Lintah itu sedang berpura-pura mati seperti yang ia lakukan sebelumnya——sehingga Zhao Jian tertipu.


“Di mana tuan Jian, saudari Violet?” Huli Jing bertanya dengan ekspresi wajah cemas, karena ia tidak melihat sosok Zhao Jian di sekitar mereka.


Violet segera terbang menuju bongkahan batu yang menimpa Zhao Jian. Dia menggunakan energi spiritual Angin menghancurkan bebatuan itu.


“Tuan Jiannnnnnnnn... jangan tinggalkan kami!” Violet menangis tersedu-sedu sembari memeluknya. Dia mengabaikan keberadaan Beast Lintah yang entah bagaimana keadaannya, yang bisa saja menyerang mereka secara tiba-tiba.


Huli Jing berdiri kaku di sebelah Zhao Jian, dia tidak menyangka tuannya itu akan bernasib tragis begitu agar mereka dapat melarikan diri.


Daji mendorong Violet menjauh dari tubuh Zhao Jian, dia memasukkan Pil Penyembuhan ke mulut Zhao Jian dan mentransfer energi spiritual Api menghangatkan tubuhnya.


“Cepat gunakan energi spiritual Angin memompa Jantungnya agar tetap berdetak!” Daji berteriak keras dan Violet segera menurutinya.


“Tuan Jian masih hidup!” Violet merasakan detak jantung Zhao Jian kembali berdegup pelan.


Pil Penyembuhan yang diberikan oleh Daji juga mulai memperbaiki titik-titik Meredian Zhao Jian yang terluka serta terputus sehingga energi spiritual dari Dantian-nya dapat mengalir ke seluruh tubuhnya untuk membantu proses regenerasi luka-lukanya lebih cepat.


Satu batang dupa kemudian, Zhao Jian membuka matanya dan menatap Kelima Beast-nya dengan ekspresi wajah mengkerut.


“Apakah ini adalah halusinasi? Kenapa kedua istriku tidak muncul? Mungkinkah Dewa menginginkan mereka menjadi pendamping tokoh utama yang disayangi oleh Surga?” gerutu Zhao Jian.


“Tuan Jiannnnnnnnn!” Huli Jing melompat ke tubuh Zhao Jian yang masih berbaring di atas permukaan tanah.


Zhao Jian membelalakkan mata, karena merasakan sensasi yang sangat nyata dari tubuh Huli Jing.


“Eh, aku masih hidup?”


“Kau ini bukan halusinasi, kan?”


“Lalu... apakah kalian mengalahkan Beast Lintah itu, bukankah ini masih di dalam gua sungai bawah tanah?”


Zhao Jian melihat esensi matahari yang menerangi tempat itu, yang berarti Beast Lintah telah dikalahkan oleh para Beast-nya.


“Eh, iya ya... di mana Beast Lintah itu? Pertarungan tadi belum ditentukan siapa pemenangnya!”


Violet, Huli Jing, dan Daji berseru bersama-sama dengan ekspresi wajah panik.


“Hah? Aku mengira para senior telah mengalahkannya dan aku menariknya ke pinggir karena takut aliran sungai akan menghanyutkannya!” sahut Ayam Jago merasa ada yang aneh dengan ucapannya. “Eh, apakah aku menarik Beast Paramita yang berpura-pura mati? Untung saja aku tidak ditelan mentah-mentah!” Ayam Jago berteriak histeris.


Zhao Jian mengedarkan energi spiritual-nya dan Beast Lintah itu telah mati. “Bagaimana kalian menaklukkannya? Aku yang sudah membaca ribuan buku di perpustakaan akademi kerajaan Zhao tidak pernah menemukan buku tentang cara menaklukkan Beast Lintah atau tentang kelemahannya?” selidiknya penasaran.


“Karena aku panik melihat tuan Jian dihempaskan oleh Beast Lintah itu, secara spontan aku melepaskan tehnik ledakan kupu-kupu yang mengandung energi spiritual Racun,” sahut Violet dengan ekspresi wajah kebingungan karena tak tahu kenapa tiba-tiba Beast Lintah itu tak bergerak lagi setelah terkena ledakan Racun.


“Nah, ternyata dia lemah terhadap energi spiritual Racun!” Zhao Jian akhirnya menemukan jawabannya. “Seandainya kau dari awal menggunakan energi spiritual Racun maka aku tidak akan babak belur!”


“He-he-he... bukankah tuan Jian yang menyuruhku hanya menggunakan Jaring Sutera?” Violet berkilah walaupun ia juga berpikir kenapa ia tidak mencampur energi spiritual Racun pada Jaring Sutera itu.


“Ya, sudah lah... yang penting kita semua selamat,” sahut Zhao Jian lagi. “Sekarang serap lah Kristal Beast Lintah itu dan kalian jaga dia saat bermeditasi. Aku dan Gaoer akan pergi berburu Beast lainnya, mana tahu kita mendapatkan herbal langka atau Beast Ranah Saint!”


Namun, bila bertemu dengan Beast Ranah Paramita maka ia akan menggunakan Jurus sejuta manfaat, yaitu Jurus langkah seribu, kecuali Violet telah melangkah ke Ranah Paramita maka akan lain ceritanya; semua Beast kuat di Hutan Tengah akan dibabat habis.