
Zhao Jian terkejut mendengar ucapan Pangeran Pertama kalau dirinya akan dinikahkan dengan mantan tunangan Lu Xiaoran yang merupakan Putri Mahkota Kekaisaran Jiang.
“Bagaimana bisa ayah membuat keputusan ini tanpa berdiskusi dulu denganku dan istriku?” Zhao Jian yakin Liu Ruxu pasti sangat sedih dengan keputusan ini, apalagi statusnya akan menjadi Selir. “Kenapa tidak kakak pertama atau kakak ketiga saja yang menikahi tuan putri itu?” katanya lagi.
Pangeran Ketiga yang ikut menemani Pangeran Pertama bertemu Zhao Jian dan istrinya langsung batuk-batuk ringan.
“Aku sih mau saja walaupun istriku sudah tiga. Namun, masalahnya adalah Kaisar Jiang Long memasukkan syarat perdamaian itu dengan menikahkanmu dengan putrinya!” sahut Zhao San sembari menghela napas panjang.
Zhao Jian menjambak rambutnya sendiri, kepalanya menjadi pusing—padahal nasib jutaan penduduk Kerajaan Zhao akan terselamatkan bila ia menerima syarat perdamaian itu.
“Aku bersedia menjadi Selir! Kita harus mengutamakan nasib jutaan penduduk Kerajaan Zhao ini. Lagi pula lambat laun Jian gege juga akan memiliki istri banyak seperti bangsawan lain!” Tiba-tiba Liu Ruxu berkata, akan tetapi suaranya terdengar bergetar—seperti hatinya berkata sebaliknya. Namun, ia tetap membuat keputusan pahit itu.
“Hmm, aku cuma memiliki istri satu, kok!” sahut Pangeran Pertama, sedangkan Pangeran Ketiga hanya tersenyum masam karena merasa tersindir oleh ucapan Liu Ruxu.
“Kamu mau ke mana, Ruxu‘er?” Zhao Jian hendak mengejar Liu Ruxu yang tiba-tiba berlari ke arah kamarnya.
Namun, Pangeran Ketiga langsung menahan Zhao Jian agar tidak mengejar Liu Ruxu. “Biarkan saja ia sendiri untuk menenangkan hatinya!” seru Zhao San—yang sebenarnya melihat ada butiran air mata yang membasahi pipi Liu Ruxu. “Sebagai Hakim Kerajaan Zhao, kamu akan melaksanakan tugas terakhirmu untuk mengatur perpindahan penduduk menuju Kekaisaran Jiang. Waktu kita cuma sebentar karena Gui Dao Kekaisaran Jiang akan segera melahap Gui Dao kita!”
Zhao Jian mengangguk pelan menyetujui seruan saudara laki-lakinya. Dia segera bergegas meninggalkan Kediaman Klan Liu—membantu proses evakuasi penduduk ke Kekaisaran Jiang.
Setelah Gui Dao Kekaisaran Jiang melahap Gui Dao Kerajaan Zhao, maka Gui Dao Kekaisaran Jiang akan bertambah luas dan kecepatannya berenangnya juga akan bertambah—sehingga akan mudah mengejar Gui Dao kecil lainnya.
...***...
Ye Mo—ahli beladiri dari Dunia Tianlong yang datang ke Dunia ini untuk membalaskan kematian Ye Jing telah berhasil menguasai sebuah Gui Dao. besar. Dia mengalahkan semua Ranah World Master di sana dan menjadi Penguasa Gui Dao tersebut. Namun, ia harus kecewa karena tidak ada yang pernah melihat Zhao Jian di Gui Dao tersebut, walaupun ia telah menyebarkan lukisan wajahnya di setiap penjuru Kota.
Ye Mo yakin Zhao Jian ada di Gui Dao lain, sehingga ia memutuskan melakukan perburuan Gui Dao lain dengan mengerahkan seluruh ahli beladiri di Gui Dao lain yang ia kuasai itu, bahkan ia menghadiahkan mereka Kristal Beast Gui Dao lain yang mereka taklukkan—karena ia tidak membutuhkan itu untuk berkultivasi sebab basis Kultivasi sudah mencapai kebuntuan—yang tidak akan bisa lagi meningkat kecuali ia pergi ke Dunia yang lebih tinggi seperti Dunia Tianlong.
