
Zhao Jian berkultivasi di gubuknya dan tidak keluar dari sana selama Lima Hari. Namun, ia tetap tidak merasakan kemajuan dalam Kultivasi-nya.
“Sepertinya aku baru bisa menerobos ke Ranah lebih tinggi bila Beast-ku naik tingkat Kultivasi lebih dulu!” gumam Zhao Jian berhenti berkultivasi.
“Senior Jian ada gulungan pesan untukmu, sepertinya dari Istana Kekaisaran!” Junior Zhao Jian di Puncak Penjinak Beast mengetuk gubuknya.
Mendengar nama Istana, Zhao Jian segera membuka pintu dan melihat isi gulungan kertas itu. Detak jantungnya langsung berdegup kencang karena Kaisar Jiang Long memintanya untuk datang ke Istana dan Kaisar Jiang Long juga berhasil menerobos ke Ranah World Master setelah menyerap Kristal Gui Dao Kerajaan Zhao.
Walaupun Kaisar Jiang Long hendak menikahkan dirinya dengan Putri Mahkota Jiang Ruo, Zhao Jian masih ragu apakah ucapannya itu benar karena bisa saja itu hanya dusta belaka agar dirinya yang memiliki Tiga Beast legendaris tidak kabur. Kini bisa saja Kaisar memaksanya untuk melepaskan Kontrak Jiwa dengan Ketiga Beastnya dan mengambil Kristal Beast itu untuk diserap oleh Jiang Ruo.
Zhao Jian menarik napas dalam-dalam. “Aku hanya bisa berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk padaku saja,” gumamnya sembari bersiul memanggil Ayam Jago.
Beast Ayam Surgawi tidak dimasukkan oleh Zhao Jian ke dalam. Kantung Penyimpanannya, karena Beast yang satu ini adalah Jantan dan ia tak ingin malah mengusik Ketiga Beast cantiknya.
“Aku datang tuan Jian!” Ayam Jago datang dari langit, dia melompat dari tempat bermainnya karena ia berkeliaran bersama Beast lain yang belum melakukan Kontrak Jiwa dengan murid-murid Puncak Penjinak Beast. Ayam Jago berkokok setelah mendarat di depan Zhao Jian. “Apakah kita akan menjalankan misi tuan Jian!” Dia sudah tak sabar keluar dari Sekte Pedang Abadi karena sudah bertahun-tahun ia tak keluar dari sini setelah ditangkap oleh Penatua Xiao Shi dari Hutan Tengah.
“Apakah kamu tidak melihat apa pakaian yang kukenakan ini?” sahut Zhao Jian yang mengenakan Huafu berwarna emas, sehingga ia terlihat seperti Pangeran tampan yang pasti akan menjadi rebutan wanita bangsawan.
Ayam Jago menggelengkan kepala karena dirinya hanya Binatang Spritual yang tidak mengerti budaya manusia.
“Lupakan saja, ayo bawa aku keluar dari Sekte!” sahut Zhao Jian karena Ayam Jago malah kebingungan dengan seruannya.
“Asiaapppp tuan Jian!” Ayam Jago segera melompat dari Puncak Penjinak Beast dan mendarat di luar gerbang Pelataran Luar Sekte Pedang Abadi atau mereka langsung berada di pinggiran Ibukota Kekaisaran Jiang.
Ayam Jago sangat senang sekali akhirnya keluar dari penjara yang bernama Puncak Penjinak Beast tersebut. Terlintas dalam benaknya untuk kabur, akan tetapi Segel Kontrak Jiwa yang melekat padanya langsung aktif—sehingga ia merasa Jantungnya seperti disayat-sayat pisau dan ia pun buru-buru membuang niat buruknya itu.
“Kenapa kamu menghela napas panjang? Apakah kamu tak suka dengan keramaian Kota ini?” Zhao Jian keheranan.
“Lurus saja ikuti jalan utama ini!” kata Zhao Jian karena di ujung jalan utama ini adalah Istana Kekaisaran Jiang.
Gadis-gadis muda Kota Yunzun langsung terpana melihat Pemuda tampan yang mengenakan Huafu berwarna emas melintas di dekat mereka.
Mereka menebak Pemuda tampan itu adalah anggota keluarga Kekaisaran Jiang, tetapi mereka bingung tak ada Pengawal yang mengawalnya padahal anggota keluarga Kekaisaran biasanya dikawal oleh Prajurit militer.
Para penunggang kuda, Kereta Kuda segera menepi dan membiarkan Zhao Jian lewat lebih dulu.
Zhao Jian sendiri memerintahkan Ayam Jago untuk berjalan santai saja, karena bila ia melesat dengan kecepatan tinggi maka itu bisa mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas menabrak pejalan kaki atau kereta kuda.
“Apakah kita masuk ke dalam tuan Jian? Bukankah ini Istana yang sangat mewah?” Ayam Jago berhenti di depan gerbang masuk Istana.
“Kamu tunggu aku di kandang kuda saja, nanti aku akan menjemputmu saat selesai menjumpai Kaisar!” sahut Zhao Jian turun dari punggung Ayam Jago. “Rawat dia dengan baik!” serunya pada Prajurit yang menyambut kedatangannya.
“Baik tuan muda Jian!” sahut Prajurit itu sembari membungkukkan sedikit wajahnya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Zhao Jian menarik napas dalam-dalam sebelum melangkahkan kaki melewati gerbang masuk Istana Kekaisaran Jiang.
“Hakim Zhao Jian memasuki Istana Kekaisaran!” seru Kasim yang berdiri di depan pintu masuk Istana, padahal dari pintu masuk itu ke gerbang masuk ada halaman luas sepanjang Lima Ratus langkah. Namun, matanya tetap dapat melihat siapa tamu yang datang tersebut.
Zhao Jian melangkah dengan gugup dan Ribuan Prajurit militer yang mengenakan jirah besi langsung bertekuk lutut.
“Selamat datang Hakim Jian!” sapa mereka serentak—sehingga Zhao Jian bertambah gugup padahal ia pernah disambut seperti ini oleh Pengawal Naga Surgawi Kerajaan Zhao. Namun, entah mengapa sambutan Prajurit Kekaisaran malah membuat bulu kuduknya berdiri.