
Yun Ma semakin kesal dan marah, dia menyeka darah dari sudut bibirnya dan memutuskan akan menebas leher Zhao Jian. Dia yakin Ye Mo tidak akan marah bila ia hanya membawa Kepala Zhao Jian saja.
“Eh, di mana dia?” Yun Ma terkejut, padahal beberapa saat yang lalu Zhao Jian terbaring di lereng gunung. “Kabur?” gerutunya melihat jejak Pepohonan yang layu dan itu pasti jejak yang ditinggalkan oleh Pemimpin Serigala Iblis.
Tiba-tiba ia merasakan bahaya dari atas kepalanya, kemudian ia menoleh ke atas dan langsung mengerutkan keningnya.
Ternyata ia lupa kalau masih ada ratusan Kupu-Kupu kecil yang belum ia lenyapkan karena tiba-tiba Zhao Jian menyerangnya dengan energi spiritual Petir.
Boooooommmmmm!
Boooooommmmmm!
Boooooommmmmm!
Rentetan ledakan terdengar keras, itu berasal dari Kupu-Kupu kecil yang beterbangan di atas kepalanya.
Anggota Kelompok Bayangan yang mengikuti Yun Ma hendak melesat ke arah Yun Ma. Namun, saat merasakan dari ledakan itu ada energi spiritual Racun yang sangat kuat, anggota Kelompok Bayangan itu tidak berani masuk.
Air mancur tiba-tiba muncul setinggi Puncak gunung, itu menghilangkan energi spiritual Racun dari sekitar Yun Ma.
Anggota Kelompok Bayangan segera menyerahkan Pil Penawar Racun pada Yun Ma. Sebagai Assassin, ia sudah terbiasa berurusan dengan racun. Namun, ia merasa Racun yang berasal dari Kupu-Kupu kecil itu jauh lebih kuat dari Racun yang biasa ia gunakan.
“Senior Ma, sebaiknya senior mencari tabib hebat untuk menghilangkan energi spiritual Racun yang telah berbaur dengan darahmu, aku takut Pil Penawar yang kuberikan hanya memperlambat penyebaran Racun itu saja,” kata anggota Kelompok Bayangan itu.
Yun Ma terkejut mendengarnya, padahal ia langsung melepaskan energi spiritual Air untuk menjauhkan asap ungu disekitarnya. Namun, ia tidak menyangka energi spiritual Racun itu masih berhasil masuk ke tubuhnya.
“Berapa lama lagi sebelum energi spiritual Racun ini melemahkan tubuhku?” tanyanya penasaran, “lupakan saja... aku akan mengejar mereka!” Dia tidak mau melewatkan kesempatan menangkap Zhao Jian, selama ada jejak yang ditinggalkan oleh Pemimpin Serigala Iblis maka kesempatan menangkap Zhao Jian masih besar.
Anggota Kelompok Bayangan ingin menyanggah ucapan Yun Ma, tetapi ia telah menghilang dari pandangannya. “Sial! Dalam beberapa batang dupa kemungkinan dia akan mati keracunan bila tidak diobati!” ucapnya pelan sembari menghela napas panjang, dia sangat menyayangkan Yun Ma tidak menanggapi seruannya.
...***...
“Tuan Jian... bertahanlah, kami akan mencarikan tabib mengobati luka dalammu!” seru Violet menangis tersedu-sedu memeluk Zhao Jian.
Pemimpin Serigala Iblis membawa keduanya melarikan diri dari Yun Ma, dia melesat dengan cepat yang langsung melewati banyak gunung dalam beberapa tarikan napas.
Zhao Jian menggelengkan kepala dan mengeluarkan Pil Penyembuhan dari Tas Sihirnya, kemudian menelan Pil tersebut.
“Lukaku tidak terlalu parah, beberapa hari lagi pasti akan sembuh,” sahut Zhao Jian tersenyum hangat menatap Violet. “Berhenti berlari, Serigala Iblis!” katanya lagi.
“Ayam Jago akan menggantikanmu, dan kamu juga terluka... lebih baik kamu memulihkan diri saja di dalam Tas Sihir!”
Zhao Jian yakin Yun Ma pasti akan mengejar mereka. Pemimpin Serigala Iblis langsung berhenti berlari dan ia juga merasa dirinya tidak cocok menjadi tunggangan Zhao Jian karena setiap langkahnya akan membuat rerumputan dan pepohonan menjadi layu.
Setelah Ayam Jago muncul, Pemimpin Serigala Iblis segera masuk ke dalam Tas Sihir. Namun, Violet menolak masuk ke dalam Tas Sihir karena khawatir nanti ada yang menyergap Zhao Jian dan Ayam Jago tidak dapat melindunginya walaupun ada Daji yang bermeditasi di sebelahnya.
Yun Ma mengerutkan keningnya karena kehilangan jejak Pemimpin Serigala Iblis, dia curiga Zhao Jian mungkin telah mengganti tunggangannya.
