Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah XVII



“Ini Tas Sihirnya tuan Jian... he-he-he kita panen besar!” seru Gaoer sembari menggerak-gerakkan ekornya saking senangnya mendapatkan tangkapan menguntungkan dan juga basis Kultivasinya telah naik ke Ranah Saint, kini ia tidak perlu takut lagi pada murid-murid berbagai Sekte yang berburu di hutan tengah ini.


Zhao Jian mengusap kepalanya dan mengeluarkan Kristal Beast Ranah Saint serta Ranah Tianzun hasis buruan Hua Yin dan rekan-rekannya tersebut.


“Kembalikan lagi Tas Sihir mereka ini!” seru Zhao Jian sembari menyimpan Kristal Beast yang ia ambil. “Aku adalah Hakim yang jujur, tidak mungkin aku menjarah harta orang lain. Namun, yang kuambil barusan cuma kompensasi karena mereka melukaiku.” Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis.


Gaoer mengerutkan keningnya mendengar bualan tuannya itu. Dia dengan patuh mengembalikan Tas Sihir yang diambilnya tadi ke murid-murid Sekte Gunung Hua tersebut.


Zhao Jian menghilangkan energi spiritual Racun yang telah melumpuhkan mereka.


Hua Yin dengan ekspresi bingung menatap Zhao Jian. “Kauuuuuu!” Dia sangat terkejut dan ketakutan sehingga ia merangkak menjauh dari dekat Zhao Jian.


Murid-murid Sekte Gunung Hua lainnya juga ketakutan karena Zhao Jian memancarkan Aura Ranah Paramita yang tidak mungkin dapat mereka kalahkan walaupun mereka bersatu melawannya.


“Dengarkan aku... jangan buat aku marah dan meremukkan kepala kalian!” ancam Zhao Jian dengan mengeluarkan sedikit Niat Membunuh menekan mereka.


Hua Yin bersujud di hadapan Zhao Jian, keringat dingin membasahi wajahnya. “Tolong ampuni kami Hakim Jian... aku bersumpah tidak akan mengusikmu di masa depan!”


Zhao Jian mendengus dingin, dia menatap Hua Yin tanpa berkedip kemudian menghela napas panjang.


“Saat aku membaca cerita dongeng, tokoh utama mengalahkan tuan muda sampah maka saudara laki-lakinya akan datang. Namun, bila saudara laki-lakinya itu kalah juga maka seluruh Klan-nya akan marah, tetapi Klan itu dimusnahkan dan leluhur mereka yang telah lama menghilang akan datang dengan penuh kebencian, hmm... intinya adalah bila aku membunuh kalian maka Klan dan Sekte Gunung Hua akan membalas dendam padaku, tetapi aku ini mungkin seperti tokoh utama dalam cerita dongeng itu karena mertuaku adalah Kaisar dan Patriark Sekte Pedang Abadi sudah mencapai Ranah Immortal, takdir kalian sudah pasti akan menyapa Dewa Yama di Dunia Bawah!” Zhao Jian berpura-pura memiliki tokoh hebat di belakangnya, padahal ia tidak yakin Kaisar dan Patriark Sekte Pedang Abadi akan menolongnya di masa depan karena bermusuhan dengan banyak entitas besar.


Membayangkan keluarga dan seluruh Sekte Gunung Hua dihancurkan, Hua Yin langsung berkeringat dingin dan menggertak kan giginya. Dia tidak ingin hal itu menjadi kenyataan dan yang dikatakan oleh Zhao Jian memang benar, mereka lah yang lebih dulu mengusik Zhao Jian dan ternyata dia memang Hakim yang menjunjung tinggi nilai-nilai Keadilan, karena dalam posisi sedang menang begini dia masih mengampuni lawannya.


