Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang VII



Semua orang mengerutkan kening melihat tindakan pengecut Chen Furong, padahal awalnya ia sudah bertindak seperti Pahlawan yang tidak takut mati demi menegakkan keadilan, tetapi di detik-detik terakhir dia malah melarikan diri.


Chen Furong tidak peduli dengan cibiran mereka, dia mengelus janggut putihnya dan tersenyum lebar. “Aku sudah tua, jadi wajar saja aku bertindak sesuai keadaan!”


“Keren sekali!” Ayam Jago mengepakkan sayapnya, takjub dengan tindakan Chen Furong dan ia merasa mereka memiliki kemiripan. Namun, sayang sekali, setelah mencapai Ranah World Master, hanya bulu-bulunya saja yang berevolusi dan tubuhnya semakin berlemak.


Chen Long yang kesal menatap Kultivator yang berasal dari Sektenya. “Apakah masih ada diantara kalian yang ingin bergabung dengan pengecut itu?” tanyanya sembari mengayunkan pedangnya sehingga semua Kultivator Sektenya langsung menggelengkan kepala, padahal sebelumnya banyak yang ingin bergabung dengan Chen Furong.


Merasa diabaikan oleh Zhao Jian, Jin Buyi mengerutkan keningnya. Walaupun kesal, dia tetap bersikap tenang. Pengalamannya sebagai Kaisar telah membuatnya dapat berpikir jernih dalam situasi apapun, dia yakin Zhao Jian hendak membuatnya marah agar dirinya tidak fokus saat bertarung nanti.


“Apakah Lubang Hitam itu hanya pajangan saja? Kapan Hakim Surgawi mulai menyerang, Anda sudah melihat tidak ada lagi yang mau menyerah padamu!” kata Jin Buyi dengan sopan.


Zhao Jian tersenyum, Lubang Hitam itu hanyalah tehnik bertahan yang akan menyerap energi spiritual lawan. Dia tidak memiliki metode menyerang menggunakan energi spiritual kegelapan.


“Baiklah... Penghakiman akan dilakukan pada kalian!” sahut Zhao Jian tiba-tiba menghilang dari pandangan Jin Buyi.


Lubang Hitam di langit menghilang, semua orang menahan napas dan menebak-nebak ke mana perginya Lubang Hitam itu.


Jin Buyi mengayunkan Tombaknya ke arah samping, Naga Api meraung keras dan melesat ke badai tornado yang tiba-tiba muncul.


“Kenapa malah energi spiritual Angin yang muncul? Bukankah tadi Hakim Surgawi itu menggunakan energi spiritual kegelapan?” salah satu Kultivator bawahan Ye bertanya.


Chen Long mendengus dingin dan berkata, “Sepertinya dia menganggap remeh tuan Jin Buyi atau dia belum sepenuhnya memahami tehnik beladiri yang menggunakan energi spiritual Kegelapan!”


Sebagai Penatua Sekte, Chen Long tentu dapat menganalisa pergerakan Zhao Jian.


“Kira-kira siapa yang akan menang?” tanya Kultivator itu penasaran, sebelum Ye Mo muncul di negerinya——Jin Buyi adalah Kultivator terkuat di sana dan dengan kehebatannya itu, tidak ada Gui Dao Asing yang berani mendekati Gui Dao mereka.


Chen Long terdiam sejenak dan merasa energi spiritual Angin Zhao Jian itu sangat kuat. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Sulit memutuskan siapa yang akan menang!”


Semua orang terkejut mendengarnya, padahal Jin Buyi adalah yang terkuat kedua di pihak mereka setelah Ye Mo.


“Aktifkan formasi cangkang kura-kura!” seru Chen Long karena tiba-tiba muncul ledakan energi spiritual yang besar oleh benturan Tombak Jin Buyi dan Pedang Keadilan Zhao Jian.


Perisai raksasa muncul di barisan bawahan Ye Mo, berkat puluhan ribu Ranah World Master yang mengedarkan energi spiritual mereka pada formasi cangkang kura-kura; tak ada yang terdampak oleh ledakan energi spiritual itu.


Chen Long mendekati Meng Tianzheng, mantan Kaisar dari Gui Dao asing yang negerinya telah menghilang setelah ditaklukkan oleh Ye Mo.


