Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang VI



Kultivator dibawah Ranah World Master merasa tertekan dengan energi spiritual Kegelapan itu. Mereka tersungkur ke permukaan tanah dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Para Kultivator Ranah World Master segera menggunakan aura Ranah World Master untuk melindungi mereka, karena bila mereka terus dibiarkan tertekan oleh energi spiritual kegelapan Zhao Jian itu maka kesadaran mereka akan hilang dan menjadi gila.


“Dia sangat kuat!” kata salah satu Kultivator Dinasti Gu Agung.


“Apa yang harus kita lakukan, Patriark Zui Wei?” Yang lain bertanya pada Pemimpin ribuan Kultivator yang melarikan diri dari medan Perang itu karena kewalahan melawan hamparan Kultivator bawahan Ye Mo yang tidak ada habisnya.


Zui Wei menatap Zhao Jian dengan seksama, dia bingung membuat keputusan karena Dinasti Gu Agung belum mengirim informasi apakah mendukung tindakan Zhao Jian atau menolaknya.


Menurut prediksinya, tindakan Zhao ini pasti ditentang oleh Dinasti Gu Agung karena tidak akan ada yang mau memaafkan musuh yang telah menghancurkan negeri mereka.


Namun, Zui Wei sebenarnya bukanlah keturunan asli Dinasti Gu Agung. Klan-nya dulu menyerah pada Dinasti Gu Agung setelah Gui Dao mereka dilahap oleh Gui Dao Dinasti Gu Agung.


Setelah berpikir sejenak, ia berpikir lebih baik menyerah saja pada Zhao Jian. Toh, mereka tidak akan menang dengan jumlah Kultivator yang sekarang melawan Zhao Jian yang memiliki pengikut yang lebih banyak dari kelompoknya.


Zui Wei menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata,“ Kami bersedia menjadi pengikut Hakim Surgawi!”


“Patriark Wei... apakah kau ingin berkhianat pada Dinasti Gu Agung?” Kultivator dari Klan lain menyela seruan Zui Wei.


“Kalau kalian ingin mati, maka bergabung saja dengan mereka melawan Hakim Surgawi!” Seorang Kultivator dari Klan Zui membela keputusan yang diambil oleh Zui Wei. “Lagi pula kita tidak akan mungkin menang melawan mereka, lebih baik kita mendukung Hakim Surgawi yang terlihat kuat dan bahkan ia percaya diri menghadapi musuh seseorang diri saja!” katanya lagi dengan suara keras.


Kultivator dari Klan lain itu terdiam, begitu juga yang menolak bergabung dengan Zhao Jian.


Mendengar Zui Wei telah memutuskan menjadi pengikut Zhao Jian, Yu Zheng yang merupakan Patriark Sekte Matahari tersebut menyuruh mereka bergabung ke dalam formasi Cangkang Kura-kura yang dibuat oleh Chen Furong dan rekan-rekannya.


“Tuan Jian... sepertinya tuan harus mengeluarkan Beast-Beast lainnya,” bisik Ayam Jago merasa Zhao Jian tidak akan sanggup mengalahkan bawahan Ye Mo yang jumlahnya sangat banyak itu, pengikut Zhao Jian yang ribuan malah terlihat sedikit bila dibandingkan dengan mereka.


Zhao Jian tersenyum tipis, dia menggelengkan kepala menolak seruan Ayam Jago karena tidak membunuh lawan lagi.


Para Beast-nya tidak dapat mengendalikan kekuatan mereka, sehingga saat bertarung mereka malah menewaskan Kultivator musuh yang sudah kelelahan tersebut karena bertarung ratusan hari tanpa henti.


Seseorang Pria yang berusia empat puluhan tahun terbang mendekati Zhao Jian. Dia menangkupkan tinju sehingga Zhao Jian terkejut, ternyata bawahan Ye Mo masih ada yang tidak arogan.


Hamparan Kultivator bawahan Ye Mo dibelakang Pria itu langsung bersorak gembira.


“Apakah dia yang terkuat diantara mereka?” gumam Zhao Jian, merasa Pria dihadapannya itu masih memiliki energi spiritual yang besar tidak seperti yang lain.


“Dia adalah Jin Buyi, mantan Kaisar dari Gui Dao kami sebelum dikalahkan oleh Ye Mo.” Suara telepati Chen Furong menggema di benak Zhao Jian. “Dia juga satu-satunya Ranah World Master yang dapat bertarung selama satu batang dupa melawan Ye Mo, sebelum ia memilih menyerah karena merasa Ye Mo terlalu kuat dan tidak ingin keluarganya dibunuh oleh pengikut Ye Mo,” katanya lagi.


