Beasts Master

Beasts Master
Perangkap Licik



Awalnya Zhao Jian berpikir Lima orang berpakaian hitam yang merusak Perisai Penginapan adalah pencuri biasa, apalagi mereka langsung mundur saat menyadari dirinya memergoki mereka.


Namun, tiba-tiba mereka datang lagi dengan membawa rekan-rekan yang lebih banyak dan hampir semuanya adalah Ranah Paramita seperti dirinya.


Zhao Jian merasa aneh, tidak mungkin orang-orang sekuat mereka menjadi pencuri. “Mungkinkah mereka mengincar Kristal Beast Hiu-ku?” gumamnya berspekulasi, karena hanya itu yang dapat membuat entitas kuat menjadi jahat serta berusaha merebut Kristal Beast Ranah Immortal yang dapat membantu mereka menerobos ke Ranah yang lebih tinggi tersebut.


Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis, setelah menerobos ke Ranah Paramita——dirinya belum pernah bertarung secara serius karena tidak ada lawan latih tanding yang setara dengannya di Sekte Pedang Abadi.


Zhao Jian kemudian berjalan ke arah jendela dan dia juga berkata pada Huli Jing untuk tidak ikut campur. Dia meminta Beast Rubah dengan simbol bulan sabit di keningnya itu untuk fokus bermeditasi menyerap esensi sinar rembulan.


“1, 2, 3 ... 27 Ranah Paramita dan seorang Ranah Saint,” gumam Zhao Jian sembari mengepal tangannya menghitung jumlah musuh yang mendekat tersebut. “Sepertinya kalian sangat kuat dan berpengalaman dalam bidang membunuh!” Karena pakaian yang mereka kenakan itu sering digunakan para Assassin.


Dia kemudian menjentik jari tangannya, kemudian Benang Sutera Putih setipis Rambut melesat ke arah para Assassin itu.


Awalnya hanya satu helai Benang Sutera Putih saja, tetapi saat Benang itu mendekati para Assassin——Benang itu tiba-tiba bercabang seperti tanaman merambat.


“Aaaaaaaaaaa!”


“Awas jebakan!”


Yun Zui memotong Benang Sutera Putih yang hendak melilitnya, dia tidak terperangkap oleh Benang itu karena melesat di belakang rekannya yang lebih dulu terperangkap oleh Benang Sutera Putih sehingga ia berhasil melakukan perlawanan terhadap Benang itu.


Long Teng mengerutkan keningnya karena hampir setengah dari rekan-rekannya terjerat oleh Benang Sutera Putih yang tiba-tiba muncul dari arah jendela kamar Penginapan.


“Apakah ini kekuatan spritual dari Zhao Jian itu? Sepertinya misi ini akan sulit,” gumamnya berusaha menganalisa cara tercepat mengalahkan Zhao Jian sebelum para Penjaga keamanan Penginapan muncul. “Biarkan saja mereka, misi kita adalah menangkap Pria itu baik hidup maupun mati!” serunya pada rekan-rekannya yang berusaha memotong Benang Sutera Putih yang melilit rekannya yang lain.


Yun Zui dan belasan Ranah Paramita yang tidak terkena jerat Benang Sutera Putih segera melesat ke arah Jendela kamar Zhao Jian.


Assassin yang memiliki energi spritual angin melepaskan ratusan belati angin ke arah depan untuk mengamankan jalur mereka agar tidak terkena jebakan lagi.


“Assassin yang cerdas!” gumam Zhao Jian karena Benang Sutera Putih yang ia lepaskan terpotong-potong oleh Sabit Angin itu.


Zhao Jian tidak ingin proses meditasi Huli Jing terganggu, dia kemudian melompat keluar jendela sembari mengalirkan energi spritual Api pada titik meridian di tangannya.


“Gerakan Kedua Jurus Kingkong Surgawi!”


Kobaran Api berbentuk Kingkong raksasa muncul dari kepalan tangan Zhao Jian, raungan Kingkong itu membuat ledakan besar saat berbenturan dengan senjata para Assassin.


Zhao Jian sengaja menggunakan tehnik itu agar para Penjaga keamanan Penginapan menyadari keberadaan Assassin ini. Dia tidak ingin ditagih biaya kerusakan bila para Assassin ini mati atau melarikan diri, kalau Penjaga keamanan penginapan ikut bertarung bersama-sama maka dirinya akan dianggap berusaha mempertahankan diri saja nantinya.


“Hanya satu orang saja yang terkena tinju pamungkasku ini?” gerutu Zhao Jian karena Assassin yang lain langsung menyebar begitu ia muncul di hadapan mereka.


