
Zhao Jian tidak yakin apakah bisa menang melawan Tujuh Ranah Jie Zhu di hadapannya itu, belum lagi pemimpin mereka adalah Ranah Tianzun sementara ia hanya bertiga saja dengan kedua Beast Rubah-nya.
“Setidaknya aku telah berjuang!” gumam Zhao Jian dan tubuhnya melepaskan luapan energi spritual listrik—karena energi spritual angin, Es dan Api bergabung di Dantian-nya.
“Kenapa tiba-tiba energi spritual-nya berubah?” Jiang Fu terkejut melihat luapan energi spritual listrik di tubuh Zhao Jian.
“Karena dia ada Beast Master!” sahut Jiang Mo. “Itulah kehebatan Beast Master, mereka dapat menggunakan energi spritual Beast mereka. Ya, seperti Kaisar kita juga yang bisa menggunakan energi spritual dari Gui Dao!”
Jiang Fu menatap iri ke arah Zhao Jian, mengapa Beast Master sangat beruntung sekali karena bisa menggunakan energi spritual Beast-nya dan juga mendapat peliharaan yang sangat kuat serta cantik-cantik.
“Kalau begitu aku ingin menjadi Beast Master juga!” seru Jiang Fu melesat terbang ke arah Zhao Jian sembari melempar Tombaknya.
“Hei, tunggu! Jangan menyerang sendirian, bodoh!” Jiang Nie memarahi Jiang Fu, karena melawan Zhao Jian secara satu lawan satu hanya akan membuat mereka terluka atau mati.
Jiang Xiaofan dan Zhu Fan adalah contohnya, akan tetapi Jiang Fu terlalu serakah karena menginginkan Beast Rubah milik Zhao Jian makanya ia berinisiatif menyerang lebih dulu.
Jiang Fu mengira menjadi Beast Master itu mudah dengan hanya membunuh tuan Beast tersebut, makanya ia akan bisa membuat kontrak jiwa dengan mereka. Namun, kenyataannya adalah untuk menjadi tuan mereka, ia harus mendapatkan pengakuan dari mereka dan itu pasti sangat sulit bila tuan lama mereka dibunuh—karena mereka akan bertarung hingga mati untuk membalaskan kematian tuan mereka.
Huli Jing yang telah berubah wujud ke bentuk Rubah dewasa dengan bulu-bulu putih yang sangat indah—melepaskan energi spritual es, sehingga tubuh Jiang Fu membeku.
Namun, Jiang Fu meledakkan energi spritual api miliknya, sehingga lapisan es yang menempel di tubuhnya meleleh menjadi air.
Tombak yang dilemparkan oleh Jiang Fu beradu dengan bilah Pedang Keadilan dan Zhao Jian terdorong mundur selangkah, akan tetapi Zhao Jian melepaskan energi spritual es sehingga Tombak itu membeku.
Zhao Jian kemudian melompat ke arah Jiang Fu yang sedang lengah karena baru saja terlepas dari serangan Huli Jing yang membekukan tubuhnya.
Jiang Nie segera datang membantu, dia melempar Payung Hitam yang ia bawa dan kenakan ke manapun ia pergi tersebut.
Payung Hitam itu berputar-putar seperti baling-baling dan saat jarak antara Payung Hitam itu dengan Zhao Jian hanya beberapa langkah lagi; Puluhan Jarum beracun tiba-tiba keluar dari sana dan melesat ke arah Zhao Jian.
Zhao Jian yang hampir menebas Jiang Fu terpaksa mengalihkan tebasannya ke arah Jarum-Jarum beracun itu.
Tornado angin dari bilah Pedang Keadilan memantulkan Jarum-Jarum beracun itu, sedangkan Jiang Fu segera terbang mundur beberapa langkah.
“Sudah kukatakan, melawannya itu harus bersama-sama!” Jiang Nie memarahi Jiang Fu yang langsung tersenyum masam.
Jiang Mo memilih tetap diam dan memperhatikan cara bertarung Pemuda yang sangat ditakuti oleh Lu Xiaoran yang biasanya selalu turun tangan langsung saat menghadapi Gui Dao lain dan menundukkan Gui Dao itu tanpa campur tangan mereka. Namun, entah kenapa saat di Gui Dao Kerajaan Zhao ini, Lu Xiaoran malah bertindak sangat hati-hati.
Saat latih tanding melawan Lu Xiaoran, Jiang Mo dikalahkan hanya dalam sekali serang saja saat basis Kultivasi Lu Xiaoran saat itu Ranah Spirit sementara saat itu ia Ranah Jie Zhu.
Dengan kehebatannya itu, Lu Xiaoran akhirnya ditunangkan dengan Putri Kaisar yang kini berusia Enam Belas Tahun dan rencananya setahun lagi mereka akan menikah—yang membuat semua laki-laki di Kekaisaran Jiang cemburu dengan Lu Xiaoran karena berhasil mendapatkan kecantikan nomor satu di Gui Dao Kekaisaran Jiang tersebut.
Jiang Nie dan Enam Ranah Jie Zhu lainnya segera mengepung Zhao Jian dari segala penjuru, sehingga ia tidak akan bisa melarikan diri.
Jiang Fu melempar Tombaknya ke arah Zhao Jian. “Jangan lukai Kedua Rubah cantik itu!” Dia mengingatkan rekan-rekannya.
Namun, tak ada yang mendengarkan seruannya, Dua Ranah Jie Zhu langsung menyerang Huli Jing yang melepaskan energi spritual es mengelilingi dirinya, Daji dan Zhao Jian.
Booooommmmmmmm!
Asap tebal membumbung ke langit karena berbagai macam energi spritual melesat ke arah Hakim muda Kerajaan Zhao dan kedua Beast Rubah tersebut.
“Sial! Kalian telah membunuh Rubah-ku!” Jiang Fu memarahi rekan-rekannya.
Namun, tiba-tiba dari langit muncul energi spritual yang sangat mematikan, sehingga mereka mengerutkan kening dan berusaha menghindari serangan tersebut.
Selama belajar di Akademi Kerajaan Zhao, Zhao Jian telah membaca banyak buku-buku di perpustakaan dan salah satu buku yang ia baca itu adalah tehnik beladiri.
Dari bilah Pedang Keadilan muncul sambaran Petir berbentuk Naga yang menukik ke arah Jiang Fu dan rekan-rekannya.
“Bagaimana dia bisa kabur dari kepungan kita?” Jiang Nie terkejut.
Saat Huli Jing melepaskan energi spritual es dan membentuk tembok es mengelilingi mereka, Zhao Jian segera menggunakan Langkah Angin melesat ke langit membawa kedua Beast Rubah itu dan asap tebal akibat ledakan serangan gabungan pihak Jiang Nie—membuat tak ada yang menyadari gerakan Zhao Jian tersebut.
...***...
Catatan:
Bulan ini updatenya santai dulu dan bulan depan akan update rutin minimal Dua bab-lah kalau tak ada kesibukan lain. 😁😁