
Permukaan tanah bergetar hebat, Zhao Jian merasa Gaoer sepertinya mampu menaklukkan Beast-Beast yang mendiami Gua itu karena hanya jeritan kesakitan dari Beast liar itu saja yang terdengar.
Setengah batang dupa kemudian, Gaoer keluar dari dalam Gua. Mulutnya berlumuran darah, begitu juga dengan cakarnya.
Zhao Jian mengerutkan keningnya karena tidak menyangka Beast Anjing berbulu hitam imut ini akan menjadi sangat buas, bahkan tatapan matanya terlihat tajam seperti hendak menerkamnya saja.
“Kerja bagus, Gaoer!” Zhao Jian mengelus kepala Gaoer, barulah niat membunuhnya menghilang dan ekornya bergoyang-goyang ke segala arah karena senang mendapatkan pujian dari tuannya.
Namun, Zhao Jian langsung menghela napas panjang karena Tiga Puluh Beast Beruang yang setara dengan Ranah Spirit, Jie Zhu dan Tianzun telah tergeletak dengan luka-luka mengenaskan. Untung saja detak jantung mereka masih berdenyut pelan.
“Sial! Kau membuatku jatuh miskin nih Gaoer!” gumam Zhao Jian ingin menangis, karena harus merelakan Pil Penyembuhan untuk mengobati luka-luka mereka. “Untung saja Ruo‘er membawaku ke gudang obat-obatan istana, kalau tidak aku terpaksa menjual kalian sebagai hasil buruan!” Dia memasukkan Pil Penyembuhan ke mulut-mulut Beast Beruang itu.
Saat Jiang Ruo mempersilahkan Zhao Jian mengambil apa yang ia butuhkan di gudang obat-obatan istana, Zhao Jian langsung mengambil Seratus Pil Penyembuhan karena berpikir mungkin ia bisa saja menderita luka-luka di negeri orang.
Namun, baru di hari pertama saja di Dinasti Gu Agung, ternyata ia harus mengeluarkan Tiga Puluh Pil Penyembuhan untuk mengobati luka-luka Beast Beruang.
“Kalian hanya punya Dua pilihan!” seru Zhao Jian menatap Beast-Beast Beruang yang baru sadarkan diri.
Tatapan matanya seperti memandang rendah mereka, sudut bibirnya sengaja dibuat terlihat jahat seperti para bandit dan butuh latihan berhari-hari bagi Zhao Jian agar dapat membuat seringai jahat tersebut.
“Pertama jadilah peliharaanku atau ....”
Niat membunuh merembes dari tubuhnya, walaupun tidak mengerikan tetapi karena basis Kultivasinya Ranah Paramita maka itu tetap membuat Beast-Beast itu merasa tertekan.
Beruang bertubuh besar setinggi Lima meter memaksakan diri untuk duduk, kemudian bersujud di hadapan Zhao Jian sebagai tanda kelompoknya rela menjadi peliharaan Manusia di hadapannya tersebut.
“Bagus-bagus... walaupun kalian adalah Beast liar tetapi kalian bijak dalam membuat keputusan!” Zhao Jian menarik kembali niat membunuhnya dan tersenyum lebar. “Baiklah kita mulai proses kontrak Jiwa agar kalian dapat memulihkan diri di dalam Tas Sihir.”
Dia langsung melakukan proses kontrak jiwa dengan cepat tanpa ada kendala karena mereka tidak melakukan penolakan.
“Nah, sekarang saatnya mencari harta karun yang mereka lindungi di sini?” gumamnya sembari memperhatikan sekitarnya, energi spritual Apinya menerangi seluruh Gua yang kini berantakan tersebut karena mereka bertarung melawan Gaoer.
Ada belasan kerangka manusia di sana, yang berarti mereka telah membunuh Kultivator yang mendekati Gua tersebut.
Zhao Jian tidak dapat menyalahkan Beast Beruang atas kematian mereka, karena Beast-Beast itu adalah binatang buas liar yang tidak memiliki pikiran cerdas seperti Manusia, sudah naluri mereka untuk menyerang siapapun yang mengusik mereka.
Zhao Jian mengambil Tas Sihir yang tergeletak di sebelah kerangka itu. Dia menggunakan tehnik rahasianya melepas Segel Tas Sihir itu.
“Kerangka manusia ini ternyata Kultivator wanita!” gumam Zhao melihat isi Tas Sihir itu ternyata ada banyak pakaian wanita. “Lumayan lah... nanti aku akan jual ke pedagang pakaian bekas he-he-he... ternyata ada Pil Immortal juga dan herbal spritual serta Kristal Beast Ranah Spirit. Berarti kemungkinan Kultivasinya adalah Ranah Jie Zhu dan akhirnya terbunuh oleh Beast Beruang Ranah Tianzun!”
