
“Ambil saja Paman Yin... bukankah cucu Anda seorang Beast Master? Kebetulan kan dia belum mendapatkan jatah Beast dari Sekte, dengan bantuan tuan Jian maka ia akan dapat melakukan kontrak Jiwa dengan Beast Harimau itu!” sela remaja murid sekte Bangau Surgawi yang awalnya mematung di belakang mereka.
Pria tua itu mengelus janggut putihnya, yang dikatakan remaja itu ada benarnya. Dia sudah mencoba mencari Kultivator yang dapat membantu cucunya melakukan kontrak Jiwa dengan Beast tingkat tinggi, karena di Sekte Bangau Surgawi kemungkinan cucunya hanya dapat melakukan kontrak Jiwa dengan Beast tingkat rendah saja sebab bakatnya menurut Penatua Beast Master di sana biasa-biasa saja, kalau bukan karena koneksinya dengan Penatua itu maka cucunya tidak akan dapat memasuki Sekte Bangau Surgawi.
Zhao Jian merasa secercah harapan telah muncul. “Bawakan ke sini cucumu, Paman... aku akan membantunya melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast Harimau ini!” sela Zhao Jian dengan semangat menggebu-gebu.
Pria tua itu mengangkat tangannya dan tersenyum masam karena merasa Zhao Jian memanfaatkannya. Namun, ini juga kesempatan untuk membuat masa depan cucunya menjadi cerah sebagai Kultivator, karena walaupun basis kultivasinya rendah dan sulit ditingkatkan, Beastnya tetap dapat mencapai Ranah World Master yang menjadikan dirinya sebagai sosok yang disegani di masa depan.
“Kau panggil kemari cucuku ke Puncak Beast dan apa yang ingin kau beli maka aku akan memberikannya secara gratis!” seru Pria tua itu pada remaja murid sekte Bangau Surgawi itu.
“Eh?” Remaja itu terkejut. “Se-sebenarnya aku hendak menjual Kristal Beast untuk biaya pengobatan adikku, Pil yang ia butuhkan seharga 100 Keping Emas!”
“Simpan saja Kristal Beast itu dan aku akan memberikan Pil itu, yang penting sekarang bawakan cucuku kemari dan katakan pada Penatuanya bahwa aku yang menyuruhmu!” sahut Pria tua itu sembari melirik Zhao Jian. “Mana 5000 Keping Emasnya? Kau tidak bermain-main denganku, kan?”
Dia sengaja meminta uang muka lebih dulu karena takut Zhao Jian malah kabur saat cucunya datang atau dia hanya membual saja.
Zhao Jian tersenyum masam, dengan enggan ia menyerahkan 5000 Keping Emas hasil jerih payahnya mengumpulkan herbal spritual dan mendapatkan keberuntungan Tas Sihir serta dana perjalanan dari Kaisar.
“Bisakah tukar—”
“Tidak bisa!” sela Pria tua itu sebelum Zhao Jian selesai mengucapkan niatnya dan dia langsung menyimpan 5000 Keping Emas itu ke Tas Sihirnya agar Zhao Jian tidak berubah pikiran.
Zhao Jian hampir menitipkan air mata melihat kepingan Emasnya memudar menjadi ketiadaan, kemudian terdengar helaan napas panjang seperti tak rela kepingan Emas itu berpindah tangan.
“Yao Ming sangat berterimakasih pada Paman Yin, aku pasti akan membawa Yin Mei kemari!” Remaja murid sekte Bangau Surgawi itu menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa terimakasihnya karena diberikan Pil yang dapat mengobati penyakit adiknya secara cuma-cuma.
Pak tua Yin melambaikan tangan, “Ya, ya... cepat kau jemput saja cucuku!” sahutnya dengan ekspresi wajah datar. Kemudian ia menatap Zhao Jian, “ikuti aku tuan muda Jian!” Dia membawa Zhao Jian ke dalam toko yang ternyata di belakangnya ada halaman yang luas serta sebuah kediaman yang cukup besar.
Pak tua Yin tanpa ditanya mulai bercerita tentang kenapa tokonya terlihat seperti toko kecil yang menjual barang-barang murah. Dia menyombongkan diri bahwa dirinya dulu adalah mafia yang memiliki banyak anak buah dan .... Zhao Jian sampai menguap mendengar ocehannya itu.
...***...
“Tunggu saja aku, Yue‘er... kakak akan membawakan Pil Bulan Malam agar panas dalam tubuhmu mereda,” gumam Yao Ming mengepal tangannya dan melesat dengan kecepatan tinggi menggunakan Pedang terbang. “Kalau Panas itu mereda maka kau akan menjadi jenius beladiri yang memiliki energi spritual Api Biru pertama di Kota Dishen,” pikirnya tersenyum bahagia.
Tak lama berselang, Yao Ming sampai di gerbang masuk Sekte Bangau Surgawi. Dia mendarat di depan gerbang dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada murid senior yang berjaga di gerbang masuk.
“Kau sudah mendapatkan Pil Bulan Malam itu, Yao Ming? Jangan sampai gadis secantik Yue‘er malah terbakar oleh kekuatannya sendiri!” seru senior yang berjaga di gerbang masuk tersebut.
