
Gaoer mundur ke belakang Zhao Jian dengan ekspresi wajah ketakutan, dia tidak menyangka murid Sekte Gunung Hua itu akan menyerangnya secara tiba-tiba.
Sudut bibir Hua Xuan memancarkan seringai tipis. “Ternyata kehebatanmu bukan hanya rumor saja, aku tidak menyangka gerakanmu sangat cepat lebih cepat dari ayunan Tombakku!”
Kini Hua Xuan mempercayai ucapan Hua Yin kalau Zhao Jian adalah lawan yang sangat kuat dan bila tidak dibereskan saat ini maka di masa depan hegemoni Sekte Gunung Hua akan berada dibawah Sekte Pedang Abadi.
Setelah bilah Pedang Keadilan menangkis bilah Tombak milik Hua Xuan, Zhao Jian mundur selangkah dan memperhatikan sekelilingnya apakah ada celah untuk kabur. Namun, sayang sekali rekan-rekan Hua Yin telah mengepungnya.
Zhao Jian tidak ingin Gaoer terluka, mengingat basis Kultivasinya hanya Ranah Tianzun saja. Dia kemudian memasukkan Beast Anjing berbulu hitam itu ke dalam Tas Sihirnya yang biasanya dihuni oleh Violet, Huli Jing, dan Daji.
Hua Yin mengerutkan keningnya karena terkejut Beast Anjing berbulu hitam milik Zhao Jian tiba-tiba menghilang. Itu bukan Teleportasi atau Jimat kabur, ia yakin energi spiritual Gaoer memasuki Tas Sihir kecil di pinggang Zhao Jian.
Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis. “Tas Sihir itu pasti artefak langka, karena Tas Sihir biasanya tidak bisa menampung makhluk hidup. Bila dipaksakan masuk maka mahkluk hidup itu akan mati seperti manusia fana yang tenggelam dalam air.” gumamnya tertarik dengan Tas Sihir Zhao Jian itu.
Hua Xuan melompat ke arah Zhao Jian sembari menusukkan Tombaknya, Yang Kai yang berdiri di sebelah Hua Yin tidak mau ketinggalan.
Yang Kai menggunakan tehnik meringankan tubuh melesat ke sisi sebelah kiri Zhao Jian, energi spiritual Api menyelimuti bilah Pedangnya.
“Gerakan Pertama Jurus Pedang Api Gunung Hua!”
Dari bilah Pedang milik Yang Kai melesat kobaran Api berbentuk Naga yang hendak menelan Zhao Jian dengan ganas.
Dari Tombak milik Hua Xuan melesat energi spiritual Petir berbentuk Elang, dan langsung memekikkan kicauan gemuruh memekakkan telinga.
Zhao Jian menggertak kan giginya, kemudian memasang kuda-kuda beladiri. Dia kemudian menggunakan gerakan pertama Jurus Pedang Es Abadi.
Dinding es muncul di depan dan sebelah Zhao Jian. Hal itu terjadi karena gerakan pertama Jurus Pedang Es Abadi itu akan membekukan siapapun yang menyentuh bilah Pedang Keadilan. Namun, tadi yang menyentuhnya hanya energi spiritual musuh saja maka yang terjadi hanya muncul dinding es.
Semua murid-murid Sekte Gunung Hua terkejut melihat Zhao Jian dapat meredam serangan gabungan dari Hua Xuan dan Yang Kai.
“Kau pasti telah mencapai Ranah Saint Puncak?” tebak Hua Yin curiga, karena seharusnya energi spiritual Es Zhao Jian akan mencair saat bertemu dengan energi spiritual Api dan tusukan Tombak yang mengandung energi spiritual Petir Hua Xuan juga akan menghancurkan energi spiritual Es tersebut.
Zhao Jian tidak menjawab pertanyaan Hua Yin, sorotan matanya tetap liar karena ia ingin mencari celah untuk kabur. Walaupun dirinya unggul dalam basis Kultivasi, tetapi dikepung oleh banyak murid-murid Ranah Saint tetap akan membuatnya kalah bila mereka menyerang secara bersama-sama.
