Beasts Master

Beasts Master
Menjadi Kaki Tangan Zhao Jian



“Karena kamu mengatakan akan melakukan apa saja yang kuinginkan maka aku ingin bertanya, apakah ada mobilisasi Kultivator di Sekte Bangau Surgawi oleh Dinasti Gu Agung?” tanya Zhao Jian sembari mencoba menenangkan Roh Phoenix di Dantian Yao Yue‘er dengan energi spritual Api Beast Rubahnya.


Karena Rubahnya merupakan entitas yang sangat kuat dari Beast-Beast yang ada di Dunia ini, Roh Phoenix langsung meredup ditekan oleh energi spritual Rubah Daji.


Yao Yue‘er yang tidak sadarkan diri membuka matanya dan terkejut melihat sosok tampan di belakangnya. “Apakah aku sudah berada di Surga? Terimakasih Dewa karena telah memberikan aku Pria tampan yang akan menemani hari-hariku mulai sekarang!” katanya dengan suara rendah.


Yao Ming yang hendak menjawab pertanyaan Zhao Jian terkejut melihat adiknya malah membenamkan wajahnya ke dada Zhao Jian.


“Yue‘er... apa yang kau lakukan? Kau belum cukup umur untuk melakukan hal seperti itu!” gerutu Yao Ming tidak ingin adiknya jatuh ke dalam pelukan Pria bejat seperti Zhao Jian——walaupun ia berhutang budi padanya karena telah menolong adiknya, hutang budi itu biarlah dirinya saja yang membayarnya dengan menjadi kaki tangan Zhao Jian.


“Eh, kakak juga sudah mati? Apakah orang-orang itu menghajar kakak hingga tewas?” sahut Yao Yue‘er sedih dengan penderitaan kakaknya yang sering dibully oleh murid-murid lain di Sekte Bangau Surgawi.


Yao Ming menjitak kening adiknya itu dan menarik tangannya agar menjauh dari pangkuan Zhao Jian. “Aku masih hidup bodoh! Dia itu adalah senior dari Sekte Naga Surgawi yang membantumu dari amukan Roh Phoenix!” sahutnya.


“Roh Phoenix?” Yao Yue‘er tercengang.


“Ya, selamat kamu akan menjadi jenius beladiri dan aku akan melapor pada Penatua Yao Qiulin tentang hal ini agar kamu dijadikan murid langsung Patriark Sekte!” jawab Yao Ming tersenyum lebar.


“Apa itu Roh Phoenix?” Yao Yue‘er mengerutkan keningnya sehingga Yao Ming hampir muntah darah karena mengira adiknya itu mengerti tentang apa yang ia jelaskan.


“Intinya kamu dapat melindungi kakakmu mulai sekarang!” sela Zhao Jian dengan jawaban sederhana dan ekspresi wajah Yao Yue‘er langsung cerah karena senang dapat melindungi kakaknya dari senior-senior jahat di Sekte Bangau Surgawi. “Sebenarnya kamu juga memiliki bakat yang hebat, kamu hanya perlu berlatih lebih giat saja dan menggunakan sumberdaya yang diberikan oleh Sekte untuk meningkatkan kekuatanmu!” Zhao Jian berkata pada Yao Ming.


Karena ia yakin selama ini, Yao Ming tidak menggunakan sumberdaya yang diberikan oleh Sekte Bangau Surgawi untuk meningkatkan kekuatannya, dia malah menjual sumberdaya itu untuk membiayai pengobatan adiknya makanya basis Kultivasi-nya meningkat lebih lambat. Namun, ia tetap lebih hebat diantara murid-murid Pelataran luar yang diasuh oleh Penatua Yao Qiulin.


Yao Ming tersenyum masam dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak menyangka Zhao Jian mengetahui tentang apa yang ia lakukan demi menyelamatkan adiknya.


Dia kemudian teringat tentang pertanyaan Zhao Jian tadi. “Semua murid-murid maupun Penatua di Sekte tidak ada yang direkrut oleh Dinasti Gu Agung, apakah ada lagi yang akan kulakukan untuk senior Jian?”


“Untuk saat ini tidak ada, tetapi bila ada orang-orang yang mencurigakan yang menyelidiki tentang diriku maka segera kirim pesan padaku!” sahut Zhao Jian sembari menyerahkan Sepuluh bulu Ayam Jago, sehingga bila Yao Ming mengirim pesan maka merpati pesan itu cukup mencari aura Ayam Jago saja.


