Beasts Master

Beasts Master
Zhao Jian Vs Zhu Fan



“Baiklah! Aku akan bertarung dengan serius melawanmu!” Zhu Fan mengayunkan Kapak yang tiba-tiba mengeluarkan aura kegelapan dan mengabaikan serangan Ranah Spirit Klan Zhao karena tubuhnya sekeras baja—sehingga hanya Ranah Jie Zhu dan Ranah lebih tinggilah yang mampu melukainya.


Zhao Jian juga segera mengayunkan Pedang Keadilan dan melesat ke arah Zhu Fan, dari bilah Pedang Keadilan muncul energi spritual angin berbentuk sabit kecil—yang langsung menyayat tubuh Zhu Fan.


Namun, energi spritual angin itu tak mampu menggores tubuh baja Zhu Fan dan keduanya terhempas mundur beberapa langkah setelah bilah Pedang Keadilan dan bilah Kapak besar Zhu Fan beradu.


“Sial! Energi Spritual Angin-ku tidak berpengaruh padanya, apa yang harus kulakukan?” gumam Zhao Jian berpikir keras sembari memperhatikan di mana titik lemah Zhu Fan.


Zhu Fan memang kuat, tetapi tanpa Jiang Xiaofan, ia tidak bisa mengimbangi kecepatan gerakan Zhao Jian—sehingga serangannya sering tidak mengenai sasaran.


“Oh, ya... tehnik beladiri Divine Martial Arts sangat cocok dipadukan dengan tehnik beladiri Langkah Angin. Aku hanya perlu membuatnya makin jengkel dan marah sehingga ia mengeluarkan energi spritual yang besar!” gumam Zhao Jian tersenyum.


Tehnik beladiri Divine Martial Arts hanya menggunakan sedikit energi spritual, sehingga siapa yang dapat bertahan lebih lama lah yang akan memenangkan pertarungan ini.


“Terus serang dia!” seru Zhao Jian pada Ranah Spirit Klan Zhao.


Liu Ruxu yang belum sadar kalau masih mengenakan telinga kelinci menyerang lebih dulu, energi spritual Es kembali membekukan tubuh Zhu Fan.


“Sial! Kalian seperti parasit saja!” Zhu Fan marah dan meledakkan energi Spritual-nya, sehingga energi spritual Es yang menyelimuti tubuhnya hancur berkeping-keping menjadi butiran salju.


Namun, tiba-tiba Zhao Jian muncul di belakang Zhu Fan dan menebas punggungnya, akan tetapi Kapak besar Zhu Fan menangkis tebasan Pedang Keadilan itu.


Sebuah Tombak mengandung energi spritual api meledak di punggung Zhu Fan, walaupun itu tidak menyakitinya—tetapi itu sangat menjengkelkan, karena merusak konsentrasinya.


Zhao Jian meninju wajah Zhu Fan hingga ia terdorong mundur selangkah dan ia langsung mengayunkan Kapak-nya karena darahnya mendidih saking marahnya; merasa seperti sedang dipermainkan oleh Zhao Jian.


Zhao Jian mundur beberapa langkah sehingga tebasan Kapak Zhu Fan meleset dan menghancurkan permukaan tanah di depannya.


Zhao Jian terus menggunakan taktik gerilya dan Dua batang dupa kemudian, serangan Zhu Fan mulai melemah. Tebasan Pedang Keadilan mulai meninggalkan luka goresan pada tubuh baja Zhu Fan, apalagi makin banyak Ranah Spirit Klan Zhao yang membantu Zhao Jian dengan serangan jarak jauh mereka.


“Sial! Aku tidak bisa bertarung lebih lama lagi? Aku harus meminta bala bantuan!” gumam Zhu Fan mundur selangkah dan mengeluarkan kembang api dari Kantung Penyimpanannya, kemudian ia langsung menembakkan Kembang Api itu ke langit.


Simbol Kapak besar muncul di langit, sehingga Jiang Mo yang diperintahkan oleh Lu Xiaoran untuk membunuh Zhao Jian mengerutkan keningnya, ia tahu simbol dari kembang api itu berasal dari Zhu Fan.


“Jiang Xiaofan telah mati, kini Zhu Fan juga meminta bala bantuan. Apakah Hakim Zhao Jian ini cukup kuat?” Jiang Mo penasaran.


“Apakah kita akan menolong Zhu Fan, senior Mo?” Jiang Nie, anggota wanita Ranah Jie Zhu satu-satunya yang dibawa oleh Lu Xiaoran bertanya.


“Baik senior Mo!” sahut Jiang Nie segera menghilang dari pandangan Jiang Mo.


Jiang Mo juga segera melompat tinggi ke atap Kediaman Klan Lin dan menatap ke arah Kediaman Klan Zhao, tempat pertarungan Zhu Fan melawan Hakim Zhao Jian tersebut.


...***...


Tebasan bertubi-tubi dari Pedang Keadilan akhirnya meninggalkan luka yang cukup dalam pada punggung Zhu Fan, energi Spritual-nya telah melemah. Tidak ada satupun tebasan dari Kapak besar miliknya yang mengenai Zhao Jian yang bergerak sangat lihai seperti belut tersebut.


“Gerakan Kedua Jurus Pedang Dewa Mata Angin!”


Dari bilah Pedang Keadilan muncul ratusan sabit kecil tak kasat mata, karena sabit kecil itu terbentuk oleh energi spritual angin Zhao Jian.


Zhu Fan segera menangkis tebasan Pedang Keadilan Zhao Jian, akan tetapi seluruh tubuhnya disayat-sayat oleh sabit kecil dari energi spritual angin yang keluar dari bilah Pedang Keadilan tersebut.


Zhu Fan menjerit kesakitan dan mundur beberapa langkah, tubuhnya yang besar dipenuhi oleh luka-luka dan pakaiannya juga berubah menjadi warna darah.


“Karena kamu telah melanggar aturan Raja, maka Aku sebagai Hakim memutuskan mengeksekusi mati kamu!” seru Zhao Jian mengayunkan Pedang Keadilan ke arah leher Zhu Fan.


Namun, tiba-tiba sebuah Tombak melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Zhao Jian, sehingga ia terpaksa merubah arah tebasan Pedang Keadilan ke arah Tombak tersebut.


Zhao Jian terdorong mundur beberapa langkah dan Tombak berwarna hitam tertancap di tanah, Pria muda dengan wajah tampan melayang di atas bekas Kediaman Zhao Jian yang telah hancur.


Tatapan Pemuda itu tampak arogan dan sombong, ia melipat kedua tangannya di dada; sesaat kemudian Jiang Mo dan yang lainnya muncul di sebelah Pemuda itu.


Zhao Jian mengerutkan keningnya, karena basis Kultivasi Jiang Mo adalah Ranah Tianzun; satu tingkat di atas Ranah Jie Zhu. Dan Tujuh orang lainnya adalah Ranah Jie Zhu. “Sial! Perbedaan kekuatan kami dengan mereka seperti sekelompok ayam jago yang arogan melawan sekumpulan Elang yang ganas!” Zhao Jian ingin menangis, tetapi itu tidak akan berguna karena tak mungkin mereka merasa kasihan bila ia menangis sembari berguling-guling di tanah.


...***...


Catatan:


Bab-bab awal babang tampan menulis Pedang milik Zhao Jian itu Pedang Zhengyi, akan tetapi akhir-akhir ini ternyata saya malah menulis Pedang Keadilan.


Sebenarnya itu sama saja, karena menurut Google Translate—— Keadilan itu bahasa China Zhengyi 😁😁😁