Saat memeriksa kerangka manusia yang terakhir, dia terkejut karena menemukan Gulungan Seni Beladiri tehnik berpedang untuk Kultivator yang memiliki energi spritual Petir.
Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis, ini adalah harta karun langka. “Walaupun cuma versi tidak lengkap, tapi lumayan juga masih ada Dua gerakan tehnik berpedang pada Jurus Pedang Guntur ini,” gumamnya sembari mencoba memahaminya.
Zhao Jian duduk di salah satu sudut Gua dan ia mengirim suara telepati pada Gaoer untuk menjaga mulut Gua karena ia hendak bermeditasi sebentar.
Walaupun Zhao Jian tidak memiliki energi spritual Petir, tetapi ia tetap dapat membuat energi spritual yang sangat mirip. Dia hanya perlu menggabungkan energi spritual Api, Angin dan Es yang akan memunculkan energi spritual Petir walaupun tidak sekuat energi spritual Petir yang asli.
Dalam benaknya, Zhao Jian memperagakan Gerakan Pertama Jurus Pedang Guntur. Bilah Pedangnya muncul sengatan-sengatan listrik, saat Pedang itu diayunkan ke arah depan——energi spritual Petir berbentuk Belut Listrik menggeliat dan meluncur bersama dengan ayunan Pedang tersebut.
Zhao Jian terkejut, tidak menyangka walaupun bukan gulungan Seni Beladiri tingkat tinggi, Jurus Pedang Guntur ini termasuk hebat juga. Apalagi dengan Siluet Belut Listrik yang terlihat menggelikan itu. “He-he-he... ini bisa menjadi serangan kejutan yang membuat lawan tersengat walaupun mengkonsumsi banyak energi spritual!” Karena ia harus menggabungkan Tiga energi spritual untuk menciptakan energi spritual Petir.
Zhao Jian membuka matanya, dia tidak buru-buru mempelajari gerakan kedua Jurus Pedang Guntur itu karena Huli Jing dan Daji sedang bermeditasi, kemungkinan besar keduanya akan menerobos ke Ranah Paramita sehingga ia juga harus mengantisipasi serangan mendadak dari musuh yang merasakan keberadaan keduanya.
“Apakah ada kendala selama aku bermeditasi, Gaoer?” Zhao Jian menyapa Gaoer yang berdiri di depan mulut Gua. Namun, tiba-tiba ia merasakan energi spritual Ayam Jago menurun drastis. “Apakah dia bertemu Beast kuat? atau ada Kultivator lain yang berburu di Gunung ini?”
Saat pertama kali mendaki gunung, Zhao Jian tidak merasakan kehadiran Kultivator lain. Wilayah di sekitar mereka juga pegunungan yang tidak berpenghuni apalagi wilayah ini adalah bagian dekat ekor Gui Dao Dinasti Gu Agung. Biasanya bagian ekor itu jarang dihuni karena jauh dari Ibukota yang letaknya dekat dengan bagian Kepala Gui Dao.
Kalau pun ada yang tinggal di wilayah jauh itu, hanya Klan-Klan kecil saja atau penduduk dari Gui Dao yang ditaklukkan.
“Ayo kita cari Ayam Jago! Jangan sampai dia mati, siapa nanti yang akan menjadi tungganganku. Kan, tidak mungkin aku menunggangimu, Gaoer?” kata Zhao Jian yang membuat Gaoer mundur selangkah dan bulu-bulu tubuhnya berdiri. “Jangan takut begitu, aku cuma bercanda!” Zhao Jian tersenyum senang melihat Gaoer ketakutan.
Di sisi lain Gunung tinggi itu, Ayam Jago terus melompat jauh menghindari serangan murid-murid Sekte yang berjumlah Belasan orang. Dia tidak melakukan serangan balik walaupun murid-murid itu hanya memiliki basis Kultivasi Ranah Spirit, karena mereka ditemani Pria tua yang memiliki Aura yang sangat kuat.
Ayam Jago tidak dapat menebak basis kultivasi Pria tua itu, tetapi ia menduga Pria tua itu lebih kuat dari Zhao Jian.
“Soal! Tolong jangan buru aku, dagingku rasanya asin,“ teriak Ayam Jago menangis tersedu-sedu.
“Beast yang sangat menarik, kalian harus mendapatkannya!” seru Pria tua itu pada murid-murid yang ia kawal itu sembari mengelus janggutnya.
“Iya, Penatua! Kami pasti akan menangkapnya!” sahut murid yang paling menonjol diantara mereka dengan semangat.
...***...