Yao Ming menangkup tinju, sudut bibirnya memancarkan seringai tipis sembari melirik gadis berhanfu merah yang sedang bermeditasi di atas ranjang. Dia yakin Zhao Jian sudah tidak sabar hendak menerkam gadis itu. “Kami akan kembali ke Sekte tuan Jian... dan sekali lagi, terimakasih telah membantu menyelamatkan Yue‘er!” ucapnya dengan tulus.


Yao Yue‘er tersenyum lebar dan menangkupkan tinju juga untuk menunjukkan rasa hormat, sebenarnya ia masih ingin berlama-lama di sini bersama Pria tampan yang baik hati ini. Namun, kakaknya ingin segera pergi maka terpaksa ia harus menurutinya. “Semoga saja kita berjumpa lagi kakak tampan!” Dia mengedipkan mata.


Zhao Jian tersenyum lebar dan mengelus kepala Yao Yue‘er. “Tentu saja di masa depan kita akan berjumpa lagi, saat itu tuan muda tampan ini akan menjadi World Master yang menyatukan Dunia. Tidak ada lagi kejahatan dan semua orang hidup dengan bahagia,” sahutnya membual, padahal dalam pikirannya ia khawatir mereka akan terdampak konflik besar yang mungkin terjadi di masa depan. “Ingatlah jangan angkuh karena memiliki Roh Phoenix, jangan seperti katak dalam tempurung; tidak ada yang namanya nomor satu dan terkuat di Dunia, karena selalu ada yang meraih posisi itu dalam setiap era. Hidup nyaman itu lebih enak daripada bersusah payah meraih posisi itu, tetapi jangan berhenti berlatih hanya karena hidup nyaman... karena dengan menjadi kuat maka tidak ada yang berani mengusikmu!”


“Ah, aku sudah seperti penasihat Kaisar saja ha-ha-ha!” Zhao Jian tertawa karena berbicara terlalu banyak.


Yao Ming dan Yao Yue‘er menangkupkan tinju sekali lagi dan menyimpan dalam pikiran mereka dengan sungguh-sungguh nasihat dari Zhao Jian.


Yao Ming sebenarnya berniat menentang dan akan mengajak berduel orang-orang yang pernah mengejek dan membullynya saat kultivasi mereka setara nanti. Namun, niat itu kini ia buang jauh-jauh, lebih baik berlatih dengan giat hingga membuat semua orang menaruh rasa hormat padanya dan orang-orang yang pernah merendahkannya akan merasakan mimpi buruk bila bertemu dengan dirinya.


Zhao Jian kembali berkultivasi setelah kedua bersaudara itu keluar dari kamarnya. Dia harus segera meningkatkan basis Kultivasi-nya agar tidak tinggal ratusan tahun di Dinasti Gu Agung, karena Kaisar hanya membolehkannya kembali saat mencapai Ranah World Master.


Zhao Jian tentu tidak ingin berlama-lama di negeri asing ini, ia masih khawatir istrinya direbut oleh para Protagonis utama yang terus bermunculan, dia khawatir para Protagonis utama itu seperti cerita dongeng yang ia baca; pesona mereka membuat gadis-gadis bertekuk lutut dihadapan mereka.


...***...


Penatua Yao Qiulin terkejut mendengar perkataan Yao Ming yang memberitahunya bahwa adiknya memiliki akar Roh Phoenix.


Yang lebih mengejutkan adalah yang memberitahu hal itu adalah Gu Jian, anggota keluarga Dinasti Gu Agung. Namun, sayang sekali, Yao Ming mengatakan kalau Gu Jian telah pergi karena ia hendak kembali ke Sekte Naga Surgawi padahal ia berharap Gu Jian membawa Yao Yue‘er ke Sekte Naga Surgawi, karena murid jenius sepertinya lebih cocok belajar di Sekte besar.


“Ada apa guru?” Yao Ming membuyarkan lamunan Penatua Yao Qiulin.


“Kumpulkan semua barang-barang yang ingin kalian bawa, dalam satu batang dupa tunggu aku di gerbang utara Kota!” sahut Penatua Yao Qiulin tiba-tiba melebur dengan hembusan angin lembut yang tiba-tiba muncul.


Yao Ming keheranan, kenapa Penatua Yao Qiulin bertingkah aneh. Dia tidak memiliki barang-barang berharga di rumahnya, karena ia dan adiknya selama ini dirawat oleh Klan Yao setelah kedua orang tuanya meninggal, setelah memasuki usia sepuluh tahun ia pun dimasukkan ke Sekte Bangau Surgawi begitu juga dengan adiknya.