Beasts Master

Beasts Master
Perburuan Hutan Tengah VI



Shao Xinghe semakin putus asa melawan Zhao, tak ada satupun serangannya yang mengenai Beast Master tersebut sementara bala bantuan yang ia harapkan tak kunjung datang.


“Jangan-jangan Jimat itu tak gunanya?” gumamnya berspekulasi. “Patriark sialan... terkutuk kau banjingannnnnn!” Dia mengutuk Patriark Sekte Tianxun karena memberikan misi yang ternyata sangat berbahaya.


Energi spritual angin berbentuk bulan sabit memisahkan kepala Shao Xinghe dari raganya.


Zhao Jian menghela napas panjang, ini sudah kesekian kalinya ia membunuh orang-orang berhati Iblis seperti Shao Xinghe. Dia sebenarnya tidak ingin melakukannya, tetapi bila akarnya tidak dicabut maka itu dapat menjadi benalu yang semakin merusak orang-orang disekitarnya.


“Kau tidak apa-apa senior Hao? Kenapa mereka menyerangmu?” Zhao Jian mendekati Liu Hao dan dia juga menyerahkan Pil Penyembuhan untuk mengobati luka-lukanya.


Liu Hao menceritakan tentang kelompoknya yang bertemu kelompok Shao Xinghe mulai dari awal hingga akhirnya ditolong oleh kelompok Zhao Jian.


Zhao Jian terkejut mendengarnya, karena menurut Liu Hao bukan hanya kelompok mereka saja yang telah dilenyapkan oleh kelompok Shao Xinghe. Selama pelariannya, Liu Hao telah melihat banyak mayat-mayat tergeletak dengan bekas luka tebasan ditubuh mereka.


Zhu Li dan Dongfang Wei kembali dengan ekspresi wajah senyum, yang berarti tidak ada kelompok Shao Xinghe yang berhasil melarikan diri.


“Senior Jian... tadi kami bertemu dengan Xuan Ji. Ternyata dia sangat kuat dan memasuki hutan tengah sendirian saja, dia juga yang membunuh wanita yang melarikan diri itu!” seru Zhu Li.


“Dia itu tokoh utama yang akan mengguncangkan Dunia beladiri di masa depan makanya dia berani memasuki hutan tengah ini sendirian saja,” sahut Zhao Jian. “Jangan coba berkonflik dengannya, kalau bisa berteman lah dengannya maka kalian akan mendapatkan manfaat besar!” katanya lagi, karena ia sudah tahu ada Jiwa Kultivator kuat di Kalung Giok Xuan Ji.


“Kalau Xuan Ji adalah tokoh utama Dunia ini, maka senior Jian adalah tokoh sampingan yang keberuntungannya melebihi tokoh utama karena dia memiliki Beast yang sangat kuat dan dua istri yang sangat cantik!” Donfang Wei berbisik pada Zhu Li.


Zhao Jian mengerutkan keningnya karena ia masih mendengar bisikan Donfang Wei itu. Dia tidak menyanggahnya dan berpikir keberuntungannya memang sekelas tokoh utama dalam cerita dongeng. “Jangan-jangan akulah tokoh utamanya? eh... apasih yang kupikirkan,” pikirnya lagi sembari menggelengkan kepala.


“Ke mana tujuan kalian junior Jian?” tanya Liu Hao setelah ia menelan Pil Penyembuhan pemberian Zhao Jian.


“Beast di bagian pinggiran ini sudah sulit ditemukan, aku berencana akan berburu ke bagian dalam agar bertemu Beast level tinggi karena Penatua Shi memberikan target Juara satu harus didapatkan oleh Puncak Penjinak Beast untuk tahun ini,” sahut Zhao Jian.


“Sebenarnya kami tidak akan ikut dengan senior Jian bila ia pergi ke bagian dalam hutan tengah,” sahut Zhu Li malu-malu menatap Liu Hao. “Kami akan tetap berburu dan mengumpulkan herbal di pinggiran saja. Bagaimana kalau senior Hao ikut dengan kami saja?” ajaknya berpikir Zhao Jian pasti senang bila mereka menjaga Liu Hao dan bila ia membutuhkan bantuan di masa depan maka Zhao Jian pasti akan mau membantu karena merasa pernah berhutang budi.


“Eh, apakah itu tidak akan merepotkan kalian? Karena aku sedang terluka dan tidak akan bisa bertarung dengan maksimal nantinya.” Liu Hao berpura-pura menolak padahal sebenarnya ia sangat berharap bergabung dengan mereka.


“Tenang saja senior Hao, bila ada musuh yang ingin menghadang kita maka kepalan tangan ini akan menghancurkan wajah mereka!” sela. Zhu Li memamerkan lengannya yang besar.


“Cih, sombongnya! Cukup bilah pedangku ini saja yang akan menebas mereka seperti yang dilakukan oleh senior Jian itu!” sahut Dongfang Wei.


Zhao Jian tersenyum masam melihat tingkah keduanya yang selalu bertengkar walaupun hanya gara-gara hal sepele.


Liu Hao menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Mulai sekarang aku akan merepotkan kalian untuk menjagaku dan untuk junior Jian, hati-hatilah... jangan sampai sepupuku menjanda.” Sudut bibirnya memancarkan seringai jahat. “Kalau dia menjanda, sebenarnya aku senang sih... karena aku akan dengan senang hati akan menjaganya ha-ha-ha ....”


“Apa aku seharusnya tidak menyelamatkannya, ya?” Zhao Jian menengadah menatap langit sembari menghela napas panjang.


Liu Hao mengerutkan keningnya. “Aku hanya bercanda junior Jian! Jangan masukkan ke hati, aku jadi takut dengan sikapmu itu!”


Liu Hao mundur beberapa langkah karena biasanya marah orang baik itu dapat menghancurkan Dunia.


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis karena berhasil membuat Liu Hao ketakutan. Dia kemudian melompat ke punggung Ayam Jago dan melambaikan tangannya. “Sampai jumpa lagi senior Hao!”


Dalam satu kedipan mata, Ayam Jago, Gaoer dan Zhao Jian telah menghilang dari pandangan mereka.


(Sorry ya, babang tampan akhir-akhir ini updatenya lemot banget 😁😁😁. Entah mengapa mood saya mulai menurun, mungkin kecapean ya, mengingat babang tampan kan ke sawah juga😁😁Tapi tenang saja novel ini tetap lanjut hingga tamat kok.)