
“Ya, Aku ingin melamar nona muda Ruxu untuk Pangeran Keempat!” sahut Raja Zhao Tian, akan tetapi semua orang tercengang karena hanya ada Pangeran Ketiga yang bersama Raja Zhao Tian.
“Mungkinkah Yang Mulia Raja Zhao salah menyebut nama, tapi Pangeran Ketiga sudah memiliki Selir dari Klan Liu kami?” Patriark Klan Liu kebingungan.
Namun, Pangeran Ketiga malah tertawa terkekeh-kekeh dan menepuk-nepuk pundak Zhao Jian. “Selamat adik bungsu telah mendapatkan wanita tercantik di Kota Tianwu ha-ha-ha ....”
“Adik bungsu?”
Semua orang makin terheran-heran, bahkan Liu Ruxu yang awalnya sedih karena sang penyelamatnya pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun ikutan bingung dan menatap ke arah Zhao Jian.
“Maksudnya Hakim Jian adalah Pangeran Keempat?” Patriark Klan Liu bertanya dengan ekspresi wajah tersenyum cerah, karena yang akan menjadi suami Putrinya adalah Putra dari Raja Zhao Tian serta Hakim muda yang sedang naik daun, di masa depan ia pasti akan menjadi Hakim Agung—yang merupakan pejabat tertinggi Pengadilan Kerajaan Zhao
Setelah Zhao Jian dilahirkan, ibunya meninggal dan kondisinya juga sakit-sakitan, sehingga para Sesepuh Klan Zhao menyarankan agar keberadaannya sebagai Pangeran termuda dirahasiakan dan perawatannya diserahkan pada Pamannya, Zhao Tu dan sejak itu Raja Zhao Tian serta para Pangeran mulai menjaga jarak darinya untuk menjaga agar Zhao Jian tidak diejek sebagai Pangeran tak berguna.
Zhao Jian tersenyum masam, karena tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian. Dia merasa seperti bermimpi saja karena akan menjadi Pemuda paling beruntung, sebab akan menikahi gadis yang terkenal sebagai wanita paling cantik di Kota Tianwu.
“Hmm, entah mengapa aku merasa menjadi Pria paling tampan ha-ha-ha ....” Zhao Jian bercanda untuk menyamarkan kegugupannya.
“Maafkan aku Patriark Liu karena harus turun tangan membantu Putraku melamar nona muda Ruxu,” kata Raja Zhao Tian. “Dia sebenarnya sangat menyukai Nona muda Ruxu dan saking sukanya dia sampai mengintipnya mandi!”
“Eh, dasar babi sialan!” Zhao Jian mengutuk Raja Zhao Tian di dalam hatinya karena hargai dirinya sebagai Penegak Keadilan pasti akan turun ke titik terendah.
Wajah Liu Ruxu memerah, kenapa ia harus menikahi Pemuda mesumm—walaupun awalnya ia mengira Zhao Jian adalah Pemuda baik-baik yang pendiam.
“Bahkan saat ia ditahan di Penjara bawah tanah Gunung Kun Lun, anak ini kabur dari sana untuk menyelamatkan nona muda Liu Ruxu yang terluka parah oleh serangan Beast Ular Piton!” Setelah mengungkapkan sisi buruk Zhao Jian, Raja Zhao Tian juga mengungkapkan sisi baiknya.
Liu Ruxu menitikkan air mata, ternyata Zhao Jian lah yang telah menyelamatkan di Gunung Kun Lun. Dia merasa sangat bersalah, karena hampir mengira Pemuda misterius itu adalah Lu Xiaoran.
Liu Ruxu segera berlari ke arah Zhao Jian dan memeluknya, sehingga semua orang terkejut. Ternyata Liu Ruxu selama ini diam-diam menyukai Zhao Jian juga. Namun, mereka menduga-duga Liu Ruxu tidak berani mengungkapkannya, karena identitas Zhao Jian di Klan Zhao tidak jelas sebab Klan Zhao hanya mengatakan Zhao Jian sebagai tuan muda tanpa menyebutkan siapa orangtuanya.
“Ding!”
Sistem Surgawi Lu Xiaoran berbunyi dan Layar Virtual Sistem Surgawi menampilkan kalau Lu Xiaoran telah gagal menjalankan misi menjadikan Liu Ruxu sebagai wanitanya.