Sudut bibir Zhao Jian kembali memancarkan senyuman tipis, Jin Buyi adalah lawan yang tepat sebagai pemanasan sebelum melawan Ye Mo.


Jin Buyi mengarahkan Tombaknya ke depan dan senyumannya di wajahnya pun menghilang, digantikan tatapan tajam seperti mata elang.


Energi spiritual Api menyelimuti Tombak itu, sesaat kemudian siluet berbentuk Naga keluar dari bilah Tombaknya.


“Kaisar Jin Buyi akhirnya mau bertarung dengan serius!” kata salah satu Kultivator pengikut Ye Mo.


“Hei, dia bukan Kaisar lagi!” sela yang lain, ekspresi wajahnya terlihat tidak menyukai Jin Buyi.


“Oh, ya, Kaisar kita sekarang adalah Ye Mo. Namun, dia tetap menjadi sosok penting di Gui Dao kita karena jabatannya kini adalah salah satu dari tangan kanan Ye Mo!” sahut Kultivator itu.


“Atau anjing pembunuh lah!” bisik yang lain.


“Hei, berani sekali kau mencibirnya? Apakah kau tidak takut dibunuh!” sahut rekan disebelahnya.


Walaupun jumlah Kultivator bawahan Ye Mo jauh lebih besar dari Kultivator Dinasti Gu Agung, mereka memiliki kekurangan yaitu tidak kompak karena berasal dari berbagai Gui Dao yang ditaklukkan oleh Ye Mo. Itulah yang menyebabkan Dinasti Gu Agung masih bertahan hingga sekarang, karena Kultivator Gu Agung lebih terorganisir dengan baik, mereka tahu kapan waktunya mundur dan melakukan serangan balik.


Sementara bawahan Ye Mo seperti kawanan babi yang grasak-grusuk menerobos ke depan walaupun rekan-rekan mereka berguguran.


“Apakah tidak ada dari kalian yang mau menyerah?” Zhao Jian menatap bawahan Ye Mo yang lain, dia sengaja mengabaikan Jin Buyi yang hendak menyerangnya agar dirinya terlihat sebagai Hakim Surgawi yang sangat kuat.


Kultivator wanita muda yang memapah saudara laki-lakinya mengangkat tangan. “A-aku menyerah!” teriaknya.


Dia tidak ingin mati di medan Perang kejam ini, dia sudah melihat ribuan rekan-rekan satu Sektenya mati dan giliran dirinya yang dipaksa maju ke barisan depan, untung saja pihak lawan memutuskan melarikan diri karena kelelahan melawan pihaknya yang tak ada habis-habisnya tersebut.


Saat pertarungan berhenti akibat kemunculan Hakim Surgawi, dirinya melihat saudara laki-lakinya telah tergeletak dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.


“Kau ingin berkhianat!” bentak Penatua Sekte dari wanita muda itu, dia sangat malu mendengar ucapan muridnya itu——padahal sebelum terjun ke medan Perang ia telah menyuruh mereka bertarung hingga tetes darah terakhir dan pantang mundur atau menyerah pada musuh.


Chen Furong tiba-tiba muncul di hadapan wanita muda yang ketakutan itu. Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis menatap Penatua itu.


“Apakah kau sudah gila Chen Long?” cibir Chen Furong, “apakah kau hendak menghancurkan Sekte kita dengan melenyapkan bibit-bibit muda ini?”


Chen Long mengerutkan keningnya, niat membunuhnya merembes dan ditujukan pada Chen Furong. “Hak apa kau bicara dasar pengkhianat!” sahutnya.


“Dari pada kau menjadi pengikut Iblis Ye Mo, kalian tidak lagi memegang prinsip keadilan yang diamanatkan oleh Sekte!” sindir Chen Furong dengan ekspresi wajah datar, tetapi kata-katanya itu membuat Kultivator muda serta yang lain tergugah hatinya dan diam-diam setuju dengan pendapat Chen Furong.


Chen Long sangat marah mendengar sindiran Chen Furong, dia menghunus pedangnya dan menerjang ke arah Chen Furong. Namun, tiba-tiba Chen Furong telah melarikan diri membawa wanita dan saudaranya yang terluka itu ke dalam formasi cangkang kura-kura.