Beasts Master

Beasts Master
Yan Mo



Zhao Jian tidak menyangka Desa-Desa di wilayah Klan Yan juga telah dihancurkan juga dan ketika mereka melewati Desa Fanrong—Desa terakhir yang dihancurkan oleh Ye Jing. Zhao Jian bertemu dengan penduduk Desa berikutnya yang sedang mengungsi dikawal oleh ahli beladiri berjubah Klan Yan.


Zhao Chen menemui Pimpinan ahli beladiri yang mengawal para penduduk Desa tersebut. Dia menangkupkan tinju di hadapan Pria muda berusia Dua Puluhan tahun dengan basis Kultivasi Ranah Spirit.


“Zhao Chen dari Petugas Pengadilan pusat menyapa tuan muda!” sapa Zhao Chen dengan senyuman hangat.


Awalnya Pemuda itu malas menanggapi sapaan Zhao Chen, tetapi saat menyadari kalau Zhao Chen adalah Petugas Pengadilan dari ibukota, ia segera turun dari kudanya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Padahal awalnya ia mengira Zhao Chen hanyalah Penduduk Desa yang juga ingin mengungsi dan ia tidak memperhatikan basis kultivasi Zhao Chen yang juga Ranah Spirit tersebut, makanya ia malas menanggapi sapaan Zhao Chen.


“Aku Yan Mo, senang bertemu denganmu senior Chen!” Sikap Yan Mo langsung berubah 360°, kini ekspresi wajahnya dipenuhi dengan senyuman. “Apakah senior ingin menuju Kota Lingxi juga, kami akan senang bila senior bergabung dengan rombongan kami. Karena sangat berbahaya bila bergerak dengan sedikit orang, sebab Sekte Underworld kini makin meresahkan dan menyerap esensi kehidupan orang-orang tanpa pandang bulu; baik itu ahli beladiri atau Penduduk biasa, semua diserap olehnya!” Yan Mo berkata tanpa ditanya lebih dulu oleh Zhao Chen.


“Tapi aku curiga yang membunuh mereka bukan Sekte Underworld, karena menurut Saksi mata; Dia bergerak sendirian saja. Kita memang harus berhati-hati karena dia dapat mengalahkan Dua Petugas Pengadilan dengan Ranah Spirit, kemungkinan ia memiliki tehnik terlarang yang mengharuskannya melahap esensi kehidupan orang lain!” sahut Zhao Chen.


Saat di perjalanan tadi, Zhao Que bertanya pada Qingqing seperti apa orang yang menghancurkan Desa mereka.


Qingqing kemudian menjawab kalau yang melakukannya hanya Pemuda tampan seperti Zhao Jian—yang memberikan mereka petunjuk kalau ciri-ciri pelakunya adalah Pria muda berusia 20 tahun dan memiliki tangan mengerikan yang langsung membunuh mangsanya.


Yan Mo terkejut mendengar ucapan Zhao Chen. “Pantas saja, Klan Yan kami kesulitan menemukan keberadaan Pembunuh itu dan malah tim yang kami kirim yang menghilang tanpa ada kabar lagi!”


Yan Mo tidak sabar ingin menyampaikan informasi ini pada Patriark Klan Yan—agar Klan Yan-nya memperkuat penjagaan di Kota Lingxi, karena tidak menutup kemungkinan Pelakunya telah menyusup ke Kota Lingxi dan melakukan pembantaian di sana nantinya.


Yan Mo menatap Zhao Jian yang seumuran dengannya, tetapi aura Pemuda tampan itu jauh lebih berwibawa darinya—sehingga ia langsung menebak kalau Zhao Jian pasti anggota Klan Zhao atau tuan muda mereka.


Dia tersenyum ramah dan menangkupkan tinju pada Zhao Jian yang langsung melambaikan tangan sembari tersenyum juga.


“Oh, dia adalah Hakim Zhao Jian, Hakim termuda di seluruh Kerajaan Zhao!” sela Zhao Chen.


Yan Mo tidak berani lagi mengeluarkan suara, bahkan ia bernafas dengan pelan-pelan agar tidak menyinggung rombongan Zhao Jian.


...***...


“Bos! Ada rombongan Penduduk Desa yang akan mengungsi lagi!” Pria kurus yang memiliki bekas luka sabetan di wajahnya berkata pada Pria Gemuk besar yang duduk di atas batu sembari memakan daging rusa bakar.


Mereka adalah kelompok Bandit yang turun gunung karena situasi kacau di wilayah Klan Yan.


“Apakah ada Prajurit Kerajaan yang mengawal mereka?” tanya Bos bandit tersebut.


Bos bandit itu tidak mau lagi berurusan dengan Prajurit Kerajaan, karena beberapa hari yang lalu mereka mencoba merampok iring-iringan Penduduk Desa yang mengungsi dikawal Prajurit Kerajaan. Namun, setengah bawahannya malah dihancurkan oleh Prajurit Kerajaan dan mereka gagal merampok harta para penduduk Desa tersebut.


“He-he-he... hanya ada beberapa ahli beladiri Klan Yan saja!” sahut Pria kurus itu dan dia tidak memperhatikan keberadaan rombongan Zhao Jian karena mereka tidak mengenakan Jubah Pengadilan.


Zhao Jian sengaja melakukan hal itu supaya orang yang membunuh Zhao Kai dan Zhao Yunfei tidak kabur saat melihat mereka, sehingga ia bisa menghukum Pemuda itu dengan Pedang Zhengyi-nya.


“Ada gadis cantik juga bersama mereka Bos!” Air liur Pria kurus itu langsung menetes saat melihat Zhao Que. “Yah, walaupun ibu-ibu, tetapi kecantikannya tidak kalah dengan gadis-gadis muda. Dan boing-boingnya itu sangat besar ha-ha-ha!” Dia langsung membayangkan membenamkan wajahnya di dada Zhao Que.


Bos bandit itu segera menampar kepala Pria kurus itu. “Bodoh! Cepat pasang jebakan di lereng gunung!”


“Ba-baik Bos!” Pria kurus itu segera berlari ke arah lereng gunung bersama Sepuluh anggota bandit lainnya.


Bos bandit tersebut tersenyum lebar, karena tidak menyangka akan mendapatkan harta dan wanita cantik juga—padahal beberapa hari yang lalu mereka hampir dimusnahkan oleh Prajurit Kerajaan.