
Kasim Long menyambut kedatangan Zhao Jian, Jiang Ruo, dan Liu Ruxu di istana Kekaisaran. Dia berkata Kaisar sedang melakukan pertemuan dengan beberapa menteri sehingga Zhao Jian dan kedua istrinya berisitirahat di dalam istana, kemungkinan besok Kaisar akan menemui mereka.
Sontak saja Zhao Jian terkejut mendengarnya, ini pertama kalinya ia akan tidur bersama Dua istrinya bersama-sama.
“Sepertinya aku harus meminta Pelayan untuk membeli Pil Cap Harimau, aku takut si tampanku tak cukup perkasa meladeni mereka!” Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis saat memikirkan duel panas yang akan terjadi nanti malam.
Kasim Long atau bernama lengkap Xiao Long yang juga tangan kanan Kaisar berbasis Kultivasi Ranah Immortal itu memukul kepala Zhao Jian dengan Kipas Bambunya.
“Hei, apa yang kau pikirkan?” selidiknya penasaran karena Zhao Jian malah melamun sembari menyeringai.
“Ah, aku hanya... tak perlu dipikirkan Kasim Long!” Zhao Jian tersenyum masam.
Jiang Ruo mengerutkan keningnya karena ia sudah menebak apa yang ada dipikiran Zhao Jian, sedangkan Liu Ruxu hanya tersenyum saja.
“Kalau begitu aku akan pergi dan akan mengabarkan kalian kalau Kaisar sudah tidak sibuk lagi!” kata Kasim Long sembari menghilang dari pandangan mereka.
“Eh, apa yang akan kita lakukan di istana yang sangat besar ini?” Liu Ruxu kebingungan dan ia melihat bersikap tenang saja seolah-olah ia sudah terbiasa berada di istana Kekaisaran.
Zhao Jian tersenyum lebar dan menatap Jiang Ruo. “Apa yang kamu bingungkan Ruxu‘er... kita hanya tinggal mengikuti istri muda saja ha-ha-ha....”
Jiang Ruo mengerutkan keningnya mendengar ucapan Zhao Jian, begitu juga dengan Liu Ruxu yang awalnya merasa Zhao Jian sudah tahu akan ke mana mereka pergi selanjutnya.
“Baiklah kita ke Paviliun Anggrek saja, dulu aku tinggal di sana dan aku yakin Pelayan tidak akan mengosongkan kamar-kamar yang ada di sana!” sahut Jiang Ruo memimpin jalan ke Paviliun Anggrek yang berada di sisi selatan Istana Kekaisaran. “Kenapa Ayah tidak memanggil kami secara terpisah? Kan, aku ingin bertemu teman-teman lamaku juga!” gerutunya dalam hati.
Pasukan Naga dan Pelayan yang bertemu dengan mereka langsung mendudukkan wajah untuk menunjukkan rasa hormat ketika ketiga melewati mereka.
Liu Ruxu dan Zhao Jian tercengang saat memasuki Paviliun Anggrek, tempat itu sangat mewah sekali dan jauh lebih megah dari Istana Kekaisaran.
Lantainya sangat bening seperti permukaan air saja, berbagai Lukisan Jiang Ruo terpajang di dindingnya.
“Hmm, rasa-rasanya aku pernah melihat Dewi ini?” Zhao Jian melipat kedua tangannya di dada saat memperhatikan Lukisan besar Zhao Jian yang berpose berendam di dalam sungai berbatu dan hanya setengah badannya yang terlihat, posenya sangat natural dan cantik.
Jiang Ruo yang biasanya selalu diam bila berada di dekat Zhao Jian wajahnya langsung memerah. Dia berteriak, “Kenapa semua lukisan ini dipajang di luar? Bukankah ini semua koleksi milik Ibu?”
Ibu Jiang Ruo yang telah meninggal setahun yang lalu memiliki hobi melukis dan melukis Jiang Ruo adalah favoritnya.
“Eh, ini menggemaskan sekali!” seru Liu Ruxu memperhatikan Lukisan Bayi berusia Dua tahun yang sedang berdiri di bawah Pohon Persik.
“Ha-ha-ha... yang ini malah terlihat seperti Dewi Pedang!” Zhao Jian tertawa terkekeh-kekeh memerhatikan Lukisan gadis Tujuh Tahun yang berlatih Pedang tetapi rambutnya berantakan.
“Ja-jangan dilihat lagi! Ayo cepat jalan!” gerutu Jiang Ruo mendorong punggung Zhao Jian agar melangkah maju.
