Beasts Master

Beasts Master
Kemunculan Sosok Tampan



Huang Xue mundur selangkah menjauh dari Pria bertubuh kekar yang memonyongkan bibirnya yang tebal ke arah pipi Huang Xue.


Prajurit Kerajaan dibawah pimpinan Komandan Zhao Meng ini sebenarnya sedang ditugaskan memasang Kristal Batu untuk mengaktifkan formasi susunan Bintang. Namun, tiba-tiba mereka melihat Huang Xue sedang berdiri di depan Penginapan, sehingga ide liar muncul di pikiran pemimpin rombongan Prajurit tersebut karena pesona kecantikan Huang Xue telah lama menghipnotis banyak Pria di Kota Canglan, tapi tidak ada yang berani mendekatinya—mengingat identitasnya sebagai Putri Walikota Canglan.


Namun, situasinya kini telah berubah, Huang Taiji telah mati dan Huang Bai itu adalah pemimpin yang lemah serta takut dengan tekanan yang diberikan oleh Hakim Zhao Qihan dan Komandan Zhao Meng—sehingga saat ini adalah kesempatan emas menikmati tubuh indah Huang Xue.


“Kurang ajar kalian, aku akan membunuhmu!” teriak Pengawal pribadi Huang Xue, tapi punggungnya langsung ditebas oleh Prajurit Kerajaan dan mereka langsung tertawa terkekeh-kekeh karena hanya Huang Xue yang tersisa—sedangkan petugas keamanan penginapan telah menjauh dan tidak ingin terlibat dalam masalah mereka.


Huang Xue menangis tersedu-sedu dan merangkak ke arah Penginapan.


“Hei, jangan lari gadis ma—”


Belum selesai Pria bertubuh kekar itu berkata, tiba-tiba saja kepalanya menggelinding ke tanah sehingga Prajurit Kerajaan lainnya terkejut.


“Siapa yang melakukan itu, apa kalian ingin melawan militer Kerajaan Zhao!” teriak salah satu Prajurit sembari memasang kuda-kuda beladiri.


Angin sepoi-sepoi berhembus dari lantai atas Penginapan, saat angin tersebut menyentuh tubuh para Prajurit; mereka langsung tersungkur ke tanah dengan tubuh dipenuhi luka sayatan.


Kemudian sosok tampan berjalan di udara sehingga para Prajurit tercengang melihatnya, sedangkan Huang Xue terpana.


“Apakah dia Hakim Zhao Jian? Hebat sekali, dia berjalan dengan santai di udara!” gumam Huang Xue sembari menyeka air mata yang membasahi pipinya.


Namun, mereka tidak menyadari sebenarnya Zhao Jian berjalan di atas Benang Sutera dari Beast Ulat Ungu, makanya ia berjalan dengan santai dengan tangan di belakang—khas para Sesepuh ahli beladiri kuat di Klan besar.


Petugas keamanan penginapan segera menangkupkan tinju. “Salam Hakim Jian!”


Huang Xue segera berdiri dan menangkupkan tinju juga. “Huang Xue menyapa Hakim Jian dan terimakasih telah menyelamatkanku!”


Zhao Jian tersenyum hangat dan melambaikan tangannya, kemudian ia menatap para Prajurit Kerajaan yang meringis kesakitan.


“Tolong maafkan kami Hakim Jian!” Salah satu Prajurit Kerajaan memaksakan diri berbicara, tetapi sesaat kemudian angin tornado menyapu tubuh mereka—yang langsung hancur berkeping-keping, hanya menyisakan noda darah di tanah.


Huang Xue dan petugas keamanan penginapan mengerutkan kening melihat pemandangan mengerikan tersebut. Mereka tidak menyangka Hakim Zhao Jian ternyata sangat kejam dan tidak mengenal kata ampunan.


Zhao Jian tersenyum cerah untuk menghilangkan suasana tegang, karena Huang Xue dan petugas keamanan menatap dirinya seperti melihat hantu saja—ekspresi wajah mereka tampak pucat dan hampir lupa bernafas.


“Hakim Jian... aku ingin melaporkan—” Huang Xue ingin mengadu pada Zhao Jian, tetapi Zhao Jian malah mengangkat tangannya.


“Kita bicarakan di dalam saja, takutnya di luar sini ada mata-mata yang menguping pembicaraan kita!” sela Zhao Jian.


Huang Xue tersenyum bahagia karena Zhao Jian mau mendengarkan pengaduannya. Dia segera berjalan mengikuti Zhao Jian ke dalam Penginapan.


...***...


Para Prajurit yang dikirim oleh Zhao Meng meletakkan Kristal Batu ke titik-titik formasi susunan Bintang telah kembali ke markas militer Kota Canglan. Namun, ada satu rombongan Prajurit yang belum kembali, sehingga formasi susunan Bintang tidak bisa diaktifkan.


“Apakah ada masalah Saudara Meng?” Zhao Qihan bertanya karena ekspresi wajahnya tampak sangat masam sekali.


“Sepertinya ada yang membunuh Prajurit yang kutugaskan memasang Kristal Batu, mungkinkah mereka ketahuan oleh Hakim Jian?” Zhao Meng berspekulasi.


“Sial! Dia selalu saja menjadi benalu yang menggerogoti kita,” gerutu Zhao Qihan. “Apakah kita serbu saja dengan kekuatan penuh?”


Zhao Meng menggelengkan kepala. “Jangan bertindak gegabah. Dia adalah tuan muda Klan Zhao kita, kalau kabar kita menyerbunya secara terang-terangan sampai ke Ibukota maka nasib kita akan berada di tiang gantungan!” sahut Zhao Meng. “Formasi susunan Bintang ini aku aktifkan untuk berjaga-jaga saja, mana tahu ia berhasil memaksa Huang Bai mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Huang Taiji. Saat dia mencoba mengadili kita, barulah kita menggunakan formasi susunan Bintang mengalahkannya!”


“Ha-ha-ha... rencana Saudara Meng sangat brilian sekali, aku yakin kita pasti memenangkan pertaruhan ini dan membuat reputasi Hakim Jian turun serta kembali ke ibukota dengan wajah tertunduk lesu!” Zhao Qihan tertawa terkekeh-kekeh.