Beasts Master

Beasts Master
Mantan Tunangan



Patriark Klan Yan dan Jenderal Zhao Yi sedang berbincang-bincang santai saat Yan Mo tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan ekspresi wajah pucat.


“Gawattttttt!”


“Dia di sini, musuh itu telah menerobos ke dalam Kota dan dia di Ranah Jie Zhu!”


Yan Mo berkata dengan gugup, karena lawan yang akan mereka hadapi adalah ahli beladiri terkuat di Kerajaan Zhao.


Gelas di tangan Patriark Klan Yan terjatuh dan detak jantungnya berpacu dengan cepat. “Kamu tidak berbohong, kan? Mana mungkin ada Ranah Jie Zhu di Kerajaan Zhao kecuali dia orang asing yang menyusup ke Gui Dao kita. Namun, itu tidak mungkin karena tidak ada laporan dari tembok besar kalau ada orang asing yang masuk.”


“A-aku tidak berbohong! Hakim Jian yang mengatakannya,” sahut Yan Mo. “Beasts Rubahnya merasakan keberadaan orang tersebut, tidak mungkin Hakim Jian berbohong karena ia juga langsung mengejarnya!” katanya lagi.


Namun, Jenderal Zhao Yi terkejut mendengarnya. “Kenapa si bodoh itu sangat ceroboh!” gerutunya. “Cepat aktifkan formasi Susunan Bintang!”


Zhao Yi berharap formasi tersebut dapat menekan basis kultivasi musuh tersebut walaupun ia tidak tahu apakah formasi Susunan Bintang dapat menekan Kultivasi Ranah Jie Zhu, karena selama ini formasi itu dikhususkan menekan Kultivasi Ranah Spirit saja.


“Baik, Pangeran Yi!” sahut Patriark Klan Yan yang langsung mengaktifkan formasi Susunan Bintang. “Mo‘er... cepat panggil Yan Yan dan Komandan Zhao Fan kemari!” Dia khawatir pada Putrinya itu karena Yan Yan dan suaminya beberapa saat yang lalu kembali ke Kediaman mereka.


...***...


Ye Jing merasakan tiba-tiba basis Kultivasi-nya ditekan ke Ranah Spirit. Namun, ia hanya menyeringai. “Formasi sampah ini tidak akan dapat menekan Kultivasiku!” cibirnya sembari menggigit ujung jari kelingkingnya—sehingga menetes setetes darah dan membatalkan serangan formasi Susunan Bintang padanya dengan Segel Darah, sehingga basis Kultivasi-nya kembali ke Ranah Jie Zhu.


Ye Jing memejamkan matanya dan mencoba merasakan di mana keberadaan Yan Yan dengan indra penciumannya.


Walaupun ia bukan Ye Jing yang asli, tetapi ingatan Ye Jing yang asli masih tersimpan di benaknya dan ia tersenyum lebar saat merasakan keberadaan Yan Yan.


“Yan‘er... sayang! Kamu yang akan menjadi korban pertamaku he-he-he!” Ye Jing langsung melesat ke Kediaman Komandan Zhao Fan, sementara Zhao Jian melesat ke arah Kediaman Klan Yan.


...***...


Yan Yan kini sedang berbaring di tempat tidurnya tanpa mengenakan pakaian. Dia menggigit bibir bawahnya sembari mengedipkan mata pada suaminya, Zhao Fan yang sedang menanggalkan pakaian dinasnya.


“Kau sudah tidak sabar ya, gadis nakal!” Zhao Fan merangkak pelan mendekati Yan Yan.


“Kamu selalu malu-malu kucing dan tidak mau mengakui kalau kamu sudah tidak tahan lagi, kan?” Zhao Fan menggoda Yan Yan lagi dan mencium lehernya.


“He-he-he... ternyata kau menjual tubuhmu pada Prajurit rendahan, ya... Yan Yan!”


Yan Yan dan Zhao Fan terkejut, keduanya langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Zhao Fan segera meraih Pedang-nya yang tergeletak di atas meja di samping tempat tidur. Dia langsung panik, karena tidak merasakan aura keberadaan Pemuda tampan yang berjongkok di jendela kamarnya tersebut.


“Siapa kamu? Apa maumu?” Zhao Fan berteriak keras agar bawahannya segera datang dari lantai bawah Kediamannya.


Namun, tubuh Yan Yan gemetaran karena ia mengenali Pemuda tampan itu. “Kita sudah tidak memiliki hubungan lagi Ye Jing, apa maumu sebenarnya?”


“Ye Jing?” Zhao Fan akhirnya menyadari siapa Pemuda tampan di hadapannya ini. “Ternyata dia mantan tunangan, Yan‘er. Namun, bagaimana cara dia meningkatkan basis Kultivasi-nya ke Ranah Jie Zhu dengan cepat?” Zhao Fan khawatir Ye Jing datang kemari untuk melakukan balas dendam pada istrinya.


Zhao Fan bingung, kenapa bawahannya tak kunjung datang padahal ia sudah berteriak dengan keras. Apakah mereka telah dilumpuhkan oleh Ye Jing, karena dengan basis Kultivasi-nya yang sangat tinggi itu—sangat mudah bagi Ye Jing mengalahkan mereka.


Zhao Fan mengirim suara telepati pada Yan Yan agar segera kabur saat ia bertarung melawan Ye Jing. Dia meminta Yan Yan segera menembakkan kembang api agar bala bantuan dari Kediaman Klan Yan segera datang menyelamatkannya.


Sudut bibir Ye Jing memancarkan seringai tipis dan ia sangat senang melihat ekspresi wajah mantan tunangannya itu, ekspresi wajah ini seperti ekspresi wajah Ye Jing yang asli saat Klan Ye dihancurkan dan Yan Yan tiba-tiba memberitahu kalau pertunangan mereka dibatalkan.


Ye Jing yang asli merasa hidupnya bagaikan di neraka, tidak ada yang mau menerimanya kecuali Iblis dari Sekte Underworld yang justru makin membuat hancur hidupnya.


“Kalian semua akan mengalami nasib yang sama seperti apa yang Ye Jing rasakan ha-ha-ha ....” Ye Jing berkata sembari tertawa jahat.


Yan Yan bingung dengan ucapan Ye Jing dan dia merasa Pemuda tampan di hadapannya ini seperti bukan Ye Jing yang dulu. “Apakah dia telah dirasuki Roh jahat karena terlalu menderita?” gumamnya merasa bersalah karena terlalu cepat memberitahu kalau ia ingin pertunangan mereka dibatalkan.


Yan Yan berpikir seharusnya ia memberikan waktu beberapa tahun agar Ye Jing terbiasa dengan hidupnya yang baru, setelah itu barulah mereka membahas pembatalan pertunangan.


“Apakah kamu ingin balas dendam?” Yan Yan bertanya, sehingga Zhao Fan mengerutkan keningnya—kenapa Yan Yan belum juga melarikan diri. “Kalau kamu ingin membalas sakit hatimu karena keputusanku membatalkan pertunangan kita, maka aku akan menyerahkan diriku padamu dan terserah padamu mau melakukan apa saja padaku. Namun, tolong... jangan sakiti Fan gege, karena ia tidak terlibat dalam pembatalan pertunangan kita.”


“Yan‘er... apa yang kamu lakukan? Cepat lari!” Zhao Fan menarik tangan Yan Yan yang hendak berjalan ke arah Ye Jing untuk menyerahkan dirinya.