Hau Xuan sangat kesal Zhao Jian mengabaikan pertanyaannya. Dia kemudian mengirim suara telepati pada semua rekan-rekannya yang memiliki basis Kultivasi Ranah Saint dan meminta rekan-rekan Ranah Tianzun menjauh serta berjaga-jaga agar murid-murid dari Sekte lain tidak menganggu pertarungan mereka.
“Sial!” gerutu Zhao Jian panik.
Pedang Keadilan kembali ia ayunkan secara horizontal dan menggunakan gerakan kedua Jurus Pedang Dewa Mata Angin, kemudian ratusan energi spiritual Angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah depan.
Hua Xuan yang terlanjur maju mengerutkan keningnya, dia terpaksa menghentikan serangannya dan melakukan gerakan menangkis energi spiritual Angin berbentuk bulan sabit yang melesat ke arahnya.
Murid-murid Sekte Gunung Hua yang datang dari arah depan Zhao Jian juga melakukan hal yang sama, karena sangat berbahaya bila tetap memaksa untuk melakukan serangan langsung——mengingat energi spiritual Zhao Jian lebih kuat dari mereka yang baru melangkah ke Ranah Saint tersebut.
“He-he-he... aku yang mendapatkan kehormatan membunuhmu, Hakim Zhao Jian!” Tang San, murid yang berspesialisasi pada tehnik Assassin tiba-tiba muncul di belakang Zhao Jian dengan seringai jahat. “Di Kehidupan berikutnya jangan menjadi orang yang sok suci lagi, ikutilah aturan main Dunia he-he-he!” ejeknya.
“Gawat!” Zhao Jian mengerutkan keningnya, kemudian mengayunkan Pedang Keadilan sembari berbalik badan.
Dua belati panjang yang diselimuti energi spiritual berwarna hitam benturan dengan bilah Pedang Keadilan, tengkorak manusia yang terbentuk dari energi spiritual berwarna hitam itu juga keluar dari bilah belati itu.
Zhao Jian menyelimuti tubuhnya dengan energi spiritual Api sehingga membakar energi spiritual berwarna hitam itu, tetapi benturan energi spiritual yang terlalu dekatnya membuatnya tetap menerima benturan energi spiritual, seteguk darah menyembur dari mulutnya.
Belasan murid-murid Sekte Gunung Hua lainnya telah menyusul Tang San, mereka hanya berada dalam jarak lima langkah lagi. Zhao Jian harus segera menjaga jarak dengan mereka sehingga ia dapat mengatur strategi.
“Gerakan Pertama Jurus Tinju Kingkong Surgawi!”
Zhao Jian mengepalkan tangan kirinya, kemudian meninju dada Tang San yang tidak terlindungi karena kedua tangannya menggenggam Belati.
Tang San terpental, energi spiritual Api berbentuk kepalan tangan berdiameter Lima Tombak juga melesat dari kepalan tangan Zhao Jian——sehingga Tang San langsung tak sadarkan diri, dadanya terluka parah dan tubuhnya juga terbakar.
Murid Sekte Gunung Hua dengan spesialisasi energi spiritual Air langsung memadamkan kobaran api yang membakar Tang San. Dia segera memasukkan Pil Penyembuhan ke dalam mulut Tang San karena denyut jantungnya masih berdetak walaupun sangat pelan.
Belasan murid-murid Sekte Gunung Hua yang hendak menyerang Zhao Jian berhenti melangkah, mereka tampak terkejut melihat apa yang terjadi pada Tang San yang biasanya selalu berhasil mengalahkan lawannya itu, kecuali para murid-murid jenius setiap Sekte tentunya.
“Dia sudah terluka! Jangan berhenti menyerangnya!” teriak Hua Yin. “Yang Kai... Hua Xuan... kalian serang dia setelah yang lainnya menyerang, maka aku akan menyerang setelah kalian. Aku yakin dia tidak akan dapat berkonsentrasi lagi dan kita dapat memberikan luka fatal padanya!” bisiknya.
Hua Yin belum yakin mereka dapat membunuh Zhao Jian dalam sekali serang, tetapi bila ia terus terluka setiap menerima serangan dari mereka maka hanya butuh beberapa batang dupa saja maka Zhao Jian pasti akan mati.
“Baik senior Yin!” sahut Yang Kai dan Hua Xuan sembari memperlambat langkah mereka agar rekan yang lain lebih dulu menyerang Zhao Jian.