
Penatua Yao Qiulin tidak menyangka Zhao Jian begitu murah hati, murid-muridnya tersenyum bahagia karena jumlah Kristal Beast itu sama dengan jumlah mereka, yang berarti Kristal Beast itu untuk mereka.
Murid terbaik Penatua Yao Qiulin segera mendekati Zhao Jian dan menerima Kristal Beast itu.
“Tuan muda Jian tak perlu... eh, dasar murid bodoh, kenapa kau malah menerimanya!” Penatua Yao Qiulin menegur muridnya itu walaupun dalam benaknya ia sangat senang karena muridnya itu langsung memahami maksudnya.
Zhao Jian tersenyum masam dan berkata, “Ini bukan apa-apa kok, aku masih punya banyak Kristal Beast!”
Zhao Jian mengeluarkan Tiga Puluh Beast Beruang yang masih hidup sehingga murid-murid Penatua Yao Qiulin tersentak kaget dan berlari terbirit-birit, ketakutan dengan kehadiran Beast sebanyak itu.
“Ah, aku malah menakut-nakuti mereka he-he-he ....” Zhao Jian menyimpan kembali para Beast Beruang ke dalam Tas Sihirnya bersama dengan Ayam Jago.
Penatua Yao Qiulin juga terkejut melihatnya karena ini pertama kali ia melihat Beast Master yang dapat melakukan kontrak jiwa dengan banyak Beast, di Sekte Bangau Surgawi murid-murid Beast Master hanya dapat melakukan kontrak jiwa dengan satu Beast saja.
“Beast Beruang itu pasti tuan muda taklukkan di Gunung ini, kan?” selidiknya, “beberapa murid-murid kami menghilang setelah bertarung melawan mereka, makanya setiap Penatua wajib mengawal murid yang berburu disekitar Gunung ini. Apakah tuan muda dapat menunjukkan di mana sarang mereka agar aku dapat mengambil kerangka mereka dan memberikan penghormatan terakhir pada mereka!”
“Maaf Penatua Yao... aku sudah membakar semua kerangka manusia yang ada di sarang mereka sebelum pergi,” sahut Zhao Jian mulai gelisah Pria tua ini akan meminta Tas Sihir mereka.
“Kalau begitu tidak apa-apa, semoga saja mereka bereinkarnasi dan menjalani kehidupan lebih baik!” Penatua Yao Qiulin menghela napas dalam-dalam, sementara Zhao Jian semakin gelisah kenapa Pria tua dan murid-muridnya belum juga pergi. “Oh, ya... aku terlalu banyak bicara, maaf tuan muda Jian. Kami akan pamit dulu dan jangan lupa untuk mampir bila melewati Sekte Bangau Surgawi kami.” Dia menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat sebelum pergi.
Zhao Jian juha melakukan hal serupa, saat Penatua Yao Qiulin berbalik badan, Zhao Jian juga menghilang seperti dibawa hembusan angin.
Salah satu murid yang menoleh ke belakang langsung tercengang dan Penatua Yao Qiulin menarik murid itu agar tidak menatap ke belakang lagi.
“Apakah kita akan bertemu dengan senior itu, Penatua?” tanya muridnya yang paling menonjol diantara muridnya yang lain.
“Sosok sepertinya hanya keberuntungan saja yang membuat kita dapat bertemu dengannya, kalian harus berlatih keras agar bisa sepertinya!” sahut Penatua Yao Qiulin tersenyum, “asal kalian tahu... usianya itu baru 21 tahun saja. Aku yakin saat usia 25 tahu dia sudah menjadi Ranah World Master dan Penguasa Dinasti Gu Agung di masa depan!”
Semua muridnya terkejut mendengarnya dan mereka menyesal tidak menyebutkan nama mereka pada Pemuda itu, karena bila ia mengingat nama mereka maka di masa depan bisa saja mereka diangkat menjadi pegawai pemerintah.
