
Patriark dan Penatua Klan Nan berhenti melakukan kultivasi tertutup setelah kristal kehidupan Nan Jing tiba-tiba hancur. Mereka tidak menyangka satu-satunya penerus tahta Klan Nan itu akan terbunuh dan mereka berspekulasi pelakunya adalah Zhao Jian, karena Nan Jing kabarnya berkonflik dengannya——belum lagi beberapa bulan yang lalu, Zhao Jian juga membunuh adik Patriark Klan Nan yang mempraktikkan tehnik kultivasi terlarang.
Patriark Klan Nan tidak menerima kematian anaknya itu, tetapi ia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan balas dendam karena Zhao Jian adalah seorang Hakim Kekaisaran dan juga menantu Kaisar Jiang Long.
Dengan kecewa, Patriark Klan Nan meremas botol arak di genggamannya hingga hancur berkeping-keping. Para Penatua Klan Nan tak ada yang berani mengucapkan sepatah katapun karena takut menyinggung perasaannya.
“Aku tidak menyangka Klan ini akan menjadi memprihatinkan seperti ini setelah kutinggalkan pergi Dua Puluh tahun yang lalu!”
Tiba-tiba Pria Sepuh berambut putih dengan janggut putih panjang muncul di pintu masuk Kediaman Klan Nan, sehingga semua yang ada di sana terkejut dan segera menghunus senjata masing-masing karena mengira ada musuh yang menyerang mereka.
“Penatua Su? Apakah itu Anda?” Patriark Klan Nan terkejut melihat sosok yang menghilang secara tiba-tiba Dua Puluh tahun yang lalu itu.
Kini basis Kultivasinya telah mencapai Ranah Paramita, padahal dulu basis Kultivasinya itu Ranah Tianzun. Entah bagaimana ia bisa menaikkan basis Kultivasinya dua tingkat dengan cepat begitu, kecuali ia mendapatkan harta misterius atau sumberdaya yang berlimpah di suatu tempat.
Penatua Nan Su tersenyum lebar, ia mengelus-elus janggut putihnya. Auranya Ranah Paramita yang terpancar dari tubuhnya, membuatnya terlihat sangat agung dan mendominasi.
Patriark Klan Nan terpaksa membungkukkan tubuhnya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Penatua Su menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Aku juga tidak mengira kekangan kultivasi di Gui Doa Kekaisaran Jiang telah melonggar. Padahal aku datang kemari untuk menjadikan Klan Nan kita menjadi Klan besar dan menjadi kaki tangan tuan Ye Mo yang akan menyatukan seluruh Gui Dao di Dunia ini.”
Patriark Klan Nan kebingungan mendengarnya, dia tidak tahu siapa itu Ye Mo dan menyatukan seluruh Gui Dao, apakah itu mungkin? atau hanya utopia saja karena sudah banyak jenius beladiri yang muncul di Dunia ini dan tak ada yang bercita-cita segila itu.
“Aku yakin kalian mengira aku sedang membual!” Sudut bibir Penatua Su memancarkan seringai tipis dan tiba-tiba ia melepaskan energi spritual berwarna hitam pekat yang membuat semua orang tertekan. “Ini adalah tehnik Demon God yang berasal dari Dunia lain yang diberikan oleh tuanku. Aku yakin kalian sedang mengalami kesulitan atau apapun itu... sekarang aku akan memberikan kalian tehnik Demon God, dan untuk sementara jangan melakukan pergerakan yang membuat Kekaisaran Jiang mencurigai kalian. Aku akan kembali ke Sekteku di Gui Dao asing untuk memberitahu guruku bahwa Kaisar Jiang Long telah mencapai Ranah World Master. Hmm, satu lagi... kalau kalian mendengar kultivator Beast Master dengan nama Zhao Jian maka segera hubungi aku, karena tuan Ye Mo sedang memburu siapapun Beast Master dengan nama Zhao Jian.”
“Zhao Jian?” sela Penatua Klan Nan dengan ekspresi wajah terkejut.
“Ya, apa di Kekaisaran Jiang ini ada Beast Master dengan nama Zhao Jian? Kalau ada maka tunjukkan padaku dan aku akan menangkapnya, kalian juga akan mendapatkan hadiah besar bila Zhao Jian itu adalah sosok yang ia cari!” sahut Penatua Nan Su.
“Memang ada, tetapi akan sulit untuk menangkapnya karena dia adalah murid Sekte Pedang Abadi. Patriark Sekte itu telah mencapai Ranah Immortal dan dia juga menantu Kaisar Jiang Long!” jawab Patriark Klan Nan dengan ekspresi wajah sedih karena gara-gara Zhao Jian lah Klan Nan mengalami kemunduran begini.
Nan Su merasa tidak akan mudah menangkap Zhao Jian dengan basis Kultivasinya saat ini. Namun, ia juga merasa ini juga akan mendulang Poin untuknya bila ia melapor pada Sektenya bahwa ada Beast Master bernama Zhao Jian di Kekaisaran Jiang.
