
Salah satu bukit kecil di Hutan Tengah hancur berkeping-keping, fluktuasi Aura Ranah Paramita menyebabkan Beast serta binatang buas yang ada di sana kabur ke segala penjuru.
Leluhur Klan Xuan yang bersemayam di Kalung Giok Xuan Ji langsung mengatakan pada Xuan Ji bahwa ada Beast yang baru saja mencapai Ranah Paramita.
Dia juga mengatakan kalau ini adalah kesempatan untuk membunuhnya, karena energi spiritual Beast tersebut masih lemah dan menghabiskan banyak energi spiritual untuk menerobos ke Ranah Paramita tersebut.
Xuan Ji tentu sangat senang, bila ia mendapatkan Kristal Beast itu maka itu dapat membuatnya melangkah ke Ranah Paramita dan meninggalkan Gui Dao Kekaisaran Jiang untuk melakukan petualangan ke seluruh Dunia untuk meningkatkan basis Kultivasinya.
Setelah ia mencapai Ranah World Master, maka ia akan kembali ke Kekaisaran Jiang dan mengakibatkan derajat Klan Xuan menjadi Klan besar yang disegani oleh Klan lain.
“Tunggu apa lagi! Cepat ke sana sebelum kelompok murid-murid lain mendapatkannya lebih dulu!” seru Leluhur Klan Xuan membuyarkan lamunannya yang berandai-andai dikelilingi Harem cantik-cantik saat dirinya menjadi Ranah World Master.
Xuan Ji segera melesat ke sumber aura Ranah Paramita yang berfluktuasi itu. Tak lama kemudian ia sampai ke sana, tetapi Puluhan murid lain juga ke sana dan salah satu kelompok itu adalah kelompok dari Sekte Ketiga terbesar di Kekaisaran Jiang.
Pemuda tampan Ranah Saint menoleh ke arah Xuan Ji, Pemuda itu adalah Jiang Zhaoge yang berasal dari Klan Jiang atau keluarga Kaisar.
“Sepertinya Beast itu tidak asing, di mana aku pernah melihatnya, ya? Apa kau mengenal Beast itu?” Dia bertanya pada Xuan Ji.
Xuan Ji menatap ke arah lubang besar, bekas bukit kecil yang hancur. Dia melihat Dua Beast Rubah sedang menatap tajam ke arah mereka dan satu wanita cantik bersayap ungu sedang bermeditasi dengan mata tertutup.
“Itu adalah Beast Kupu-Kupu tingkat Surgawi? Bagaimana ada di Dunia ini, seharusnya dia berada di Dunia Atas atau mungkin di Dunia Para Dewa!” Leluhur Pertama Klan Xuan terkejut melihat Beast Kupu-Kupu itu.
“Apa maksudnya, Leluhur?” Xuan Ji terkejut mendengarnya.
“Dahulu aku pernah bertemu dengan senior yang berasal dari Dunia lain, dia menyebut masih banyak Dunia di alam semesta ini. Dia menyebut Dunia kita ini Dunia tingkat rendah, untuk memasuki Dunia ini ia terpaksa menurunkan basis Kultivasinya, sedangkan untuk keluar dari Dunia ini katanya maka kita harus mencapai Ranah di atas World Master. Dia menyebut hal itu sebagai Kekangan Hukum Surgawi agar terjadi keseimbangan di alam semesta.” Leluhur Pertama Klan Xuan menghela napas panjang. “Dan Beast yang dapat membuat tubuh Manusia hanya berasal dari tempat itu, aku tidak menyangka itu akan muncul di sini. Mungkinkah Kultivator dari Dunia lain telah datang ke Dunia ini?”
“Hei, kenapa kamu malah melamun?” Jiang Zhaoge membuyarkan perbincangan antara Xuan Ji dengan Leluhurnya.
“Kalau tidak salah Beast itu milik senior Zhao Jian... Dia adalah suaminya tuan Putri Jiang Ruo!” sahut Xuan Ji.
