Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang IX



Zui Wei menangkupkan tinju lagi untuk menunjukkan rasa hormat pada Zhao Jian, kemudian ia pergi bersama Patriark Sekte Matahari mengobati Kultivator dari Klan-nya serta Klan lainnya.


Violet tiba-tiba keluar dari Tas Sihir, Kultivator yang berada dibawah pimpinan Zui Wei terkejut melihat kecantikan Violet yang memiliki Sayap di punggungnya itu.


Violet mengabaikan tatapan mereka, ekspresi wajahnya tampak sedih menatap Zhao Jian.


“Tuan Jian... kupu-kupu kecil yang kukirim ke bagian ekor Gui Dao Dinasti Gu Agung melihat pergerakan Kultivator bawahan Ye Mo sedang menuju Kota-kota kecil di sana!” seru Violet.


Zhao Jian terkejut mendengarnya, dan tidak menyangka pihak musuh akan menyebar ke sana. Padahal selama ini mereka selalu fokus melawan Kultivator Dinasti Gu Agung di sisi kanan Gui Dao Dinasti Gu Agung ini.


“Sepertinya dugaan Paman Furong benar, Ye Mo pasti kewalahan menghadapi Lu Xiaoran sehingga ia ingin menggunakan taktik genosida agar Dinasti Gu Agung menyerah!” sahut Zhao Jian menggertak kan gigi, marah karena Ye Mo malah menjadikan penduduk tak berdosa sebagai sasaran.


“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Violet menatap Zhao Jian tanpa berkedip, matanya tampak merah khawatir dengan nasib penduduk tak bersalah tersebut.


Dia juga teringat dengan bocah laki-laki yang ditolong oleh Zhao Jian di Kota Dishan, bocah itu mengatakan ibunya telah lumpuh dan juga memiliki adik kecil yang tidak ada merawatnya di rumah karena dirinya harus mencari makanan untuk mereka.


“Karena pergerakan musuh cukup lambat, mungkin mereka akan sampai ke sana besok,” sahut Zhao Jian berspekulasi mengingat jumlah mereka Ribuan Kultivator dan mereka juga tidak tergesa-gesa karena bagian ekor Gui Dao biasanya memiliki pertahanan paling lemah sebab Kultivator kuat akan dimobilisasi ke ibukota Kekaisaran. “Aku akan menggunakan Jurus meringankan tubuh Langkah Angin, aku yakin besok pagi akan sampai juga di sana!” katanya lagi.


Chen Furong sudah mendengar perbincangan antara Zhao Jian dengan Violet.


“Hakim Surgawi pergi saja menyelamatkan para penduduk itu. Untuk masalah mereka... serahkan saja pada kami,” sela Chen Furong, “tuan Jin Buyi itu orang yang bijak. Aku yakin setelah bangun nanti, dia pasti mau menjadi pengikut Hakim Surgawi!”


Zhao Jian merasa ucapan Chen Furong benar juga, tetapi ia tetap khawatir dengan Chen Long dan Meng Tianzheng yang terlihat berpemikiran keras dan licik.


“Untuk berjaga-jaga bila mereka tidak mau tunduk, aku akan meninggalkan Beast Serigala Iblis dan Kera Putih. Bila mereka melawan, suruh saja keduanya memakan mereka!” seru Zhao Jian sembari mengeluarkan Beast Serigala Iblis dan Kera Putih yang tersenyum lebar menenteng Palu Besar di pundaknya.


Para Kultivator dibawah Ranah World Master tertekan dengan aura kegelapan dari Beast Serigala Iblis.


Zhao Jian tidak menunda-nunda waktu, dia menghilang sesaat setelah angin kencang berhembus.


“Eh, aku ditinggalkan!” Ayam Jago yang berbicara dengan Kultivator muda sembari melebih-lebihkan pencapainnya terkejut melihat Zhao Jian pergi. “Kenapa tuan terlihat tergesa-gesa?” tanyanya pada Beast Kera Putih.


Para Kultivator langsung menjauh dari sekitar mereka karena aroma busuk keluar dari napas Beast Kera Putih yang antusias bercerita pada Ayam Jago dalam bahasa Beast.


...***...


Sekte Naga Surgawi mendapat pesan dari Sekte Bangau Surgawi bahwa musuh melakukan pergerakan ke wilayah mereka.


Penatua, murid-murid Sekte Bangau Surgawi dan murid-murid Sekte disekitar wilayah itu telah dimobilisasi untuk menahan serangan musuh.


