Beasts Master

Beasts Master
Puncak Penjinak Beast



Zhao Jian menunggangi Beast Ayam Surgawi yang langsung berlari dengan kecepatan tinggi, sehingga Zhao Jian merasa ada yang salah.


“Bukankah seharusnya kamu terbang saja, Ayam Jago?” tanya Zhao Jian.


“Gubuk Penatua Xiao Shi kan cukup dekat, sehingga lebih baik berlari saja untuk menghemat energi spritual!” sahut Beast Ayam Surgawi.


Zhao Jian merasa yang dikatakan oleh Beast Ayam Surgawi ada benarnya, sehingga ia tidak mengeluh lagi dan beberapa tarikan napas kemudian mereka sampai di halaman rumah yang berada di atas Pohon.


Di dahan Pohon sebelah rumah itu bertengger Beast Phoenix milik Penatua Xiao Shi.


Beast Ayam Surgawi langsung menundukkan wajahnya tidak berani menatap Beast Phoenix itu, sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya; kenapa malah Beast terlihat terintimidasi dengan Beast Phoenix itu.


Zhao Jian melompat ke pintu rumah milik Penatua Puncak Penjinak Beast tersebut, dia langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Zhao Jian menyapa Penatua Shi!”


Xiao Shi sedang berdiskusi bersama beberapa Penatua di rumahnya yang kecil itu dan langsung menghentikan diskusinya begitu mendengar suara Zhao Jian. “Murid terbaikku silahkan masuk... ada apa kamu mencariku?” sahutnya dengan senyum lebar karena telah memiliki murid berbakat tinggi.


Ada Seratus murid di Puncak Penjinak Beast dan hanya sepertiganya yang telah memiliki kontrak Jiwa dengan Beast, serta Beast yang mereka jinakkan adalah Beast lemah yang tidak cocok menjadi pendamping saat melakukan pertarungan.


“Aku sudah melakukan kontrak Jiwa dengan salah satu Beast dan aku datang kemari untuk mendapatkan Plakat Puncak Penjinak Beast!” sahut Zhao Jian—karena dengan Plakat itulah ia bisa keluar masuk ke Sekte Pedang Abadi dan menjalankan tugasnya sebagai Hakim Kekaisaran.


Xiao Shi dan Penatua lainnya terkejut mendengarnya. Ini pertama kalinya dalam sejarah Puncak Penjinak Beast ada murid yang langsung dapat melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast.


“Murid jenius memang beda, mungkinkah gara-gara ia sudah memiliki kontrak jiwa dengan Beast sebelumnya, makanya kontrak Jiwa selanjutnya menjadi mudah!” kata Penatua Duan Siliang takjub.


“Mungkin saja!“ sahut Penatua Xiao Shi. “Beast apa yang beruntung menjadi pelayanmu itu?” tanyanya penasaran.


Mereka yakin Beast yang melakukan Kontrak Jiwa dengan Zhao Jian pastilah hebat. Dalam benak mereka Beast itu mungkin Beast Harimau Angin, Beast Kera Batu atau Beast Ular Putih. Ketiga Beast itu adalah Beast terkuat yang belum menjalin Kontrak Jiwa di Puncak Penjinak Beast.


Ketiga Beast itu ditundukkan oleh Xiao Shi dari Hutan Tengah yang hanya dibuka penghujung tahun Kekaisaran Jiang—agar populasi Beast serta Binatang buas tidak habis diburu, serta memberikan kesempatan pada Binatang Buas untuk berevolusi menjadi Beast.


Hutan Tengah itu sendiri sangat luas, meliputi sepertiga wilayah Kekaisaran Jiang—makanya ahli beladiri di Kekaisaran Jiang dapat melewati Ranah Spirit karena mereka selalu memiliki Kristal Beast untuk diolah menjadi Pil yang dapat meningkatkan basis Kultivasi mereka.


Zhao Jian tersenyum masam dan malu untuk mengatakan bahwa Beast yang melakukan Kontrak Jiwa dengannya adalah Beast Ayam Surgawi.


“Kuk... kukukkukkkkkk!” Beast Ayam Surgawi malah berkokok, sehingga para Penatua saling bertatapan dan memikirkan hal yang sama.


“Jangan-jangan Beast yang melakukan kontrak jiwa denganmu adalah Beast Ayam Surgawi?” selidik Penatua Xiao Shi penasaran.