Lu Xiaoran tidak takut dengan ahli beladiri di Dunia ini walaupun tingkat Kultivasi mereka lebih tinggi darinya, karena ia menganggap mereka hanya NPC atau karakter tidak penting seperti di dalam game. Namun, bila ahli beladiri itu berasal dari Dunia lain, maka akan lain ceritanya. Karena orang dari Dunia lain pasti memiliki keberuntungan yang akan sulit dihadapi.
Lu Xiaoran menghela napas dalam-dalam dan berpikir untuk menahan amarahnya, dia harus bertindak dengan hati-hati agar tidak kalah dalam pertarungan ini dan menyelesaikan misi dari Sistem dengan sempurna.
Dia memutuskan menunggu Gui Dao Kekaisaran-nya barulah bertindak dan akan menjadikan Klan Li serta Klan Gu sebagai alat untuk mengukur kekuatan Kerajaan Zhao.
Bila kekuatan musuh ternyata sangat lemah, maka ia akan turun tangan menghancurkan Kerajaan Zhao dan mengambil Liu Ruxu untuknya. Namun, bila Zhao Jian ternyata Harimau yang berpura-pura menjadi Kucing Oren—maka ia akan menyuruh Pasukan Kekaisaran untuk melemahkannya lebih dulu sebelum ia mengeksekusinya dan mengambil Beast Rubah-nya.
“Kenapa tuan Lu tidak membunuh si babi Raja Zhao Tian itu saja? Jangan katakan kalau anda takut padanya? Bukankah tuan Lu itu Ranah Spirit, belum lagi bawahan Anda ada juga Ranah Tianzun—”
Sebelum Gu Chang'an, tuan muda Klan Gu yang menemaninya ke Kediaman Klan Liu bersama Lin Tao selesai berbicara, tiba-tiba tubuh Gu Chang'an meledak dan hancur berkeping-keping.
Lin Tao dan Pemuda dari Klan Lin serta Klan Gu terkejut melihatnya, mereka sangat ketakutan dan hampir lupa bernapas, seolah-olah Pemuda di depan mereka yang memancarkan cahaya keagungan itu berubah menjadi Iblis dari Dunia Bawah.
“Menghancurkan Kerajaan Zhao ini sangat mudah bagiku, itu seperti membalikkan telapak tangan saja. Namun, bila aku melakukannya sekarang, buat apa aku menyerahkan sumberdaya pada kalian kalau kalian tidak bisa menjadi Pion yang tak bisa digunakan?”
Lin Tao dan yang lainnya berkeringat dingin mendengar ucapan Lu Xiaoran dan memilih tak menjawab perkataannya, karena takut ia makin marah—kemudian mereka akan menyusul Gu Chang'an ke alam kematian.
“Jangan ganggu aku mulai sekarang, kecuali Patriark Klan Lin dan Patriark Klan Gu telah selesai melakukan Kultivasi tertutup, karena aku ingin menonton pertunjukan kalian menggulingkan Kerajaan Zhao!” Lu Xiaoran kemudian masuk ke dalam kamar khusus yang disediakan Klan Lin.
Dia memasang formasi pertahanan tingkat tinggi, formasi ilusi, formasi jebakan dan seratus formasi lainnya. Itu semua untuk memastikan keselamatannya karena ia masih beranggapan Zhao Jian mirip seperti dirinya dan patut diwaspadai Zhao Jian akan melakukan serangan diam-diam.
Lu Xiaoran bahkan memiliki pemikiran liar, bahwa Zhao Jian memiliki Sistem Surgawi dan misinya adalah membunuh dirinya sebagai musuh yang mencoba akan mengambil Beast Rubah-nya.
...***...
Zhao Jian di dandani dengan pakaian Pengantin, akan tetapi ia berkali-kali bersin dan merasa ada orang yang menjelek-jelekkan dirinya. Namun, ia berpikir itu wajar, karena Hakim yang jujur itu akan dimusuhi oleh pihak yang kepentingannya terganggu oleh tindakannya.
Pesta pernikahan Zhao Jian dan Liu Ruxu berlangsung meriah, walaupun tak ada tamu dari Klan Lin maupun Klan Gu yang datang. Namun, dengan kehadiran Raja Zhao Tian, itu sudah membuat pesta itu sangat meriah dan menjadi topik pembicaraan di Kota Tianwu.