
Bos bandit mengalirkan energi spritual ke telapak tangannya dan mencengkram wajah Yan Mo dengan kuat. “Jangan pikir kau bisa membunuhku dengan mudah! Aku akan membawamu mati bersamaku!”
Yan Mo terkejut, wajahnya terasa sangat sakit dan ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Bos bandit dari wajahnya. Namun, usahanya sia-sia saja sehingga Yan Mo menjadi panik.
“Sial! Aku tidak boleh mati di sini, Aku belum rela tunanganku bersanding dengan laki-laki lain!” gumam Yan Mo sembari melambaikan tangannya agar bawahannya segera datang menolongnya.
Angin lembut tiba-tiba berhembus mengelilingi tubuh Bos bandit. Namun, Bos bandit langsung mengerutkan keningnya karena angin yang mengelilinginya mengandung energi spritual yang sangat kuat.
Dia menatap Zhao Jian yang sudut bibirnya menyeringai menatapnya. “Sial! Ternyata ini ulah bocah itu, dia kuat sekali. Apakah ia berasal dari Klan besar atau Jenderal yang berpura-pura menjadi rakyat jelata?” gerutunya merasa Surga telah mengutuknya karena bertemu musuh yang sangat kuat.
Angin yang mengelilingi tubuh Bos bandit seolah-olah menjadi bilah Pisau tipis dan merobek-robek tubuhnya, sehingga Bos bandit menjerit kesakitan.
Hanya dalam lima tarikan nafas, Bos bandit langsung tumbang tak bernyawa lagi.
Yan Mo meraba wajahnya dan bernafas lega karena hanya goresan kecil saja yang ditinggalkan oleh cengkraman Bos bandit tadi. “Huh... untung saja Aku masih tampan, kalau sampai ketampananku berkurang maka tunanganku mungkin akan membatalkan pertunangan kami!”
Dia kemudian mengambil Kantung Penyimpanan milik Bos bandit dan melukis formasi menggunakan darah milik Bos bandit.
Zhao Jian penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Yan Mo, karena biasanya bila pemilik Kantung Penyimpanan mati tanpa melepas tanda spritual-nya pada Kantung Penyimpanan tersebut, maka Kantung Penyimpanan itu tidak akan bisa dibuka lagi dan Kantung Penyimpanan tersebut akan hancur dengan sendirinya.
“Aku memiliki tehnik formasi yang dapat membuka Kantung Penyimpanan, tetapi akan berkerja bila pemiliknya baru meninggal dan membutuhkan darahnya juga untuk membuat formasi-nya,” sahut Yan Mo dan tiba-tiba Kantung Penyimpanan Bos bandit langsung terbuka.
Zhao Jian terkejut mendengarnya dan berpikir tehnik formasi yang dikatakan Yan Mo itu sungguh hebat sekali. “Bolehkah aku—”
“Tentu saja, Aku akan mempersembahkan Kantung Penyimpanan ini untuk Hakim Jian!” Yan Mo langsung menyela ucapan Zhao Jian.
“Eh, bukan ini maksudku tuan muda Mo,” sahut Zhao Jian sehingga Yan Mo langsung tersenyum masam. “Maksudku adalah bolehkan aku melatih tehnik formasi membuka Kantung Penyimpanan itu.”
“Eh, ternyata begitu ha-ha-ha... tentu dengan senang hati aku akan mengajari Hakim Jian!” Yan Mo berpikir mengajari Zhao Jian tehnik formasi membuka Kantung Penyimpanan termasuk hutang budi juga dan ia hendak mengambil kembali Kantung Penyimpanan ditangan Zhao Jian, tetapi Zhao Jian malah menyimpannya. “Bukankah kamu tidak menginginkan, dasar Hakim serakah!” Yan Mo menggerutu dalam hatinya.
“Ini akan menjadi barang bukti yang akan diserahkan pada Pengadilan!” Zhao Jian memberi penjelasan agar tidak ada yang mengira ia menggelapkan barang bukti, padahal ia adalah Hakim paling tidak bisa disuap dan anti korupsi se Kerajaan Zhao.
Yan Mo hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum dan juga terkejut karena baru kali ini melihat Hakim yang tidak tertarik dengan harta rampasan yang biasanya akan diperebutkan. Dia kemudian berpikir mungkin gara-gara Zhao Jian berasal dari Klan Zhao, sehingga ia tidak kekurangan harta makanya ia bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Sekarang Kuda-Kuda dan gerbong kereta kuda kita telah hancur, maka sekarang kita akan berjalan kaki menuju Kota Lingxi. Kita akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di sana, tetapi kalian tidak perlu khawatir karena kita dilindungi oleh Petugas Pengadilan dari Ibukota!” Yan Mo memuji rombongan Zhao Jian agar mereka terkesan dengan loyalitasnya pada Kerajaan.
Zhao Jian hanya tersenyum karena ia sudah terbiasa melihat tipe orang seperti Yan Mo di Klan Zhao-nya dan ia tidak ambil pusing dengan sikapnya. Kemudian Zhao Jian meminta Petugas Pengadilan membakar tubuh para Bandit agar tidak menarik perhatian binatang buas.
Beasts Ulat Ungu dan Beasts Rubah-nya segera masuk kembali ke dalam Kantung Penyimpanan-nya. Namun, Zhao Jian langsung mengerutkan keningnya karena Beasts Ulat Ungu malah membongkar Kantung Penyimpanan Bos bandit, padahal itu adalah barang bukti yang akan diserahkan pada Pengadilan.
“Hei, Violet jangan bongkar... eh, apa itu?” Zhao Jian terkejut melihat Beasts Ulat Ungu memakan buah yang mengandung energi spritual yang sangat padat.
Zhao Jian berusaha mengingat-ingat buah apa itu. Ketika di Akademi Kerajaan, dirinya adalah murid paling hebat dalam teori bahkan mengalahkan murid Juara satu Liu Ruxu. Namun, ia selalu menjadi nomor Dua terakhir ketika latih tanding dan ujian beladiri.
“Bukankah itu Buah Persik Hutan berusia Ratusan tahun?” Zhao Jian terkejut, karena warna buah Persik itu telah berubah menjadi warna emas dan itu mengandung energi spritual yang merupakan sumber daya langka yang sangat mahal. “Di mana Bandit ini mendapatkannya, ya?” Zhao Jian ingin memindahkan Pohon Persik itu ke halaman Kediamannya—karena Pohon Persik itu juga pasti berusia ratusan tahun serta memiliki buah yang belum matang lainnya.
Namun, Bos bandit telah mati dan ia tidak memiliki petunjuk lain tentang keberadaan Pohon Persik tersebut—sehingga Zhao Jian memilih melupakannya saja dan memilih fokus menghadapi Ye Jing.