Penatua Yao Qiulin tersenyum mendengar jawaban konyol muridnya, hanya satu murid saja yang mengepalkan tinju; yang berarti ia ingin menjadi sosok jenius beladiri seperti Pemuda tadi.
...***...
“Ma-maaf tuan Jian!” Ayam Jago bersujud di hadapan Zhao Jian.
Zhao Jian yang sedang tidak bersemangat hanya melambaikan tangannya tanda bahwa ia memaafkannya.
“Tapi aku mendapatkan lumayan banyak herbal spritual tuan... mungkin ini akan meringankan kerugian tuan Jian!” seru Ayam Jago, karena tuannya itu selalu memikirkan masalah uang setiap saat akibat memiliki banyak Beast yang harus dinafkahi.
Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis dan melihat isi Tas Sihir yang dibawa oleh Ayam Jago.
“Lumayanlah... kukira kau hanya bermain-main saja, ternyata kamu berguna juga selain menjadi tungganganku!” sahut Zhao Jian yang membuat Ayam Jago tersenyum masam karena merasa Zhao Jian menganggapnya lemah. “Kau pulihkan dulu luka-lukamu serta tumbuhkan kembali bulu-bulumu yang rontok itu, sudah kayak Kadal saja kau kutengok,” canda Zhao Jian.
Seminggu kemudian, saat malam Purnama, Huli Jing kemudian berhasil menerobos ke Ranah Paramita dan Dua hati kemudian, Daji juga berhasil mencapai Ranah Paramita.
Dengan peningkatan basis Kultivasi kedua Beast Rubah itu, energi Spritual Zhao Jian ikut meningkat dan ia merasa sudah berada dalam tahap Ranah Paramita tingkat menengah.
Kalau Beast-Beastnya yang lain meningkatkan basis kultivasi mereka maka tak menutup kemungkinan ia akan mencapai Ranah Paramita Puncak dan hanya perlu menyerap Kristal Beast Ranah Paramita untuk mencapai Ranah Immortal.
Setelah Huli Jing dan Daji menstabilkan basis kultivasi mereka, keesokan harinya Zhao Jian melanjutkan perjalanan ke Kota terdekat. Dia harus mencari informasi apakah Dinasti Gu Agung akan melakukan invasi ke Gui Dao lain, sebagai mata-mata Kekaisaran Jiang ia seharusnya mengirim informasi. Namun, hingga kini ia belum pernah mengirim pesan karena tidak ada informasi yang akan dikirim.
...***...
Di Sekte Naga Surgawi, Lu Xiaoran menerima Pesan dari Jiang San Pemimpin Penegak Hukum Sekte Pedang Abadi.
Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis karena tidak menyangka sosok yang paling ia benci malah datang sendiri padanya.
Dia kemudian meminta System Surgawi melukis gambar wajah Zhao Jian dan kemudian meminta murid-murid Sekte Naga Surgawi yang menjadi kaki tangannya untuk melapor padanya bila melihat sosok dalam lukisan itu.
Di tempat berbeda, Ye Mo yang telah menjadi Kaisar langsung mengarahkan Gui Dao-nya mendekati Gui Dao Dinasti Gu Agung setelah mendapatkan informasi keberadaan Zhao Jian dari mata-matanya di Kekaisaran Jiang dan kebetulan juga ia memiliki mata-mata di Gui Dao Dinasti Gu Agung sehingga ia tidak akan kesulitan mencari keberadaan Gui Dao Dinasti Gu Agung.
Agar Zhao Jian tidak menghilang lagi, Ye Mo memerintahkan Klan Yun yang menjadi kaki tangannya di Dinasti Gu Agung untuk mencari keberadaan Zhao Jian.
Dia mengirim lukisan wajah Zhao Jian yang ia dapatkan dari mata-matanya di Kekaisaran Jiang agar Klan Yun tidak kesulitan mencari keberadaan Zhao Jian.