
Beberapa tuan muda Klan besar, pejabat tinggi Kerajaan Kura-kura Awan berkumpul di kediaman Penatua Beast Master Sekte Matahari Abadi.
Raut wajah Penatua Beast Master itu sangat masam, sehingga semua yang hadir di kediamannya tak ada yang berani lebih dulu berbicara untuk menjelaskan kenapa misi membunuh utusan dari Gui Dao Asing itu gagal terlaksana.
“Di mana Fang Huang?” tanya Penatua Beast Master itu karena tidak melihat keberadaan tuan muda keluarga cabang Klan Fang tersebut.
Hanya para tuan muda dan pejabat tinggi yang bekerjasama dengannya dalam upaya menggagalkan negoisasi damai dengan utusan Gui Dao Asing itu—karena para Pemimpin Klan dan ahli beladiri terkuat mereka pergi berperang melawan aliansi aliran Hitam.
“Maaf Penatua... dia tertangkap oleh utusan itu!” sahut Assassins yang mencoba membunuh Fang Huang tetapi Jarum beracunnya malah ditangkis oleh Zhao Jian dengan telapak tangannya. “Utusan itu bukan Hakim yang bisa dianggap remeh, sepertinya dia adalah ahli beladiri ahli Racun karena Jarum beracunku tidak terpengaruh padanya!” katanya lagi.
Penatua Beast Master akhirnya mengerti kenapa Fang Zening ikut dalam pelelangan Beast Anjing Hitam tadi, ternyata Hakim Zhao Jian itu ingin melakukan kontrak Jiwa dengan Beast Anjing Hitam tersebut.
“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Su Yuan.
Penatua Beast Master Sekte Matahari Abadi itu memejamkan matanya, memikirkan tindakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
“Kita harus membuat keputusan dengan cepat Penatua, karena Hakim Jian itu ingin menyelidiki kasus kematian Pelayan Wanita Istana dan ternyata wanita itu tidak berbohong kalau ada entitas lain di Gui Dao Asing itu yang ingin negosiasi damai ini berjalan buntu. Aku yakin mereka pasti ingin menjarah seluruh kekayaan negeri kita ini dan menjadikan istri, gadis-gadis kita sebagai budak!” seru Petugas Pengadilan yang menyelidiki kematian Chi Mei.
Penatua Beast Master setuju dengan ucapan Pemuda ini karena ia sudah melihat Jiang Ruo di Pelelangan, Fang Zening yang merupakan salah kecantikan yang dipuja-puji oleh Pemuda di ibukota malah terlihat seperti wanita biasa-biasa saja bila dibandingkan dengan Jiang Ruo.
“Aku setuju dengan pendapatmu itu, wanita itu pasti putri dari Klan besar di tempat asalnya. Kalau kita menjadikannya sebagai sandera maka Klan dari wanita itu mungkin bisa memaksa Gui Dao-nya menjauh dari Gui Dao kita. Dan... Raja Fang Zihao pasti akan memaafkan kesalahan kita ini karena bertindak bukan atas perintahnya, bahkan ia mungkin akan memberikan hadiah besar untuk kita he-he-he!” Penatua Beast Master Sekte Matahari Abadi itu tertawa terkekeh-kekeh. “Malam ini kita akan menyerbu Istana dan bunuh saja Hakim Zhao Jian itu beserta semua pihak yang berusaha menghalangi rencana kita, kecuali Pangeran Fang Han dan tuan Putri Fang Zening!”
Semua yang hadir dikediaman Penatua Beast Master itu langsung berteriak, “Hidup Kerajaan Kura-kura Awan! Hancurkan Orang-orang Asing itu!”
“Hidup Kerajaan Kura-kura Awan!”
“Hidup Kerajaan Kura-kura Awan!”
Penatua Beast Master tersenyum bahagia karena hampir seluruh tuan muda Klan besar bergabung dengan rencana mulianya untuk mempertahankan tanah air mereka dari serbuan bangsa Asing tersebut. Dia merasa jiwa mudanya telah kembali dan yakin rencana serangan malam nanti akan berjalan sukses—mengingat yang menjaga Istana kini hanya Prajurit-Prajurit muda dengan basis kultivasi rendah, sehingga melumpuhkan mereka pasti sangat mudah.
Lawan berat yang akan mereka hadapi nanti malam hanyalah utusan Gui Dao Asing itu berserta Pangeran Fang Han dan tuan Putri Fang Zening yang memiliki basis kultivasi Ranah Saint sama dengannya.