“Benar Penatua Shi... katanya dia sangat hebat dan menjadi Beast terkuat di Puncak Penjinak Beast!” sahut Zhao Jian berkilah atau berpura-pura polos.


Penatua Xiao Shi mengerutkan keningnya, ia tampak sangat kesal dan Beast Ayam Surgawi langsung mengutuk Zhao Jian karena ia tidak pernah mengatakan hal itu.


“Terima ka... eh, apa yang terjadi?” Tiba-tiba Zhao Jian mendengar suara jeritan dari Beast Ayam Surgawi seperti ayam jantan yang kalah bertarung melawan ayam tetangga saja.


Zhao Jian tercengang melihat leher Beast Ayam Surgawi ditindih oleh cakar Beast Phoenix dan menangis tersedu-sedu.


“Tuan Jian... tulungngng! Phoenix ini mem-bullyku!” Beast Ayam Surgawi mengadu pada Zhao Jian.


“Hmm, kenapa Penatua Xiao Shi tidak melerai tindakan kasar Beastnya?” gumam Zhao Jian menatap ke arah rumah Xiao Shi—dan pintu rumahnya malah tertutup. “Sial! Tidak ada keadilan di sini, berarti Sekte ini memiliki pemahaman kuno; Yang kuat menindas yang lemah, dan bila tidak mau ditindas maka jadilah yang terkuat!” gerutunya.


Zhao Jian mendekati Beast Phoenix dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat karena dia adalah Beast milik Penatua Xiao Shi. “Tolong senior melepaskan Ayam Jago, aku akan melatihnya agar memiliki sifat yang baik!”


Beast Phoenix mengerutkan keningnya dan langsung tertawa karena Beast Ayam Surgawi malah memiliki nama ayam Jago. “Dia bukan ayam Jago, tetapi anak ayam penakut!” ejeknya.


Zhao Jian mulai kesal melihat ulah Beast Phoenix itu, karena ia ingin buru-buru turun gunung mencari tahu informasi mengenai teman-temannya dari Klan Zhao diterima di Puncak mana saja.


“Terserah senior lah, tolong lepaskan dia! Jangan sampai aku mengeluarkan Token Hakim Kekaisaranku!” ancam Zhao Jian—karena bila ia mengeluarkan itu maka Kitab Keadilan juga akan dikeluarkan untuk mengetahui vonis apa yang akan dijatuhi pada Beast milik Penatua Xiao Shi itu.


Beast Phoenix melirik tajam ke arah Zhao Jian dan berkata, “Hei, manusia busuk! Kau mengancamku? Apakah kamu bosan hidup?” ancamnya.


“Apa tak apa membiarkan Beast Phoenix berkata arogan begitu?” tanya Penatua Duan Siliang pada Penatua Xiao Shi, karena ia takut Beast Phoenix malah menghajar murid baru itu hingga babak belur.


“Tenang saja, kalau ia nanti hampir mati maka aku akan melerai Beast Phoenix itu!” sahut Penatua Xiao Shi dengan santai.


Para Penatua lainnya justru khawatir karena Zhao Jian adalah menantu Kaisar, bila ia terluka parah maka Kaisar pasti akan marah karena menantunya yang tampan berubah menjadi menantu yang memiliki tubuh yang cacat dan tidak cocok menjadi pendamping Jiang Ruo yang sangat cantik tersebut.


...***...


“Violet, huli Jing, Daji... keluarlah!” seru Zhao Jian, kemudian Beast Kupu-Kupu melayang di atasnya dan Dua Beast Rubah dengan simbol Bulan Sabit serta Simbol Matahari langsung mengepung Beast Phoenix.


“Oh? Kalian ingin mengeroyok Penguasa ini?” sahut Beast Phoenix yang merupakan salah satu Binatang Spritual terkuat itu sembari mengepakkan sayapnya yang dipenuhi kobaran api. “Ambil ini!” Dia menendang Beast Ayam Surgawi ke arah Zhao Jian.


Zhao Jian melompat tinggi sehingga Beast ayam melesat di bawahnya dan berhenti setelah menabrak Pohon di belakangnya.


“Teganya kau tuan!” gerutu Beast Ayam Surgawi memuntahkan seteguk darah.


“Kalau aku tak menghindar maka aku yang akan memuntahkan seteguk darah! Apa kamu tega melihat tuanmu terluka?” sahut Zhao Jian.


Beast Ayam Surgawi mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apakah harus senang atau sedih. “Kalau begitu tolong jambak bulu-bulunya tuan!”