Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah XV



Zhao Jian menancapkan Pedangnya ke permukaan tanah, kemudian melepaskan energi spiritual Api dan Angin secara bersamaan.


Tornado Api berputar-putar mengelilingi tubuh Zhao Jian sehingga semua serangan murid-murid Sekte Gunung Hua terpental.


Jiang Ruo, Liu Ruxu dan berbagai murid-murid Sekte yang berada tidak jauh dari pertarungan Zhao Jian melihat Tornado Api yang membumbung tinggi tersebut.


Berbagai spekulasi pun muncul, ada yang menduga itu adalah kekuatan dari Beast Level Saint dan juga yang menduga itu adalah kekuatan dari salah satu murid terkuat dari Sekte besar.


“Apakah itu Jian gege?” gumam Liu Ruxu khawatir, karena mereka baru berpisah dengan suaminya itu dan Zhao Jian juga dapat menggunakan energi spiritual Api serta memiliki energi spiritual Angin.


Jiang Ruo tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Liu Ruxu. “Jangan khawatirkan dia, aku yakin tidak ada murid yang dapat mengalahkannya!”


Liu Ruxu tersenyum tipis, dia pun bernapas lega. Dia juga merasa ternyata Jiang Ruo juga perhatian terhadap Zhao Jian walaupun sikapnya terlihat dingin.


***


Setelah melepaskan dua energi spiritual yang sangat besar secara bersamaan, Zhao Jian pun terengah-engah dan menyeka darah dari sudut bibirnya karena masih ada serangan murid-murid Sekte Gunung Hua itu yang mengenainya walaupun tidak berakibat fatal.


“Gerakan Kedua Jurus Api Gunung Hua!”


Yang Kai muncul di hadapan Zhao Jian, dari bilah Pedangnya melesat energi spiritual Api berbentuk Naga yang hendak menelan Zhao Jian.


“Sial! Biarkan aku bernapas sejenak lah!” gerutu Zhao Jian segera menarik Pedang Keadilan yang tertancap di permukaan tanah dan mengayunkannya secara horizontal ke arah depan. “Gerakan Pertama Jurus Pedang Es Abadi!”


Zhao Jian yakin Hua Xuan juga akan menyerang, karena sebelumnya keduanya selalu berkolaborasi setiap kali bertarung. Dia segera mundur selangkah setelah membekukan serangan dari Yang Kai, kemudian menusukkan Pedang Keadilan ke sisi kiri.


Energi spiritual Petir berbentuk Elang yang gemuruhnya memekakkan telinga muncul dari sisi kiri Zhao Jian.


“Gerakan Kedua Jurus Pedang Es Abadi!” seru Zhao Jian saat menusukkan Pedang Keadilan tersebut.


“Apaaaaaaaa?”


Hua Xuan terkejut dirinya terdorong mundur saat ujung tombaknya berbenturan dengan ujung bilah Pedang Keadilan, bahkan energi spiritual Petir berbentuk Elang dihancurkan oleh energi spiritual Es berbentuk Rubah Putih yang keluar dari ujung bilah Pedang Keadilan.


“Akhirnya kami berhasil membuatmu lengah!” Sudut bibir Hua Xuan memancarkan seringai tipis walaupun dirinya tak dapat melukai Zhao Jian, karena Hua Yin yang terkuat di Sekte Gunung Hua menyerang secara tiba-tiba dari sisi kanan Zhao Jian.


“Mereka tak ada habisnya!” Zhao Jian semakin kesal dan mengerutkan keningnya. “Gerakan Kedua Jurus Tinju Kingkong Surgawi!”


Zhao Jian meninju ke arah Hua Yin dengan tangan kirinya, energi spiritual Api berbentuk Kingkong besar menghadang serangan Hua Yin.


Energi spiritual Api berbentuk Naga melesat dari bilah Pedangnya, setelah itu Tujuh Niat Pedang Api juga melesat; Ketujuh Niat Pedang Api itu terbang ke tujuh arah lebih dulu sebelum melesat ke arah Zhao Jian.


Zhao Jian akhirnya mengerti, kenapa Hua Yin bisa menjadi nomor satu di Kompetisi Perburuan Hutan Tengah sebelumnya, ternyata tehnik beladirinya sangat hebat.


“Sia! Ini berbahaya kampret!” umpat Zhao Jian sembari melepaskan energi spiritual Es membekukan dirinya.


Seluruh tubuhnya tiba-tiba diselimuti oleh Es yang terus menebal hingga beberapa langkah darinya.


Boooooommmmmm!


Dinding Es yang menyelimuti tubuh Zhao Jian hancur berkeping-keping.


Murid-murid Sekte Gunung Hua sangat senang melihatnya dan mereka berharap sosok yang diperintahkan oleh Patriark Sekte untuk dilenyapkan itu akan mati.


“Senior Yin benar-benar hebat sekali, untung saja dia ikut dalam misi ini. Kalau senior Yin tak ada maka kita akan berakhir seperti Tang San!” Salah satu murid wanita bernapas lega tidak terluka setelah melawan Zhao Jian.


“Jangan senang terlalu cepat, lihat dia masih berdiri kokoh setelah mendapatkan serangan dari senior Yin!” sahut murid lainnya sembari mengerutkan keningnya. “Sial! Apakah dia itu Beast Badak? Kenapa kulitnya tebal sekali,” keluhnya.


“Eh, padahal serangan senior Yin itu adalah serangan terkuatnya, bahkan di kompetisi sebelumnya dia tidak menggunakan Jurus Pedang itu saat melawan murid terkuat Sekte Pedang Abadi!” Yang lain ikut terkejut melihat Zhao Jian masih dapat bertahan.


Zhao Jian yang mendengar keluhan mereka langsung mencibir, “Apakah mata kalian rabun? Rasanya sakit sekali bangsattttt!”


Zhao Jian menyeka darah dari sudut bibirnya dan menggenggam erat gagang Pedang Keadilan, berbagai luka ringan juga berbekas ditubuhnya yang membuat pakaiannya berubah menjadi warna merah darah.


“Sekarang aku sangat kesal, ayo maju kalian bocah-bocah kampret! Tubuh siapa yang lebih dulu dibelah?” teriak Zhao Jian dengan tatapan tajam serta melepaskan Niat Membunuh.


Para murid-murid Sekte Gunung Hua mundur beberapa langkah, takut dengan ancaman Zhao Jian.


“Jangan takut, dia sudah sekarat! Bila kita menyerangnya bersama-sama maka dia akan kalah!” seru Hua Yin.


Sudut bibir Zhao Jian menyeringai jahat menatap Hua Yin. “Kalau begitu maju sini! Aku akan membawa sebanyak mungkin dari kalian menuju Neraka he-he-he ....“


Murid-murid Sekte Gunung Hua tak ada yang berani maju lebih dulu, mereka merasa Zhao Jian seperti sedang dirasuki Iblis yang haus darah.


Hua Yin menggertak kan giginya, kesal tak ada yang berani maju. “Ikuti aku!” Dia membentak rekan-rekannya. “Setelah aku menyerang, gunakan serangan terkuat kalian!” katanya lagi.


Hua Yin melompat ke arah Zhao Jian sembari mengayunkan pedangnya, tetapi ekspresi wajahnya tiba-tiba mengkerut masam karena energi spiritual ditubuh Zhao Jian berfluktuasi.