“Pantas saja aku merasa pernah melihatnya!” sahut Jiang Zhaoge.
Violet membuka matanya setelah menstabilkan energi spiritual-nya yang berfluktuasi karena telah mencapai Ranah Paramita.
Tatapannya kemudian tertuju pada murid-murid berbagai Sekte yang sedang mengamati dirinya. Namun, ekspresi wajahnya mengkerut masam karena merasakan energi spiritual tuannya terus melemah.
“Apa kita akan menyerangnya senior Zhaoge?” tanya murid wanita cantik yang berdiri disebelah Jiang Zhaoge.
“Walaupun aku membenci Zhao Jian, kita tidak bisa membunuh Beast-nya karena dia akan menjadi pilar Kekaisaran Jiang di masa depan. Aku juga tidak ingin Jiang Ruo membenciku,” sahut Jiang Zhaoge sembari menghela napas panjang karena gagal mendapatkan Kristal Beast Ranah Paramita.
Kalau dia mendapatkan Kristal Beast Paramita itu maka statusnya di Sekte akan naik menjadi Penatua dan mungkin akan mendapatkan jabatan tinggi di istana Kekaisaran Jiang atau diangkat menjadi Jenderal di Militer.
“Bagaimana denganmu? Kamu juga ingin membunuh Beast itu untuk mendapatkan Kristal Beast, kan?” Jiang Zhaoge bertanya pada Xuan Ji.
“Ah, aku tidak mungkin memiliki niat seperti itu senior Zhaoge... bahkan melawan Dua Beast Rubah itu saja aku pasti kalah!” sahut Xuan Ji berkilah.
Jiang Zhaoge tersenyum tipis, ekspresi itu seakan-akan mengatakan aku tidak percaya dengan ucapanmu.
Xuan Ji segera berpamitan pada Jiang Zhaoge, dia tidak ingin berlama-lama di sana karena takut Jiang Zhaoge akan menyerangnya mengingat mereka berasal dari Sekte berbeda.
***
Zhao Jian terkejut energi spiritual-nya berfluktuasi dan tiba-tiba basis Kultivasinya naik ke Ranah Paramita.
Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis. “Violet pasti telah berhasil mencapai Ranah Paramita. Karena aku sudah berada di Ranah Saint Puncak maka basis Kultivasiku ikut naik juga,” gumamnya.
Zhao Jian menatap Hua Yin yang sedang melompat ke arahnya, dibelakangnya murid-murid Sekte Gunung Hua ikut menyerang secara bersama-sama.
“He-he-he... main-mainnya cukup sampai di sini saja bocah-bocah laknat!” ejek Zhao Jian sembari melepaskan energi spiritual Racun.
Energi spiritual berwarna ungu menyebar seperti kabut asap yang membuat murid-murid Sekte Gunung Hua bertumbangan.
Hua Yin menutup mulutnya dan berhenti bernapas agar energi spiritual racun tersebut tidak melukai organ vitalnya. Namun, Zhao Jian muncul di hadapannya dan meninju dada Hua Yin sehingga tubuhnya terpental sangat jauh, bahkan belasan Pohon besar tumbal hingga tubuhnya berhenti setelah menabrak Batu besar yang juga ikut berlubang membentuk lubang seperti tubuh dengan tangan terlentang.
Zhao Jian mengeluarkan Pil Penyembuhan dari Tas Sihirnya, dia kemudian mengeluarkan Gaoer yang juga naik ke Ranah Saint efek Zhao Jian naik ke Ranah Paramita.
“Ambil semua Tas Sihir mereka!” seru Zhao Jian pada Gaoer, dia menelan Pil Penyembuhan dan mendekati Hua Yin yang masih terlentang di dalam batu besar dengan mulut mengeluarkan busa akibat keracunan. “He-he-he... padahal aku cuma menggunakan dosis rendah agar kalian tidak mati, tetapi siapa sangka kalian malah langsung sekarat!” gumamnya.