Waktu sesingkat itu tidak akan cukup mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman.


Untuk itu, Patriark Sekte Bangau Surgawi meminta agar Sekte Naga Surgawi mengirim bala bantuan.


Dia meminta bala bantuan pada Sekte Naga Surgawi karena sudah mendengar kabar tentang Lu Xiaoran yang memiliki tehnik beladiri Hukum Ruang. Dia dapat berpindah tempat dengan singkat, dengan bantuan Lu Xiaoran maka wilayah ekor Gui Dao Dinasti Gu Agung dapat diselamatkan dari serangan bawahan Ye Mo itu.


Yao Ming yang sedang berjalan menuju ruangan Penatua Penegak Hukum Sekte Naga Surgawi dan mendengar perbincangan para Penatua lain tentang wilayah ekor Gui Dao Dinasti Gu Agung yang akan diserang oleh musuh.


Yao Ming mengepal tangannya, dia sangat sedih kampung halamannya akan diporakporandakan oleh musuh.


“Kenapa kau sangat sedih Bocah? Ayo kita ke sana, kau itu itu ditakdirkan menjadi Pahlawan besar di masa depan dengan bimbingan Leluhurmu ini!” Suara aneh muncul dibenak Yao Ming.


Yao Ming tersenyum mendengarnya, dia hampir lupa memiliki Leluhur yang merupakan salah satu Ranah World Master terkuat pada jaman kekacauan.


Namun, senyuman disudut bibirnya langsung menghilang, Kota Dishan itu sangat jauh dari ibukota. Bagaimana cara dirinya pergi ke sana dengan cepat? Kecuali ia dibantu oleh Lu Xiaoran dan itu tidak mungkin karena saat ini Lu Xiaoran sedang di medan Perang.


Setelah membaca isi pikiran Yao Ming, Leluhurnya kembali mencibirnya karena meragukan kehebatan Kultivator yang telah ikut andil dalam perang yang menyebabkan Dunia tenggelam tersebut.


“Bukankah sudah kuberitahu kalau Jiwa beladiri Prajurit Iblis itu sangat kuat, kalau dulu aku mau... aku bisa melangkah kedua lain dengan Jiwa beladiri Iblis itu. Namun, agar kekuatannya bangkit kamu harus membunuh banyak musuh karena ia akan menyerap esensi kehidupan mereka!” Suara Leluhur Klan Yao menggema di benak Yao Ming.


Awalnya Yao Ming tidak mau menerima warisan Leluhurnya itu karena merasa Jiwa Beladiri Iblis itu adalah tehnik terlarang seperti yang digunakan Ye Mo.


Bila ada yang mengetahui dirinya menyerap esensi kehidupan orang lain, maka seluruh Dunia akan memburunya. Dia tidak akan dapat lagi hidup bahagia dengan adiknya atau menjadi Kultivator yang menegakkan keadilan seperti Zhao Jian.


Namun, Leluhurnya mengatakan, sebuah tehnik beladiri dapat dikatakan baik bila penggunanya menggunakannya di jalan yang benar. Banyak Kultivator yang awalnya sangat baik, tetapi di masa depan malah berubah menjadi pembunuh berdarah dingin.


Leluhurnya juga meyakinkan Yao Ming agar menerima warisannya itu, dia hanya perlu menyerap esensi kehidupan Kultivator jahat saja dan Perang ini adalah kesempatan emas baginya karena Kultivator asing itu ingin menghancurkan tanah airnya.


Setelah merenung sejenak, Yao Ming bertanya, “Bagaimana caraku menuju Kota Dishan, Leluhur?”


Tawah aneh menggema di benak Yao Ming, tawa itu seperti mengandung makna tersirat. “Keluarkan Jiwa beladiri Prajurit Iblis dan bayangkan kamu sedang menebas ruang dan waktu!” sahut Leluhurnya.


Jiwa Beladiri Prajurit Iblis muncul dibelakang Yao Ming, kemudian ia membayangkan Tombak di tangan Jiwa Beladiri Prajurit Iblis bergerak menebas udara kosong didepannya.


Retakan dimensi muncul di hadapan Yao Ming, dia terkejut dan tidak menyangka cara kerja Jiwa Beladiri Prajurit Iblis sangat sederhana sekali karena hanya perlu membayangkan gerakannya.


Penatua Penegak Hukum Sekte Naga Surgawi merasakan Aura mencekam dari luar ruangannya. Aura itu membuat tubuhnya merinding dan detak jantungnya berdebar kencang.