
Sebelum melakukan sidang kilat pada anggota Klan Lin yang tidak ikut menyerang istana Kerajaan Zhao, Zhao Jian kembali menuju bekas Kediamannya yang telah hancur.
Namun, Liu Ruxu malah mengikutinya dan itu membuat Zhao Jian khawatir, karena bentuk Manusia Violet terlalu cantik walaupun masih ada sayap di punggungnya yang membedakan dirinya dengan Wanita Manusia.
“Istriku... kamu tidak perlu ikut denganku dan pergilah ke Kediaman Klan Liu untuk beristirahat.” Zhao Jian ingin membuat Liu Ruxu tidak melihat penampilan Violet dengan bentuk wanita cantik. “Petugas Pengadilan lain juga beristirahatlah... tenang saja, cukup aku sendiri yang akan mengadili anggota Klan Lin yang tersisa!” kata Hakim muda itu pada bawahannya yang lain.
Zhao Fu sangat senang mendengarnya, karena dirinya sudah kelelahan saat bertarung melawan Klan Lin tadi.
“Ayo Paman Chen, kita ke rumah bordil minum arak. Aku ingin menghilangkan mimpi buruk yang terjadi hari ini. Tenang saja, aku yang akan mentraktir Paman Chen dan Petugas Pengadilan senior lainnya!” seru Zhao Fu.
“Aku ikut!” Zhao Que segera merangkul pundak Zhao Fu.
“Ya, bibi boleh ikut!” sahut Zhao Fu, akan tetapi ia bingung melihat Zhao Jian mengedipkan mata padanya. “Ada apa?” Zhao Fu mengangkat bahunya karena tidak mengerti kenapa sepupu yang juga atasannya itu terus mengedipkan mata seperti orang yang kelilipan mata saja.
Zhao Que tersenyum. “Junior Ruxu... ayo ikut bersama kami, mumpung Zhao Fu mentraktir kita!”
Namun, Liu Ruxu menggelengkan kepala dan merangkul tangan Zhao Jian. “Bibi Que duluan saja! Aku akan membantu Jian gege dalam mendata anggota Klan Lin yang tersisa. Kalau Jian gege melakukannya sendiri maka ia akan kelelahan padahal ia baru saja bertarung dengan keras melawan ahli beladiri dari Gui Dao asing dan Klan Lin!”
Zhao Que dan yang lainnya merasa apa yang dikatakan oleh Liu Ruxu memang benar. Sungguh tak elok membiarkan atasan mereka bekerja sendirian, sementara mereka hanya bersenang-senang di luar sana.
“Baiklah, kami juga akan membantu Hakim Jian!” kata Zhao Chen. “Semua Petugas Pengadilan segera menuju Kediaman Klan Lin dan kita akan mengumpulkan mereka semua sebelum Hakim Jian sampai ke sana!” katanya lagi dengan ekspresi wajah serius.
Zhao Jian memasang ekspresi wajah pasrah, karena bawahannya itu tidak memahami kata hatinya. Dengan terpaksa Zhao Jian membawa Liu Ruxu bertemu Violet yang sedang menjaga Jiang Mo dan bawahannya yang telah menyerahkan diri.
...***...
Violet sangat senang melihat Zhao Jian telah datang kembali.
Beast Kupu-Kupu cantik itu segera menjadi ribuan Kupu-Kupu kecil yang melesat ke arah Zhao Jian.
Liu Ruxu bingung, kenapa tiba-tiba ribuan Kupu-kupu mendekati mereka dan ia makin tercengang saat kupu-kupu kecil itu melebur menjadi satu—serta menjadi gadis yang sangat cantik.
Zhao Jian menepuk keningnya dan apa yang ia takutkan ternyata benar-benar menjadi kenyataan. Diapun berpikir bagaimana cara mengatakan kalau gadis cantik dihadapan mereka itu adalah Beast Kupu-Kupunya.
“Aku kembali Nona Ruxu... mulai sekarang Aku akan meringankan beban Nona dalam merawat tuan Jian!” sahut Violet merangkul tangan kiri Zhao Jian.
“Ini?” Wajah Liu Ruxu memerah. “Hubungan antara Manusia dengan Beast itu dilarang! Aku akan mencarikanmu Beast Jantan. Jadi, jangan menggoda suamiku lagi!” teriak Liu Ruxu dengan marah.
Namun, Violet malah menjulurkan lidahnya mengejek Liu Ruxu, sehingga Jiang Mo dan yang lainnya terpaksa menutup mulut mereka agar tidak tertawa—karena takut Zhao Jian malah semakin marah dan menghukum mereka dengan hukuman yang sangat berat.
Zhao Jian tersenyum lebar, karena tiba-tiba mendapatkan pencerahan dalam mengatasi masalah antara istrinya dengan Violet.
“Tenang dulu istriku, lihatlah Pria jelek itu! Aku akan menyerahkan dirinya padamu. Terserah saja apa yang akan kamu lakukan padanya!” seru Zhao Jian sembari menunjuk ke arah Zhu Fan yang terbaring lemah dengan luka di sekujur tubuhnya.
Melihat wajah Zhu Fan, darah Liu Ruxu langsung mendidih saking marahnya karena ia langsung teringat hampir diperkosa oleh Zhu Fan.
Pedang milik Liu Ruxu tiba-tiba muncul di tangannya dan ia segera mengayunkan Pedang itu ke arah leher Zhu Fan.
Jiang Mo dan yang lainnya langsung panik serta berusaha ingin menghentikan aksi Liu Ruxu yang ingin menebas rekan mereka. Namun, Violet langsung menatap mereka dengan tatapan tajam, sehingga mereka langsung mengurungkan niat menghentikan Liu Ruxu.
Zhu Fan menutup matanya dan hanya bisa pasrah saja, serta mulutnya membuat gerakan bibir yang mengatakan ia meminta maaf pada Liu Ruxu.
Bilah Pedang Liu Ruxu berhenti di leher Zhu Fan dan hanya menggores sedikit kulitnya saja, sehingga semua ahli beladiri dari Kekaisaran Jiang segera bernapas lega, karena Liu Ruxu tidak membunuh Zhu Fan.
“Aku sangat lelah, Jian gege... segera lakukan persidangan pada mereka!” seru Liu Ruxu sembari duduk di gundukan tanah dan menengadah menatap langit. Air matanya pun mengalir dengan deras membasahi pipinya.
Zhao Jian menghela napas panjang dan menyeka air mata Liu Ruxu. “Mereka tidak disidang Ruxu‘er, karena mereka akan dijadikan sebagai alat tawar menawar dengan Gui Dao mereka dan aku berharap itu akan berhasil sehingga tidak perlu lagi ada pertumpahan darah!”
Violet terdiam sejenak dan segera menghilang memasuki Kantung Penyimpanan milik Zhao Jian, karena ia tahu kini bukan saatnya untuk bercanda dan juga ia tidak ingin hubungan Zhao Jian dengan istrinya retak gara-gara dia.