Beasts Master

Beasts Master
Kristal Beast



“Lain kali datang ke sini, ya... aku akan mencari peruntungan di lautan tak berujung lagi dan aku akan menjual barang-barang aneh lagi padamu he-he-he ....” Gadis cantik itu melambaikan tangan pada Zhao Jian yang tidak mau menoleh ke belakang.


Pria tua penjual Bakpao di sebelah gadis cantik itu ikut tertawa terkekeh-kekeh seperti sedang menyindir Zhao Jian karena tidak menuruti peringatannya.


Zhao Jian berjalan lurus sembari mengabaikan rayuan wanita-wanita cantik lainnya yang mengajak dirinya untuk mampir ke lapak dagangan mereka.


Sesampainya di gubuk kecil, Puncak Penjinak Beast, Zhao Jian mengeluarkan rumput laut berusia seratus tahun dan benda aneh berlendir itu.


Violet, Huli Jing dan Daji juga ikutan keluar dari Kantung Penyimpanan-nya dengan bentuk wanita cantik.


“Apakah boleh aku menyerap rumput laut ini?” Huli Jing menatap rumput laut itu dengan tatapan berbinar-binar bahkan air liurnya pun menetes.


“Makan saja!” sahut Zhao Jian yang yang memperhatikan gumpalan berlendir di depannya dengan seksama.


Kepala Ayam Jago tiba-tiba muncul di sebelah Zhao Jian, sehingga Zhao Jian terkejut dan tersungkur mencium gumpalan berlendir itu.


“Ha-ha-ha ....” Huli Jing tertawa terkekeh-kekeh, sedangkan Violet dan Daji hanya tersenyum sembari menutup mulut mereka dengan tangan.


“Eh, kenapa tuan kita malah membenamkan wajahnya ke benda berlendir menjijikkan itu?” tanya Ayam Jago kebingungan.


Zhao Jian sangat kesal dan terlintas di benaknya untuk menyembelih Ayam Jago karena ia adalah Beast pembawa sial, karena gara-gara dia tadi pagi ia harus bertarung melawan Beast Phoenix milik Penatua Xiao Shi dan kini malah membenamkan wajahnya di benda berlendir yang sangat menjijikkan.


“Ini?” Zhao Jian terkejut di keningnya benda keras seperti Kristal. Dia kemudian mengambil benda mirip Kristal tersebut dan tercengang, ternyata itu adalah Kristal Beast seukuran kelereng. “Mungkinkah ini Beast binatang laut?” Dia berspekulasi.


Keempat Beast miliknya juga berpikir demikian dan dia sangat senang karena bila ia menyerap Kristal Beast itu maka mungkin ia bisa menerobos ke Ranah Saint.


Zhao Jian hendak menelan Kristal Beast itu, tetapi ia tiba-tiba teringat dengan Liu Ruxu yang memiliki energi spritual Es dan istrinya itu masih di Ranah Spirit, sedangkan dirinya akan naik tingkat Kultivasi bila Beast-nya juga menerobos ke Ranah yang lebih tinggi.


Zhao Jian memasukkan Kristal Beast itu ke dalam kotak kecil, sehingga keempat Beastnya kebingungan melihatnya—padahal bila ia menyerap Kristal Beast itu maka kemungkinan ia akan menerobos ke Ranah Saint.


“Ini untuk Ruxu‘er saja, sebagai suaminya aku belum pernah memberikan hadiah yang spesial untuknya dan ini adalah kesempatan paling pas sebagai hadiah karena ia diterima di Puncak Awan Putih!” seru Zhao Jian tersenyum hangat, sehingga keempat Beast-nya terharu melihatnya. “Ayo bawa aku terbang ke Puncak Awan Putih, Ayam Jago!”


Ayam Jago tersenyum masam saat mendengar kata terbang, karena sebenarnya saat itu dirinya hanya membual saja saat ditanyakan oleh Zhao Jian apakah bisa terbang atau tidak.


Zhao Jian melompat ke atas punggung Ayam Jago yang langsung mencondongkan tubuhnya, kemudian menekan kakinya—kemudian ia melompat tinggi dan mengepakkan sayapnya agar terlihat seperti sedang terbang.


“Hei, siapa kalian penyusup!” bentak murid-murid Puncak Tungku Surgawi yang sedang berpatroli saat melihat Beast Ayam Surgawi mendarat di sana. Namun, Beast itu segera melompat lagi sehingga murid-murid Puncak Tungku Surgawi itu tak sempat mengepungnya.


Zhao Jian akhirnya menyadari kalau Ayam Jago sebenarnya tidak bisa terbang, dia hanya bisa melompat jauh. Namun, ia merasa itu tak masalah besar karena yang penting adalah dia bisa bergerak sangat cepat.


Murid-murid wanita Puncak Awan Putih langsung terkejut saat Zhao Jian muncul di halaman asrama mereka.


“Siapa kamu? Berani sekali kamu menyusup ke Puncak Awan Putih!” teriak salah satu murid cantik Puncak Awan Putih.


“Harap tenang saudari-saudariku! Aku hanya mengantarkan obat darurat saja untuk istriku, kalau ia tidak menelan obat ini maka bayi di dalam kandungannya akan bermasalah dan Aku akan menuntut kalian bila hal itu terjadi!” sahut Zhao Jian berbohong pada mereka, padahal Liu Ruxu tidak hamil karena ia menggunakan energi spritual agar tidak bisa hamil untuk sementara waktu sampai ia berhenti berkultivasi suatu hari nanti.


Para murid wanita itu saling berpandangan dan kebingungan karena ini pertama kalinya ada kasus murid yang hamil di Sekte Pedang Abadi.


Zhao Jian memanfaatkan kebingungan mereka dengan menerobos masuk ke asrama sehingga para murid-murid wanita yang ada di dalam asrama terkejut melihat ada laki-laki yang masuk ke sana.


Zhao Jian melihat Liu Ruxu sedang bercengkrama dengan Zi Yun dan beberapa murid wanita senior. “Istriku!” teriak Zhao Jian—sehingga Liu Ruxu langsung mengerutkan keningnya karena malu dengan tingkah suaminya itu.


Zhao Jian melesat ke dekatnya dan menyerahkan kotak kecil pada Liu Ruxu, kemudian ia berlari ke arah jendela karena tim Patroli murid Puncak Awan Putih datang mengejarnya.


“Itu adalah hadiah kecil dari suamimu ini dan segeralah pergi melakukan Kultivasi tertutup!” seru Zhao Jian dan Ayam Jago langsung menyambarnya, membawa Zhao Jian kabur dari Puncak Awan Putih.


Semua murid-murid wanita Puncak Awan Putih yang ada di sana penasaran dengan Kotak kecil di tangan Liu Ruxu itu, karena gara-gara mengantar kotak kecil itu—Pria tampan tadi sampai melanggar aturan Puncak Awan Putih.


Liu Ruxu tersenyum masam dan segera membuka kotak kecil itu. Dia terkejut melihatnya, sehingga butiran air mata membasahi pipinya dan seulas senyum terpancar dari sudut bibir gadis cantik tersebut.