Zhao Jian juga jengkel, Assassin yang menahan tinjunya ternyata memiliki artefak Tameng yang hanya membuatnya terpental beberapa langkah saja.


“Segel Tujuh Bintang!”


Para Assassin melakukan gerakan tangan yang aneh, sesaat kemudian sebelum Zhao Jian sempat bereaksi; dari tangan mereka muncul Rantai yang mengikat tangan, pinggang, dada, kepala dan kaki Zhao Jian.


“Ini?” Zhao Jian terkejut dan langsung berusaha melepaskan rantai yang melilitnya.


Ketujuh Assassin itu menarik Rantai ke arah berbeda sehingga Zhao Jian kesulitan melepaskan ikatan rantai itu.


Yun Zui memudar dalam kegelapan malam tersebut dan muncul di belakang Zhao Jian sembari mengayunkan Belati ditangannya ke arah leher Zhao Jian.


Namun, Zhao Jian telah menyadari keberadaannya, sebelum Belati itu menyentuh lehernya, tiba-tiba saja energi spritual Angin berputar-putar mengelilingi tubuhnya.


“Akhhhhh!”


Belati di tangan Yun Zui terlepas karena energi spritual angin itu mengandung Niat Pedang, kalau ia tidak segera menjauh dari Zhao Jian maka tangannya akan disayat-sayat oleh energi spritual angin yang mengandung Niat Pedang tersebut.


Long Teng menggertakkan giginya, kenapa menaklukkan satu Ranah Paramita saja begitu sulit padahal rekan-rekannya semua juga Ranah Paramita.


Kini ia mengerti kenapa Klan Yun sangat menginginkan pemuda ini mati, sepertinya dirinya dan Klan Yun memiliki dendam yang tidak mungkin didamaikan. Untuk mencegah Pemuda ini bermetamorfosis menjadi entitas kuat yang dapat melenyapkan Klan Yun di masa depan, maka ia harus dihabisi sebelum tumbuh lebih tinggi lagi.


“Gunakan Racun!” seru Long Teng.


Untuk mengalahkan lawan yang sulit diatasi, Kelompok Bayangan selalu melempar Botol berisi asap beracun dan metode ini telah berhasil membunuh banyak target mereka.


Yun Zui segera melempar Botol berisi asap beracun, sedangkan yang lain menelan Pil yang membuat mereka kebal terhadap asap beracun itu.


Karena mereka ingin misi ini selesai dengan cepat sebelum Penjaga keamanan penginapan muncul, mereka segera melompat ke dalam kepulan asap beracun untuk mempercepat pembunuhan Zhao Jian serta mengambil mayatnya.


Lima Assassin yang melompat ke dalam kepulan asap beracun tak kunjung keluar setelah beberapa tarikan napas.


Yun Zui mengerutkan keningnya dan menyadari rantai di tangan rekannya yang menggunakan Segel Tujuh Bintang telah mengendor.


“Gawat!” pikir Yun Zui merasa sesuatu yang berbahaya akan terjadi. “Mundur!” teriaknya sembari menjauh dari sana.


Kepulan asap beracun tiba-tiba lenyap oleh hembusan angin, sosok Zhao Jian tidak terkekang lagi oleh rantai itu.


"Di mana dia?” Long Teng panik.


“Akhhhhhh!”


Zhao menusuk punggung salah satu Assassin dan dengan cepat berpindah ke arah Assassin lainnya, gerakannya sangat cepat seperti Angin sehingga Long Teng sulit menebak ke arah mana ia melesat.


“Gunakan tehnik beladiri terkuat kalian!” teriak Long Teng tak peduli lagi pertarungan mereka akan menarik perhatian Sekte Bangau Surgawi, yang penting sekarang adalah berhasil membunuh Zhao Jian walaupun konsekuensinya membuat mereka tidak akan bisa kabur dari Kota Dishan.


“Teratai Iblis!”


Dua ratus tombak dari permukaan tanah, di atas Yun Zui muncul Bunga Teratai besar yang mengandung energi spritual Api berwarna hitam.


“Mati kau brengsekkkkkkk!” umpat Yun Zui melambaikan tangannya sehingga Teratai itu melesat ke arah Zhao Jian.


“Tujuh Pedang Pembunuh!”


Dari arah berlawanan, Assassin lain melepaskan artefak tingkat tinggi berupa Tujuh Pedang diselimuti oleh energi spritual angin yang akan mengejar lawannya ke mana pun targetnya itu pergi.