Pelayan wanita muda membungkuk sedikit wajahnya dan berkata, “Kaisar yang memerintahkan memajang semua lukisan Permaisuri di sini!”
Dia juga bernapas lega ayahnya tidak memajang lukisannya di istana dan hanya memajangnya di Paviliun Anggrek saja.
Ada Lima Kamar Kosong di Paviliun Anggrek, karena Jiang Ruo telah tinggal di Sekte Pedang Abadi maka Paviliun Anggrek dibiarkan kosong begitu saja.
Kaisar sesekali datang ke sana untuk menikmati waktu luang sembari minum teh ditemani oleh para Kasim.
“Hmm, kenapa Jiang gege masuk ke kamarku juga? Kan, sudah kukatakan ada banyak kamar kosong!” Jiang Ruo keheranan karena Zhao Jian dan Liu Ruxu ikut masuk ke dalam kamarnya.
“Eh, aku hanya mengikuti Jian gege saja senior Ruo!” sahut Liu Ruxu yang memang terus mengekor pada Zhao Jian.
“Aku harus berlaku adil, kita akan tidur bersama. Nanti Kaisar marah kalau Putri kesayangannya malah dibiarkan tidur sendirian dan menyangka aku mendiskriminasimu!” Zhao Jian berkilah.
Zhao Jian teringat dengan Pil Cap Harimau yang ia pikirkan tadi, dia kemudian keluar dari kamar. “Aku jalan-jalan sebentar, kalian jangan bertengkar, ya!”
Jiang Ruo hendak membantah ucapan Zhao Jian, tetapi suaminya itu sudah menghilang dari pandangannya. Dia kemudian tersenyum menatap Liu Ruxu.
“Bagaimana kalau kita mandi bersama, di Paviliun Anggrek ini ada pemandian air panas yang mengandung energi spiritual. Aku sering membawa anggota Kelompok Mawar Merah mandi bersama di sana!” seru Jiang Ruo tersenyum hangat.
Liu Ruxu langsung menganggukkan kepala tanda setuju. Dia juga sangat senang ternyata Jiang Ruo sangat baik, sikapnya kini sama seperti saat berada di Kelompok Mawar Merah. Namun, ia bingung kenapa Jiang Ruo bersikap dingin saat berada disisi Zhao Jian, dia menduga-duga mungkin Jiang Ruo tidak terbiasa berada dekat dengan Pria.
...***...
Tak ada Pelayan Pria di Paviliun Anggrek, sehingga Zhao Jian memberanikan diri menyuruh Pelayan wanita untuk membeli Pil Cap Harimau itu.
Namun, Pelayan wanita yang ia suruh malah menolak karena malu membeli Pil seperti itu, tetapi saat Zhao Jian menyodorkan satu keping emas, Pelayan wanita itu langsung bergegas pergi.
Zhao Jian kemudian kembali ke kamar Jiang Ruo, tetapi kedua istrinya tak ada di sana. Kemudian ia menggunakan energi spiritual mencari keberadaan mereka dan merasakan Aura kedua istrinya itu berada di salah satu tempat dalam Paviliun Anggrek.
“Mereka mandi bersama tanpa mengajak diriku! Padahal aku ingin mereka menggosok punggung juga,” gumam Zhao Jian bergegas ke sana.
Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Zhao Jian langsung melompat ke dalam kolam pemandian air panas.
Jiang Ruo terkejut melihatnya dan secara refleks menutup dadanya dengan kedua tangannya. “Hei, gantian-gantian bila kamu ingin mandi juga!” gerutunya.
“Ruo‘er... aku ini suamimu, buat apa lagi menjaga privasi!” Zhao Jian berdiri dan mendekat ke arahnya. “Sekarang tolong Ratu masa depan gosok punggungku he-he-he!” Dia duduk di depan Jiang Ruo.
Namun, tiba-tiba Tas Sihir milik Zhao Jian yang tergeletak di lantai mengeluarkan sinar terang, kemudian Violet, Huli Jing dan Daji keluar tanpa mengenakan sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
“Ini... ah, silau sekali!” Zhao Jian menutup matanya dan segera menghilang dari pemandian air panas itu sebelum Jiang Ruo marah-marah.
“Haccimmmmmm!” Ayam Jago bersin dan merasa tuannya mungkin sedang bersenang-senang di dalam istana. “Sial! Hanya gara-gara aku Beast Jantan Tampan... kenapa aku harus tinggal di Kandang Kuda!” gerutunya cemberut karena Gaoer yang juga Beast yang tidak memiliki tubuh manusia tetap boleh tinggal di dalam Tas Sihir khusus milik Zhao Jian.