Yao Ming mengerutkan keningnya dan mengepal tangannya kesal mendengar cemoohannya itu. Namun, ia segera menenangkan amarahnya karena tahu bila ia berkelahi dengan seniornya itu maka ia akan kalah dan justru membahayakan keselamatan adiknya karena terlambat memberikan Pil Bulan Malam untuk meredakan panas pada adiknya yang terus meningkat.
“Hei, kau!” gerutu seniornya itu kesal diabaikan oleh Yao Ming, padahal biasanya ia akan marah dan mengajak duel siapapun yang mengejek adiknya walaupun berakhir dengan babak belur. Untung saja Penatua Yao Qiulin selalu membelanya dan menghukum murid-murid yang merundungnya sehingga perundungan padanya berkurang. “Kenapa dia malah ke Puncak Beast? Apakah dia tidak takut dihajar oleh murid-murid sana yang suka menindas murid-murid lain?” Dia keheranan.
“Bukankah kau juga sama saja? Buktinya kau mencibir Yao Ming!” sahut rekannya.
“Ha-ha-ha... kau juga begitu kok, ya memang yang kuat menindas yang lemah dan kita juga kalau bertemu murid-murid Pelataran dalam maka kita akan menundukkan wajah seperti anjing yang kedinginan. Huh, nasib-nasib ....”
Keduanya pun tertawa, tetapi langsung terdiam saat gadis remaja cantik yang mengendarai Kuda Putih memasuki Sekte.
Gadis remaja itu merupakan murid Pelataran Dalam makanya mereka langsung menaruh hormat agar tidak menyinggungnya.
Sementara itu, Yao Ming memanggil Yin Mei yang hendak pergi bersama Penatua di Puncak Beast untuk melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast tingkat rendah yang disediakan oleh Sekte Bangau Surgawi.
Di Dinasti Gu Agung, Beast Master hanya dapat melakukan Kontrak Jiwa dengan Satu Beast saja, sehingga para Beast Master harus berpikir matang untuk memutuskan Beast apa yang akan melakukan Kontrak dengan mereka, karena itu adalah pertaruhan terhadap masa depan mereka sebab tak lagi Kontrak Jiwa kedua atau berganti Beast ditengah jalan.
“Dasar Anjing dari mana yang berani membuat keributan di Puncak Beast kami ini?” cibir murid Pria Puncak Beast menghadang Yao Ming yang hendak mendekati Yin Mei.
“Aku disuruh oleh Paman Yin untuk memanggil Yao Ming dan membawanya ke Toko karena Beliau telah menemukan sosok hebat yang dapat membantu nona Mei melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast tingkat tinggi!” sahut Yao Ming cemas Yin Mei tidak mendengar panggilannya.
Murid-murid yang menghadang Yao Ming tertawa terkekeh-kekeh karena merasa ia sedang berkata lelucon konyol, karena tidak mungkin Yin Mei yang memiliki bakat rendah dapat melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast tingkat tinggi.
Penatua yang mendampingi Yin Mei untuk melakukan kontrak jiwa mendengar ucapan Yao Ming, dia tertegun sejenak dan merasa Yao Ming berkata jujur.
Dia penasaran dari mana Pak tua Yin menemukan sosok hebat itu. Dia juga sudah mendengar kabar kalau Pak tua Yin bersahabat dengan Pemimpin Puncak Beast, kalau ia mengabaikan seruan Yao Ming dan diketahui oleh Pemimpin Puncak Beast maka dirinya mungkin akan dimarahi apalagi sampai Yin Mei gagal melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast tinggi.
“Ada apa Penatua?” tanya Yin Mei keheranan Penatua itu berhenti melangkah. Yin Mei tidak mendengar suara teriakan dari Yao Ming yang memanggilnya.
“Pemuda itu mengatakan kalau Kakekmu telah menemukan sosok hebat yang dapat membantumu melakukan kontrak jiwa dengan Beast tingkat tinggi!” sahut Penatua itu sehingga Yin Mei tersenyum cerah.
“Betulkah? Apa aku boleh pulang kalau begitu, Penatua?” sahut Yin Mei tak sabar ingin bertemu sosok hebat yang dikatakan oleh Yao Ming itu.
“Jangan senang dulu, aku akan mendampingimu ke sana karena bisa saja dia ingin menjebakmu!” kata Penatua itu. “Bawakan dia kemari!” katanya lagi pada murid-murid yang menghadang Yao Ming.
Mendengar seruan Penatua itu, mereka pun membawa Yao Ming padanya. Mereka juga berbisik pada Yao Ming kalau dia beruntung ada Penatua yang menolongnya, karena mereka sebenarnya hendak menghajarnya hingga babak belur dan bila diperiksa oleh Penegak Hukum Sekte maka mereka tinggal berkilah kalau Yao Ming menerobos tanpa ijin ke dalam Puncak Beast.
Yao Ming menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Penatua di sebelah Yin Mei itu. Namun, sebelum ia menyapanya, tiba-tiba tubuhnya dibalut oleh energi spritual Angin dan berpindah ke punggung Beast Elang Putih yang merupakan Beast tingkat menengah atau Beast itu hanya dapat mencapai Ranah Immortal saja selama hidupnya.
“Aku ingin melihat Pembual dari mana lagi yang ditemukan oleh Pak tua Yin itu!” cibir Penatua Ranah Immortal itu sembari meminta Beastnya untuk terbang menuju kediaman Pak tua Yin.