
“Penatua Pertama... bergabunglah dengan kami, Kerajaan Kura-kura Awan akan menggadaikan Gui Dao kita pada Gui Dao Asing!” seru Penatua Beast Master agar Penatua Pertama Sekte Matahari Abadi itu memihaknya. “Kami menyerang mereka bukan dengan gegabah, sebenarnya Fang Yuan telah menyelidiki ada seorang yang memiliki pengaruh besar diantara utusan itu dan kami hendak menculiknya tetapi pihak istana malah menolong mereka!”
“Betulkah?” Penatua Pertama menjadi bimbang dan bingung mau mendukung pihak yang mana, kalau ia salah dalam membuat keputusan itu akan mempertaruhkan hidupnya kedepannya.
“Jangan dengarkan omong kosong Penatua Beast Master, Penatua Pertama. Biarkan saja Yang Mulia Raja yang akan membuat keputusan dan asal kalian tahu, Kaisar mereka itu memiliki basis kultivasi Ranah World Master!” sela Pangeran Fang Han.
Penatua Pertama tidak menyangka pihak asing yang ingin melahap Gui Dao Kerajaan Kura-kura awan ternyata jauh lebih kuat dari mereka.
Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Aku tidak akan mendukung pihak manapun dan aku di sini untuk mencegah agar pertarungan kalian tidak merembet hingga keluar istana, karena itu akan membahayakan para penduduk!”
Zhao Jian mengerutkan keningnya mendengar ucapan Penatua Pertama. Dia tidak menyangka Pria tua ini licik sekali, hanya mementingkan dirinya sendiri saja.
Aura dingin tiba-tiba merembes ke seluruh halaman Paviliun Bunga, air mancur yang ada di sana berubah membeku menjadi Es dan sosok cantik melayang di atas Paviliun Bunga.
“Ranah Saint lainnya!” Penatua Pertama terkejut melihatnya. “Kalau begini maka pihak Penatua Beast Master sudah pasti akan kalah walaupun ia memiliki Dua Beast yang mendukungnya karena pihak lawan juga memiliki seekor Beast Ranah Saint!” gumamnya.
Sekarang dia tidak bisa lagi bersikap netral dan harus menyelamatkan Penatua Beast Master beserta tuan muda yang terluka lainnya agar tidak dibunuh oleh utusan Gui Dao asing tersebut.
Jiang Mo dan Pasukan Naga yang merupakan ahli beladiri yang berada dibawah kendali langsung Kaisar Jiang Long juga mendatangi Paviliun Bunga setelah mendengar ledakan dari arah tempat Hakim Zhao Jian dan Putri Mahkota Kekaisaran tinggal.
Para Ranah Tianzun itu langsung melayang di dekat Jiang Ruo sembari menghunus senjata masing-masing.
“Atas nama Sekte Matahari Abadi, Penatua Beast Master dan seluruh tuan muda yang terlibat dalam pemberontakan ini akan diadili sesuai dengan hukum Kerajaan!” seru Penatua Pertama sebelum pertarungan selanjutnya dimulai. “Tolong menyerah lah Penatua Beast master! Ini demi kebaikanmu dan mereka juga!” Dia menunjuk ke arah Fang Yuan berwajah pucat karena ketakutan akan terluka parah seperti Su Yuan dan yang lainnya.
Penatua Beast Master menghela napas panjang dan mengangkat tangannya. Dia tahu maksud dari Penatua Pertama itu, lebih baik diadili oleh Pengadilan Kerajaan Kura-kura Awan dari pada diadili oleh Hukum Kekaisaran Jiang yang mungkin akan mengakhiri hidupnya dan murid-muridnya.
“Seret mereka ke dalam penjara!” seru Pangeran Fang Han.
Prajurit istana yang hidup segera membawa Penatua Beast Master dan Fang Yuan, sedangkan yang terluka dibawa ke tempat tabib Kerajaan untuk diobati.
“Aku kecewa denganmu sepupu, Yuan!” Pangeran Fang Han berbisik pada Fang Yuan yang hanya menundukkan wajahnya saja. “Semoga saja Hakim Jian tidak mengadilimu saat di Kekaisaran Jiang nanti!” katanya lagi sedih yang menjadi dalang kekacauan ini ternyata anggota keluarga Fang-nya sendiri.