“Hakim Jian... aku berjanji akan berusaha keras untuk meyakinkan Kakekku untuk menghilangkan kebenciannya padamu. Tolong berikan aku kesempatan melakukannya dan aku juga berjanji tak akan segan-segan menentang mereka bila mereka tetap ingin mengikuti militer dan Klan-Klan yang korup serta tak bermoral itu!” Hua Yin berkata dengan berteriak keras sehingga Zhao Jian hampir melompat mundur saking terkejutnya, padahal ia sedang berakting agar terlihat berwibawa di mata mereka.


“Kami juga Hakim Jian akan mengikuti perintahmu!” sahut murid-murid Sekte Gunung Hua lainnya.


Zhao Jian berdehem dan meletakkan kedua tangannya di belakang, dia melangkah perlahan-lahan sembari membelakangi mereka.


Hua Yin sangat senang mendengarnya walaupun perkataan itu cocok diucapkan oleh para Penatua Sekte, karena usia Zhao Jian masih jauh dibawahnya.


“Hmm, Beast-Beastku sudah mendekat, kalian pergilah atau ....” Belum selesai Zhao Jian berbicara, Hua Yin dan rekan-rekannya langsung melarikan diri karena ketakutan dengan Niat membunuh dari Violet yang semakin mendekat ke arah mereka. “Aku malu mereka mendengar kata-kata mutiara yang kukatakan tadi ha-ha-ha ....” Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai jahat, sehingga Gaoer mengerutkan keningnya.


“Tuannnnnnnnnn!” Huli Jing langsung melompat ke arah Zhao Jian dan memeluknya. “Tuan terluka, di mana yang sakit?” Dia sangat panik karena pakaian Zhao Jian berlumuran dengan noda darah.


“Sensasi ini langsung menghilangkan semua rasa sakit yang kuderita!” sahut Zhao Jian dengan suara pelan tetapi masih terdengar oleh mereka. Wajahnya dibenamkan oleh Huli Jing ke dua buah persiknya yang bergetar lembut tersebut.


“Ara-ara... sepertinya tuan kita semakin mesum saja!” Violet tertawa pelan sembari menutup mulutnya. “Apakah tuan memerlukan melon Violet yang lebih besar untuk bersandar?” candanya lagi.


Gaoer mendengus dingin dan mencibir, “Sepertinya aku harus melaporkan kejadian ini pada nona muda Ruo dan nona Ruxu!”


Daji yang pendiam menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Gaoer.


“Hei, jangan katakan pada mereka, ini adalah kecelakaan yang tidak disangka-sangka,” sahut Zhao Jian segera berdiri dan menjauh dari Huli Jing. Dia menyeka mimisan di hidungnya, “Selamat Violet telah mencapai Ranah Paramita. Gaoer dan Ayam Jago juga yang telah mencapai Ranah Saint!”


Ayam Jago yang berdiri beberapa langkah dari kerumunan Beast betina itu langsung mengepak sayapnya dengan bangga.


“Daji... Huli Jing... kalian juga tetap semangat, aku yakin sebentar lagi kalian juga akan menerobos ke Ranah Paramita!” kata Zhao Jian lagi, lagi pula mereka telah mencapai Ranah Saint Puncak——hanya menunggu momentum yang tepat saja mereka akan naik tingkat Kultivasi juga.


“Oh, ya... tadi kami dikelilingi oleh murid-murid dari berbagai Sekte, tetapi mereka tidak melakukan tindakan apapun sehingga kami mengabaikan mereka dan langsung mencari keberadaan tuan!” seru Violet dengan serius.


“Biarkan saja mereka, mari kita kumpulkan beberapa herbal sebelum Kompetisi Perburuan Hutan Tengah ini ditutup besok!” sahut Zhao Jian.


Basis Kultivasi Beast-Beastnya telah meningkat lagi, maka Zhao Jian harus merogoh sumberdaya yang jauh lebih besar mulai sekarang.


Sepertinya dia tetap akan menjadi satu-satunya Kultivator dan menantu Kaisar yang miskin yang tercatat dalam sejarah.