Beasts Master

Beasts Master
Kedatangan Lu Xiaoran



Zhao Chen mengabarkan pada Zhao Jian, Pangeran Zhao Yi dan Klan Yan bahwa merpati pesan dengan stempel Pengawal Naga Surgawi baru saja muncul dan tertulis di Surat yang dibawanya bahwa Ye Jing telah mati.


Zhao Jian dan yang lainnya langsung terkejut mendengarnya, karena mereka melihat kalau Ye Jing menggunakan tehnik aneh untuk melarikan diri. Namun, bagaimana bisa Pengawal Naga Surgawi membunuhnya, karena mereka adalah ahli beladiri Ranah Spirit yang bertanggungjawab atas keselamatan Raja Zhao Tian.


“Mungkinkah Ye Jing berpindah tempat ke dalam istana? Sehingga ia digebukin oleh Raja gemuk itu?” Zhao Jian sulit membayangkan bagaimana cara Raja Tian bergerak—karena tubuhnya sangat bulat sekali.


Zhao Jian menyerahkan urusan Politik pada Pangeran Zhao Yi dan memilih kembali ke Kota Tianwu.


Menurut Zhao Chen, penerus tahta Klan Yan jatuh pada Yan Mo—karena Patriark Klan Yan yang lama tewas saat ingin membawa Yan Yan melarikan diri.


Yan Yan sendiri keberadaannya di rahasiakan oleh Klan Yan, karena ia masih menderita trauma mental setelah mengalami kejadian mengerikan yang dilakukan Ye Jing padanya.


Keamanan di Kota Lingxi dipulihkan dengan cepat karena ada Pangeran Zhao Yi di sana dan ia mengadopsi QingQing, gadis kecil yang diselamatkan oleh rombongan Zhao Jian saat melewati Desa di perbatasan wilayah Klan Huang dengan Klan Yan.


Namun, kini Zhao Jian duduk seperti anak ayam yang kedinginan karena di dalam gerbong kereta kuda—ia diapit dua gadis cantik, Zhao Que dan Luo Bing.


“Hei, Bing‘er... kenapa kamu malah ikut dengan gerbong kereta kami? Bukankah tabib Luo menyedikan gerbong kereta kuda untukmu juga?” Zhao Jian keheranan, karena ia tidak bisa tidur di dalam kereta kuda—takut nantinya malah bersandar pada salah satu diantara Dua wanita cantik itu.


Luo Bing yang diutus tabib Lu untuk magang di tempat tabib istana tersebut tersenyum lebar. “Aku takut ada kawanan bandit yang menculikku dan lebih aman bersama dengan sampah nomor dua Akademi, eh... maksudku lebih aman bersama Hakim muda Kerajaan ha-ha-ha ....”


Zhao Jian mengerutkan keningnya dan hanya pasrah saja menerima nasibnya, akan tetapi sepanjang perjalanan mereka bertemu banyak rombongan tuan muda dari Klan kecil dan anak saudagar kaya yang juga menuju Kota Tianwu.


Menurut informasi dari Zhao Chen, mereka ingin mencoba keberuntungan ke acara pemilihan suami dari Liu Ruxu yang akan diadakan beberapa hari lagi.


“Liu Ruxu sangat beruntung sekali ya, dia dibebaskan memilih salah satu dari ratusan tuan muda tampan yang akan menjadi suaminya!” kata Luo Bing yang malah disuruh ayahnya menjadi tabib terkenal lebih dulu barulah mencari suami, karena hanya dia satu-satunya anak dari tabib Luo dan yang akan mewariskan toko obat-obatan miliknya di Kota Lingxi.


“Bagaimana kalau kamu jadi selirku saja, karena di masa depan aku juga akan terkenal sebagai Hakim Penegak Keadilan dan menjadi Hakim Agung Kerajaan Zhao!” canda Zhao Jian sehingga kening Luo Bing mengerut.


“Yah, kamu akan menyesal karena menolak menjadi Selir Pria setampan aku ini, padahal di Kota Tianwu telah antri ribuan wanita cantik yang ingin menjadi Selirku!” Zhao Jian membual, padahal karena terlalu sibuk menjadi Hakim—ia tidak pernah mendekati gadis manapun, karena sebagai tuan muda Klan Zhao—nanti istrinya akan ditentukan oleh Klan Zhao melalui pernikahan Politik dengan nona muda dari Klan lain.


Luo Bing tertawa terkekeh-kekeh karena ia sudah mengetahui sifat Zhao Jian saat di Akademi Kerajaan Zhao. Dia adalah siswa yang penyendiri, begitu juga Zhao Que yang ikut tertawa karena tidak menyangka keponakannya hebat juga dalam hal membual.


...***...


Lu Xiaoran bersama Sepuluh bawahannya tiba di Klan Lin melalui Teleportasi khusus yang disediakan oleh Sistem Surgawi-nya.


Dia meminta pada Kaisar agar mengirim tim kecil lebih dulu untuk menyelidiki Kerajaan Zhao, karena kematian Ye Jing membuatnya khawatir kalau Kerajaan Zhao mungkin memiliki formasi khusus yang dapat membunuh lawan yang basis Kultivasi-nya lebih tinggi, karena tidak semua informasi dari suatu Gui Dao terdeteksi oleh Sistem Surgawi.


Namun, Kaisar malah memerintah Lu Xiaoran yang akan memimpin tim kecil tersebut, karena Kaisar sangat percaya bahwa dirinya lebih hebat dalam menyusun taktik dari pada Prajuritnya.


Mau tak mau, Lu Xiaoran terpaksa menerima misi itu dan menggunakan Poin Surgawi-nya untuk melakukan undian berhadiah pada Sistem Surgawi.


Dia sangat beruntung, karena undian itu adalah informasi dari Klan Lin yang sudah muak pada Klan Zhao dan sedang merencanakan pemberontakan untuk menggulingkan Kerajaan Zhao.


Lu Xiaoran meminta pada Kaisar agar diberikan ahli beladiri Ranah Tianzun dalam tim kecilnya, karena dirinya adalah Manusia dari peradaban maju di Bumi. Dia sudah melihat banyak intrik-intrik Politik, tak ada namanya kawan yang abadi—kecuali kepentingan masing-masing pihak masih terpenuhi. Negara besar tak selamanya berada di pucuk Piramida, Romawi, Mongol Empire, Turki Ottoman, pada akhirnya runtuh.


Maju ke masa yang lebih modern, Amerika Serikat dan Uni Soviet malah mundur dari Negara sekecil Afganistan, sehingga Lu Xiaoran tak mau meremehkan kekuatan Kerajaan Zhao walaupun Sistem Surgawi mengatakan hanya Ranah Spirit lah ahli beladiri terkuat di Gui Dao kecil ini.


“Siapa kalian?” Patriark Klan Lin yang sedang berdiskusi dengan Patriark Klan Gu untuk membahas kerjasama menggulingkan Kerajaan Zhao terkejut dengan kemunculan rombongan Lu Xiaoran.


“Aku adalah orang yang akan mewujudkan impian kalian ha-ha-ha ....” Lu Xiaoran tertawa dan berjalan dengan santai sembari menekan Layar Virtual Sistem Surgawi yang hanya dirinya saja yang dapat melihatnya.


Lu Xiaoran meningkatkan Pesonanya, sehingga para Perempuan akan melihatnya sangat Tampan bak Dewa Yunani, Hermes dan para Pria akan melihatnya sangat berwibawa dengan cahaya emas terpancar dari tubuhnya—sehingga mereka ingin menyembahnya karena terlihat sangat Agung sekali.