“Kenapa Penatua Su tertawa?” Patriark Klan Nan keheranan.
“Masa depan Klan Nan akan cerah... tuan Ye Mo pasti akan mengirim Ranah World Master untuk menghancurkan Kekaisaran Jiang dan setelah itu aku akan meminta tuan Ye Mo agar membiarkan kalian tinggal di Gui Dao kami,” sahut Nan Su.
Patriark Klan Nan dan seluruh anggota Klan segera menangkupkan tinju, berterimakasih atas bantuan Nan Su karena biasanya penaklukan sebuah Gui Dao juga diikuti pelenyapan penduduk yang ada di sana kecuali pemenangnya memberikan ampunan seperti yang dilakukan oleh Kaisar Jiang Long yang menampung penduduk Kerajaan Kura-Kura Awan.
“Kalau begitu aku akan kembali dulu dan kalian rahasiakan kedatanganku!” seru Nan Su dengan tatapan tajam.
Ekspresi wajah Nan Su mengkerut masam. “Bagaimana mereka tahu aku menyusup kemari? Padahal aku telah keluar masuk ke Gui Dao yang lebih besar dari Kekaisaran Jiang, tidak ada yang mengetahui kalau aku mata-mata Gui Dao asing!” Karena ia merasakan aura Ranah Immortal yang menunggangi Beast Bangau Putih itu.
“Apa yang akan kita lakukan Penatua Su?” Patriark Klan Nan panik.
Seratus Pasukan Naga berhamburan melompat dari punggung Beast Bangau Putih, mereka mengepung kediaman Klan Nan.
Sosok cantik mengenakan pakaian Kasim Kekaisaran Jiang turun dari punggung Beast Bangau Putih, dibawah telapak kakinya muncul awan mendung dan membawanya mendarat di halaman kediaman Klan Nan.
Jing Mo yang merupakan Komandan Pasukan Naga yang juga pernah mengawal Zhao Jian dalam misi damai ke Kerajaan Kura-Kura Awan bertekuk lutut di hadapan Kasim tersebut. “Kami sudah memblokir kediaman Klan Nan, Kasim Long ....”
Xiao Long menutup mulutnya dengan kipas bambu berwarna emas, tawa pelan menggema di seluruh Kediaman Klan Nan. “Lenyapkan semua daging busuk ini, sedangkan yang satu ini akan menjadi milikku!” Tiba-tiba Nan Su sudah dalam cengkraman tangannya.
“Tidakkkkkkk! Lepaskan aku atau tuan Ye Mo akan memburu kalian!” ancamnya.
Namun, Xiao Long sangat benci diancam, walaupun kini bentuk tubuhnya seperti perempuan setelah melakukan tehnik terlarang, dulu dirinya adalah mantan pemberontak di Kerajaan Kura-Kura awan dan juga pernah menjadi Raja yang bengis.
Nan Su tiba-tiba kejang-kejang, sesaat kemudian tubuhnya hancur berkeping-keping, darah Nan Su mengotori pakaian serta wajah Xiao Long.
Jing Mo dengan sigap mengeluarkan sapu tangan dan menyerahkannya pada Xiao Long yang langsung menyeka wajahnya.
Hanya dalam beberapa tarikan napas, Klan Nan telah berubah menjadi kenangan saja. Setelah itu, Beast Bangau Putih segera menghilang di langit, sedangkan para Hakim Kota Nandong hanya menghela napas lega karena tidak bernasib sama dengan Klan Nan.
...***...
“Apa kau yakin entitas mengerikan itu sedang mengejar menantuku?” Kaisar Jiang Long terkejut mendengar cerita dari Kasim Xiao Long yang menggunakan tehnik terlarang membaca pikiran Nan Su.
“Benar Yang Mulia... aku juga bingung, kenapa Zhao Jian yang berasal dari Gui Dao kecil bisa menyinggung entitas dari Dunia lain, apalagi basis Kultivasinya sangat aneh; Ranah Origin King... apakah itu basis Kultivasi di atas Ranah World Master?” Kasim Xiao Long berspekulasi.
“Untuk sesaat kita mungkin aman karena kamu telah membunuh penyusup itu, tetapi aku takut ada penyusup lain. Apa yang harus kita lakukan?” Kaisar Jiang Long menjadi bingung, kalau Zhao Jian bukan menantunya maka dia akan secara sukarela menyerahkan Zhao Jian ke sosok bernama Ye Mo itu dan melakukan kerja sama dengannya.
“Bagaimana kalau begini saja ....” Kasim Xiao Long menggunakan telepati agar tidak ada yang mendengar dan Kaisar Jiang Long mengangguk setuju.
...***...
(Jangan lupa di like, ya😁😁😁ceritanya mulai tegang, nih 😁😁😁)