“Ukhuk... ukhukk!” Yun Ma memuntahkan seteguk darah lagi. “Sial! Sepertinya energi spiritual Racun ini semakin menggerogoti organ vital tubuhku,” keluhnya.
Wajahnya semakin pucat dan ia kemudian menulis pesan menggunakan tinta darahnya sendiri pada robekan jubah putihnya.
Dia merasa hidupnya tidak akan lama lagi, tulisan Kota Feixian tertulis di kain putih itu.
Dia menghela napas panjang, kalau Zhao Jian tidak ditemukan hingga Ye Mo muncul di Dinasti Gu Agung, dia takut Klan Yun akan mendapatkan murka Ye Mo yang terkenal sangat kejam tersebut.
“Maafkan aku tuan muda!” gumamnya sembari menyandarkan tubuhnya di sebuah batu dan memejamkan matanya.
Tak lama berselang, anggota Kelompok Bayangan yang mengikutinya berhasil menyusulnya. Namun, ia terkejut Yun Ma sudah terbujur kaku bersandar di batu dan ada sebuah potongan kain putih digenggaman tangannya.
“Sayang sekali... sosok kuat seperti senior Yun Ma ternyata bisa dikalahkan oleh seorang Pemuda yang baru melangkah ke Ranah Immortal, kalau kabar ini tersiar maka Klan Yun akan malu dan menjadi bahan ejekan Klan lain,” gumam anggota Kelompok Bayangan itu.
Dia kemudian mengambil Tas Sihir di pinggang Yun Ma untuk diserahkan nanti pada Yun Mu, kemudian ia membakar tubuh Yun Ma agar tidak ada yang mengetahui tentang kematian tragis yang ia alami.
...***...
Yun Mu sangat terpukul dengan kematian Yun Ma, dia tidak menyangka Paman yang menjadi guru pembimbingnya itu akan kalah melawan Zhao Jian.
“Kita harus segera ke Kota Feixian, tuan muda!” seru Pria tua lain yang menemaninya datang ke Kota ini. “Kabarnya Gui Dao milik Yang Mulia Ye Jing sudah sangat dekat dari Dinasti Gu Agung, aku takut dia akan marah bila kita belum juga menangkap Zhao Jian!” bujuk Pria tua itu lagi, dia tahu Yun Mu sedang sedih atas kematian Yun Ma.
Yun Mu menarik napas dalam-dalam, dia tahu nasib Klan Yun tergantung pada apakah Klan-nya dapat menangkap Zhao Jian atau tidak.
Bila Ye Mo telah murka, bukan hanya Klan Yun yang akan dihabisi, seluruh tumbuhan dan semut pun tak luput akan diserap esensi kehidupannya hingga kering.
“Suruh semua Pendekar Klan Yun menuju Kota Feixian, kali ini jangan bertindak gegabah lagi. Kita harus menangkapnya dengan mengerahkan kekuatan besar agar dia tidak dapat kabur lagi!” seru Yun Mu mengepal tangannya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Pria tua di belakangnya tersenyum, dia mengira Yun Mu akan larut dalam kesedihan karena kematian Yun Ma itu. Namun, ternyata aura yang dipancarkan oleh Yun Mu semakin kuat, mungkin kini ia termotivasi untuk melakukan balas dendam dengan tangan sendiri.
Penguasa wilayah Kota itu mengerutkan keningnya saat melihat Beast Bangau Putih besar melintas di Kotanya. “Hmm, itu adalah orang-orang Klan Yun? Apa yang mereka lakukan di Kotaku ini dan mengapa mereka tidak menyapaku, apakah mereka sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya?” gumamnya berspekulasi. “Paman Xi... ikuti mereka secara diam-diam dan laporkan padaku bila mereka melakukan sesuatu yang mencurigakan!” Dia berkata pada Pria tua di sebelahnya.
Pria tua itu menganggukkan kepala dan menangkupkan tinju sebelum menghilang menjadi ketiadaan.
“Apakah kekacauan akan terjadi di Dinasti Gu Agung? Semoga saja ramalan bocah Lu Xiaoran itu tidak menjadi kenyataan!” gumamnya menghela napas panjang.
Sebulan yang lalu, seluruh Patriark Klan besar diundang ke Istana Dinasti Gu Agung dan hanya Patriark Klan Yun yang tidak muncul di sana. Kemudian Pemuda bernama Li Xiaoran yang sepertinya sangat dipercayai oleh Kaisar mengatakan dalam beberapa bulan lagi Dinasti Gu Agung akan diinvasi oleh Gui Dao Asing.
Lu Xiaoran juga mengatakan kalau bukan hanya Gui Dao Asing itu saja yang akan menjadi ancaman besar bagi Dinasti Gu Agung, ada Klan yang menjadi kaki tangan asing. Dia tidak mengatakan siapa Klan itu, tetapi semua orang langsung curiga itu adalah Klan Yun karena mereka tidak diundang dalam pertemuan itu.