Pangeran Fang Han mendekati Zhao Jian yang hanya menonton Prajurit Istana membawa para pemberontak. Dia tidak mau ikut campur dalam kasus ini karena saat ini Kerajaan Kura-kura Awan masihlah negara merdeka yang tidak tunduk dengan Kekaisaran Jiang, sehingga ia tidak memiliki hak campur tangan dalam kasus ini.
Zhao Jian mengangkat tangannya dan berkata, “Lupakan saja Pangeran Han... dalam dunia beladiri hal seperti ini sudah biasa terjadi. Sekarang yang kutakutkan adalah faksi militer di Kekaisaran Jiang kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan mereka melakukan invasi ke sini yang mengakibatkan jatuh korban jiwa yang tak terbayangkan!”
Zhao Jian yakin pihak militer dan para bangsawan tidak menyukai dirinya, apalagi kini ia telah menjadi menantu Kaisar maka kebencian mereka terhadap dirinya pasti sudah mencapai ambang batas dan akan segera meledak.
“Oh, masalah itu... Yang Mulia Raja telah mengirim pesan dan memintaku membawa tuan Jian ke tempat Beliau. Besok kita akan ke sana, tetapi siapa sangka tiba-tiba Penatua Beast Master malah melakukan serangan secara tiba-tiba!” sahut Pangeran Fang Han tersenyum masam sembari sesekali melirik Jiang Ruo.
Pangeran Fang Han masih memendam perasaan pada gadis cantik yang ternyata istri Pemuda tampan di hadapannya itu, kini ia hanya bisa berharap suatu hari nanti Zhao Jian cepat mati sehingga Jiang Ruo menjadi janda kembang dan saat itulah Kumbang tampan sepertinya akan hinggap menggantikan posisi Zhao Jian.
“Kalau begitu, aku akan istirahat dulu!” seru Zhao Jian sehingga memudarkan lamunan Pangeran Fang Han. “gaoer tadi terluka, sekalian aku ingin memeriksanya juga.”
“Gaoer?” Pangeran Fang Han kebingungan karena ia tidak pernah mendengar nama itu.
Zhao Jian tersenyum dan berkata, “Gaoer adalah nama Beast Anjing berbulu hitam.”
Pangeran Fang Han hanya tersenyum mendengarnya, padahal ia mengira Zhao Jian telah mendapatkan wanita lain di Kerajaan Kura-kura Awan ini.
Jiang Ruo menyuruh Pasukan Naga kembali ke tempat istirahat mereka dan tidak mencampuri masalah yang dihadapi oleh Kerajaan Kura-kura Awan kecuali mereka di serang secara tiba-tiba atau keadaan darurat lainnya.
Jiang Ruo kemudian kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di sebelah Gaoer yang masih tak sadarkan diri walaupun telah diberikan Pil Penyembuhan olehnya.
“Ah, aku tidak sengaja menghancurkan pintunya tadi!” Zhao Jian tersenyum masam ketika memasuki kamar.
“Gaoer sedang pingsan maka Jian gege yang akan berjaga di pintu!” sahut Jiang Ruo dengan ekspresi wajah datar.
“Apaaaaaaaa? Hakim sepertiku berjaga di pintu Rou‘er... apa kata Dunia nantinya?” Zhao Jian menyilangkan kedua tangannya tanda menolak seruan Jiang Ruo.
“Apakah Jian gege tidak masalah kalau istrimu dipandangi lelaki lain saat tidur?” sahut Jiang Ruo sembari menarik selimut menutupi tubuhnya.
“Padahal aku masih ingin ronde berikutnya hingga pagi, ah sepertinya aku bermeditasi saja di dekat pintu!” Zhao Jian berpura-pura sedih dan segera duduk bersila.
“Hmm, padahal yang memohon-mohon agar segera berhenti tadi, siapa ya?” canda Jiang Ruo sehingga ekspresi wajah Zhao Jian menjadi masam, dan ia teringat kejadian beberapa saat yang lalu, kalau bukan karena Violet mengalirkan energi spritual-nya mungkin dirinya akan mati dalam kenikmatan yang kabar itu akan mengguncang Dunia.