Di tempat berbeda, Lu Xiaoran juga telah diterima di Sekte besar dan menjadi murid yang langsung dilatih oleh Patriark Sekte tersebut karena bakat Beladirinya sangat menentang langit. Hanya dalam beberapa hari saja, ia telah mencapai Ranah Jie Zhu lagi setelah berhasil menyelesaikan misi dari Sistem Surgawi.
...***...
Seluruh Patriark Sekte besar dan kecil dijadikan sebagai Penatua, sehingga ada Puluhan Penatua di Klan Zhao saat ini.
Wilayah kiri Gui Dao Kekaisaran yang diberikan oleh Kaisar Jiang Long ternyata cukup luas, itu setara dengan setengah wilayah Kerajaan Zhao yang dulu—sehingga Klan Zhao dapat membangun Empat Kota besar yang dipimpin oleh Zhao Yi, Zhao Er, Zhao San, dan untuk Kota utama yang dinamakan sama dengan ibukota Kerajaan Zhao yang dulu, Kota Tianwu dipimpin langsung oleh Zhao Tian selaku Patriark Klan Zhao.
Anggota Klan Zhao yang telah mencapai Ranah Spirit dibawah usia Dua Puluh Lima tahun dimasukkan ke berbagai Sekte di Kekaisaran Jiang, yang memiliki bakat beladiri hebat diterima di Sekte besar—sedangkan sisanya masuk ke Sekte tingkat menengah, adapun murid-murid Klan Zhao yang masih pemula memasuki Sekte kecil yang berada dekat dengan wilayah Klan Zhao.
“Kami sangat bangga padamu adik keempat, karena kamu tetap menjadi Hakim walaupun status kita kini hanya sebuah Klan! Ini pasti gara-gara Kitab Keadilan milikmu—sehingga Kaisar memutuskan kamu tetap menjadi Hakim walaupun menjadi murid Pelataran Dalam Sekte Pedang Abadi.” Zhao Yi berkata dengan bangga. “Dengan adanya kamu di Pengadilan Kekaisaran maka Klan lain tidak akan berani mengusik kita walaupun tidak ada ahli beladiri kuat di Klan Zhao kita!”
Semua anggota Klan Zhao sangat bersyukur memiliki orang dalam di pemerintahan, karena Klan lain memiliki ahli beladiri dengan basis Kultivasi Ranah Jie Zhu dan Ranah Tianzun, bahkan beberapa Penatua atau Patriark mereka ada yang Ranah Saint—tentu menghadapi Klan Zhao hanya seperti membalikkan telapak tangan saja bagi mereka.
“Ha-ha-ha... kalian terlalu meninggikan kemampuan beladiriku, palingan aku tetap dijadikan sebagai Hakim agar Kaisar tidak terlalu malu memiliki menantu dari Klan lemah seperti kita!” sahut Zhao Jian.
“Ayo cepat naik! Kalian seperti tidak akan bertemu saja!” seru Penatua Sekte Pedang Abadi yang ditugaskan membawa murid-murid Klan Zhao yang diterima menjadi murid Sekte besar yang ada di ibukota Kekaisaran Jiang tersebut.
“Ayo Jian gege!” Liu Ruxu menggenggam tangan Zhao Jian.
Dia sangat bersyukur saat pengujian bakat beladiri, dirinya ternyata termasuk ahli beladiri dengan bakat hebat dan diterima menjadi murid Pelataran dalam seperti Zhao Jian, Zhao Fu, Luo Bing, Yan Yue dan Liu Hao.
Walaupun banyak Ranah Spirit dibawah usia Dua Puluh Lima tahun di Klan Zhao, hanya mereka saja yang diterima di Sekte Pedang Abadi—karena mereka hanya menerima murid berbakat saja.
“Kalau ada masalah di Klan Zhao kita segera kirim pesan padaku agar aku bisa memberikan bantuan sebisa mungkin!” seru Zhao Jian sembari melompat ke punggung Beast Elang milik Penatua yang juga Beast Master tersebut.
“Ya, belajarlah yang giat dan bawa nama Klan Zhao kita menuju puncak beladiri! Kamu harus menjadi Ranah World Master secepatnya ha-ha-ha ....” Raja Zhao Tian melambaikan tangan, tubuhnya kini telah kurus—sehingga terlihat sangat tampan.
Dia sengaja membakar lemak di tubuhnya dengan energi Spritual-nya, sehingga menjadi kurus seperti dulu. Kini ia telah memiliki semangat hidup lagi dan akan berjuang membesarkan Klan Zhao menjadi Klan Kaya dan disegani oleh Klan lain.