
Halaman istana Kekaisaran kini tiba-tiba menjadi arena latih tanding dadakan. Kaisar, Zhao Tian, Pejabat tinggi Kekaisaran, para Jenderal dan para Patriark Klan-Klan yang ada di seluruh Kekaisaran Jiang menjadi penontonnya.
Patriark Sekte Pedang Abadi membuat Perisai dan bertindak sebagai wasit pertandingan.
“Apakah kalian sudah siap?” tanya Xiao Yan, Patriark Sekte Pedang Abadi yang juga ayah dari Penatua Xiao Shi tersebut.
Zhao Jian dan Jiang Ruo mengangguk pelan sembari menghunus Pedang masing-masing.
Namun, Zhao Jian hanya mengajak Beast Ayam Surgawi saja karena ia ingin menjadikan latih tanding ini untuk memperkuat kolaborasinya dengan Ayam Jago.
Jiang Ruo langsung melesat begitu Xiao Yan mengangkat tangannya tanda Pertarungan dimulai. Hanya dalam satu kedipan mata saja, Jiang Ruo sudah di depan Zhao Jian sembari menebas ke arah dada calon suaminya itu.
Bilah Pedang Jiang Ruo mengeluarkan energi spritual Es yang membuat area disekitarnya membeku.
Namun, Zhao Jian menangkis tebasan Pedang Jiang Ruo itu dengan Pedang Keadilan yang mengeluarkan energi spritual Api—sehingga melelehkan bongkahan es disekitarnya.
Ayam Jago berlari mengelilingi arena latih tanding dengan kecepatan penuh tanpa mendekati Jiang Ruo karena ia sebenarnya sangat ketakutan, mengingat ia cuma setara Ranah Spirit saja sementara lawannya dua tingkat diatasnya karena basis Kultivasi Jiang Ruo adalah Ranah Tianzun.
“Apa yang dilakukan ayam itu? Apakah itu Beast baru yang melakukan kontrak Jiwa dengan Jian‘er?” tanya Zhao Tian pada Zhao Yi yang langsung mengangkat bahunya karena iapun tak tahu.
“Lebih baik ayam itu disembelih saja, mungkin dagingnya sangat enak!” sahut Zhao San sembari tersenyum lebar.
Jiang Ruo dan Zhao Jian terhempas beberapa langkah. Kemudian Jiang Ruo segera melesat lagi dan berusaha mengendalikan ritme pertarungan. Sekali lagi ia menebas ke arah dada Zhao Jian dan dari bilah Pedangnya meledak kobaran api.
Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis dan mengalirkan energi spritual Es pada Pedang Keadilan—sehingga kobaran api dari bilah Pedang Jiang Ruo padam.
Jiang Ruo mengerutkan keningnya dan tampak terkejut karena tidak menyangka Zhao Jian memiliki energi spritual yang sama sepertinya.
Jiang Ruo adalah ahli beladiri dengan energi spritual ganda yang cukup langka. Hanya beberapa orang saja yang terlahir dengan energi spritual langka seperti itu.
Namun, sebenarnya tebakannya tentang energi spritual Zhao Jian itu salah, karena energi spritual yang ia gunakan tadi itu berasal dari Kedua Beast Rubahnya—sedangkan energi spritual asli miliknya adalah energi spritual Angin.
Karena menggunakan energi spritual selalu gagal memojokkan Zhao Jian, Jiang Ruo memutuskan adu skill berpedang dengan calon suaminya itu.
Kaisar Jiang Long menggelengkan kepala karena sudah dapat menebak akhir pertarungan itu, sehingga Jiang Ruo tampak gelisah karena merasa dipermalukan—padahal dirinya adalah jenius langka yang dipuja-puji oleh para bangsawan dan orang-orang disekitarnya. Mereka selalu mengatakan dirinya tak akan terkalahkan saat melawan musuh yang setara dengannya. Namun, pujian itu ternyata tak berlaku di hadapan calon suaminya yang berasal dari Gui Dao kecil yang ia anggap remeh tersebut.
Zhao Jian dengan sengaja berpura-pura terjatuh saat bilah Pedang milik Jiang Ruo beradu dengan bilah Pedang Keadilan.
Jiang Ruo jelas menyadari ulah Zhao Jian tersebut, sehingga ia makin kesal karena merasa seperti dikasihani olehnya.
“Aku menyerah! Nona Ruo sangat hebat sehingga aku kewalahan ha-ha-ha ....” Zhao Jian tertawa pelan.
Namun, Jiang Ruo tetap mengayunkan pedangnya, sehingga Zhao Jian terpaksa menangkis tebasan itu walaupun dalam posisi terlentang di lantai.
Zhao Jian terkejut melihat ekspresi masam di wajah Jiang Ruo dan gadis cantik itu kembali mengayunkan Pedangnya dengan mengalirkan energi spritual Api.
“Cukup!” seru Xiao Yan. “Pemenangnya adalah Jiang Ruo!” katanya lagi.
Xiao Yan buru-buru menghentikan pertarungan itu karena di kepalan tangan Zhao Jian muncul energi spritual berwarna ungu yang merupakan energi spritual Racun yang sangat mematikan.
Xiao Yan tak ingin Zhao Jian membuat Putri Mahkota itu keracunan walaupun Zhao Jian dapat menghilangkan efek racunnya nanti. Namun, itu akan membuat Jiang Ruo makin membenci Hakim termuda Kekaisaran Jiang tersebut. Karena dirinya termasuk salah satu pihak yang mengusulkan pada Kaisar untuk menikahkan Jiang Ruo dengan Zhao Jian setelah Lu Xiaoran menghilang.
Jiang Ruo menghentakkan kakinya dan dengan ekspresi wajah masam berjalan ke arah Kaisar Jiang Long—yang tersenyum lebar menatap Putrinya itu.
Para penonton langsung mencibir Zhao Jian karena aktingnya terlalu buruk dan mudah ditebak, seharusnya dirinya tak perlu berpura-pura kalah dalam latih tanding tersebut.
“Hei, Ayam Jago! Sampai kapan kau terus berputar-putar?” Padahal pertarungan dirinya melawan Putri Mahkota Kekaisaran Jiang telah selesai dilakukan.
“Eh, cepat sekali? Padahal aku baru melakukan pemanasan dulu!” sahut Ayam Jago berhenti berlari mengelilingi arena latih tanding dan mengepakkan sayapnya sembari berjalan ke sebelah Zhao Jian. “Ha-ha-ha... tuan Jian pasti menang, kan?” tanyanya dengan bangga.
“Kita kalah dan leherku hampir terpisah dari ragaku!” gerutu Zhao Jian sembari berjalan ke arah Zhao Tian.
“Eh, mana mungkin! Melawan Beast Phoenix Penatua Xiao Shi saja tuan berhasil menyudutkannya!” sahut Ayam Jago yang membuat para penonton terkejut mendengarnya sehingga akting yang dilakukan Zhao Jian tadi makin terlihat disengaja.
Zhao Jian mengerutkan keningnya dan menundukkan wajahnya saat berjalan ke dekat Zhao Tian karena Jiang Ruo menatap tajam ke arahnya.