“Apa yang harus kita lakukan tuan Meng Tianzheng? Sepertinya Pemuda itu sangat kuat,” bisik Chen Long pada mantan Kaisar yang juga tangan kanan Ye Mo tersebut.


“Kita tunggu sementara dulu,” sahut Meng Tianzheng tersenyum licik. “Bila Jin Buyi terluka parah maka dia akan ditendang oleh Ye Mo dari istana dan aku akan leluasa bergerak di dalam istana. Suatu hari nanti aku akan membunuh Ye Mo dan menjadi Kaisar,” pikirnya.


Kalau Jin Buyi tetap berada di istana maka bila Ye Mo mati, dirinya tidak akan dapat meraih tampuk kekuasaan——karena para Patriark Sekte maupun Klan besar pasti akan mendukung Jin Buyi, apalagi reputasi Jin Buyi di masa lalu sangat baik di mata mereka, sementara dirinya hanya orang asing dengan sedikit pendukung karena Kultivator dari negerinya banyak yang tewas saat menghadapi invasi bawahan Ye Mo.


Ye Mo hanya menyerukan perintah saja dan menikmati gadis-gadis cantik dari negerinya, salah satunya adalah selirnya yang diambil paksa oleh Ye Mo.


Sudut bibir Jin Buyi memancarkan senyuman tipis setelah terhempas beberapa langkah, dia tidak menyangka Pedang Zhao Jian sanggup mendorong bilah Tombaknya.


Meng Tianzheng terkejut melihat Jin Buyi malah tersenyum, padahal selama ini dia selalu bersikap dingin bahkan saat melawan dirinya dulu; Jin Buyi tidak mengucapkan sepatah katapun, kalau Ye Mo tidak mengatakan agar pertarungan dihentikan maka dirinya mungkin telah tewas ditusuk Tombaknya.


“Aku takut, tuan Jin Buyi akan bergabung dengan Pemuda itu,” bisik Chen Long yang juga melihat perubahan ekspresi wajah Jin Buyi.


“Tunggu sebentar lagi, kalau mereka masih imbang maka perintahkan semua menyerang Zhao Jian!” sahut Meng Tianzheng tersenyum masam, niat membunuh merembes dari tubuhnya.


Jin Buyi menyeka darah yang menyembur dari mulutnya, dia kemudian memejamkan matanya.


Kobaran api yang menyelimuti Tombaknya Yang semakin besar, Tombak itu bergetar hebat seperti Harimau yang tidak sabar hendak keluar dari kandang.


“Gerakan Ketiga Jurus Tombak Naga Melahap Langit!”


Jin Buyi melempar Tombak itu tanpa melihat di mana keberadaan Zhao Jian.


Tombak itu berubah wujud menjadi Naga sebesar gunung yang membuat banyak Kultivator muda tercengang, karena baru kali ini mereka melihat fenomena seperti ini.


Meng Tianzheng mengerutkan keningnya, Jurus Tombak inilah yang membuat dirinya kalah telak saat melawan Jin Buyi.


Namun, di mana Zhao Jian? Dia tidak melihat ke mana perginya sosok yang dicari oleh Ye Mo dan mengaku-ngaku sebagai utusan Surga tersebut.


Naga Api sebesar gunung itu melesat ke arah awan tipis di langit.


Zhao Jian sengaja terbang ke langit karena tidak ingin pertarungan mereka membuat formasi cangkang kura-kura hancur sehingga melukai pengikutnya.


Semua orang merasa suhu udara disekitar mereka menurun drastis dan merasa nyaman. Mereka bertanya-tanya siapa yang melakukannya.


“Hakim Surgawi keluar dari awan itu!” teriak seorang Kultivator pengikut Ye Mo yang menengadah menatap langit.


Bongkahan Es sebesar gunung juga muncul dari bilah Pedang Keadilan.


Zhao Jian menggunakan Gerakan Kedua Jurus Pedang Es Abadi, tehnik berpedang itu menusuk ke depan dengan cepat dan mengeluarkan energi spiritual Es pada ujungnya.


Karena Pedang pihak lawan mengandung energi spiritual yang sangat besar, maka secara otomatis Gerakan Kedua Jurus Pedang Es Abadi itu akan menyesuaikan diri.


Gemuruh memekakkan telinga menggema saat Naga Api sebesar gunung itu berbenturan dengan Gunung Es Abadi.