Beasts Master

Beasts Master
Liu Mubai dan Bawahannya Mengepung Zhao Jian



Zhao Jian menyeka darah dari sudut bibirnya dan tersenyum tipis menatap Lima ahli beladiri Ranah Spirit yang mengenakan pakaian serba hitam di depan Jendela. “Tadi itu Aku terlalu ceroboh, tapi kali ini mereka semua akan binasa di bilah Pedang Zhengyi!”


Zhao Jian berpindah secara tiba-tiba dengan tehnik beladiri Langkah Angin—sehingga kecepatan larinya bertambah sepuluh kali lipat dari kecepatan lari tanpa menggunakan energi Spritual.


Violet tersenyum dan tetap berbaring santai di atas ranjang, kemudian tiba-tiba atap di atas kamar mereka hancur oleh tebasan Liu Mubai.


“Bunuh Hakim Jian! Jangan biarkan ia melarikan diri!” seru Liu Mubai. Namun, ia terkejut melihat tiga tubuh bawahannya malah terpotong-potong oleh Benang Sutera tipis berwarna Putih di bawah mereka. “Ini jebakan, hindari Benang itu!” teriaknya panik—karena benang tersebut seperti bilah Pisau yang sangat tajam.


Dua bawahannya yang lain terlanjur melompat ke bawah dan tubuh mereka ikut terpotong-potong, sehingga ia sangat marah sekali. Jebakan itu telah melenyapkan Lima bawahannya.


Zhao Jian langsung menebas musuh yang ada di depan jendela, tetapi musuh tersebut dengan sigap melakukan tebasan balasan—sehingga bilah Pedang mereka beradu dengan keras yang mengakibatkan area disekitar mereka mengalami fluktuasi energi spritual, dinding kamar yang ditempati Zhao Jian pun hancur berkeping-keping.


“Beasts Ulat?”


Liu Mubai terkejut melihat Violet yang masih rebahan di atas ranjang dan Liu Mubai akhirnya mengerti kenapa ada jebakan benang setajam bilah Pisau di sini, ternyata Zhao Jian adalah Beasts Master.


Zhao Chen dan Petugas Pengadilan lainnya terkejut mendengar suara ledakan yang datang dari arah kamar Zhao Jian.


“Sial! Assassins telah muncul, pasti mereka ingin membunuh Hakim Jian!” Zhao Chen panik dan langsung menebas dinding kamarnya—kemudian mengerutkan keningnya, karena pihak musuh sangat banyak dan semuanya Ranah Spirit.


Zhao Que mengutuk keributan yang terjadi di luar karena tiba-tiba atap kamarnya hancur menimpa dirinya yang sedang terlelap tidur. “Bajingann mana yang ingin kuhancurkan belut tampannya ini?” bentaknya—segera menghancurkan atap bangunan yang menimpanya dan melompat ke halaman gedung Pengadilan cabang Kota Canglan tersebut. “Eh, lawan kita ternyata sangat banyak!” Nyalinya tiba-tiba menciut—karena di pihaknya hanya Zhao Chen, Zhao Bao dan Hakim Zhao Jian saja yang basis Kultivasi-nya Ranah Spirit—sisanya hanya Ranah Penempaan Tubuh saja.


Liu Mubai tidak menyangka rencana penyerangan yang telah disusun dengan rapi tersebut akan berantakan—padahal Hakim Zhao Qihan sengaja memperlemah penjagaan di gedung Pengadilan, ia hanya menempatkan Petugas Pengadilan yang memiliki basis Kultivasi dibawah Ranah Spirit saja yang berjaga. Namun, siapa sangka Zhao Jian ternyata cukup kuat juga dan Beasts-nya juga memiliki kemampuan unik yang sangat berbahaya.


Liu Mubai memberikan kode agar tiga orang bawahannya melawan Zhao Chen, Zhao Que dan Zhao Bao.


Lima Belas Petugas Pengadilan bawahan Zhao Jian lainnya segera berkumpul di belakang Zhao Chen sembari menghunus Pedang, Tombak dan senjata lainnya.


“Kalian menjauh lah... lawan kita adalah Assassins Ranah Spirit, kalian tidak akan sanggup melawan mereka!” seru Zhao Chen tidak ingin Petugas Pengadilan yang lebih muda mati sia-sia, karena ahli beladiri Ranah Spirit hanya perlu menggunakan sedikit energi spritual saja untuk melenyapkan ahli beladiri Ranah Penempaan Tubuh Tahap Tian.


Mau tak mau mereka segera mundur karena mereka yakin hanya akan menjadi penghambat saja di sana, bahkan bisa saja mereka akan dijadikan sandera oleh musuh bila pihak musuh kewalahan menghadapi senior mereka.


Liu Mubai yang masih berdiri di atap gedung Pengadilan melihat celah pada pertahanan Zhao Jian, kemudian ia segera melompat ke arah Zhao Jian yang sedang bertukar puluhan tebasan Pedang dengan lawannya.


“Oh, tidak semudah itu menghabisi Hakim Tampanku!” Violet tiba-tiba melepaskan benang sutera berbentuk jaring Laba-laba di belakang punggung Zhao Jian. Ekornya kembali bergerak ke kanan dan ke kiri dengan wajah merah merona. “Tuan Jian aku datang membantumu!” Dia melompat dari atas ranjang yang langsung menempel di punggung Zhao Jian—sehingga tuannya itu tersungkur mencium tanah, untung saja pihak musuh berjarak dua langkah dari Zhao Jian yang segera berdiri kembali.


“Apa yang kau lakukan, Violet!” gerutu Zhao Jian. “Jangan menempel di punggungku, kamu berat sekali! Aku tidak bisa bergerak dengan bebas jadinya!”


Namun, ekspresi wajah Violet menjadi masam. “Teganya dirimu tuan menghina gadis manis seperti diriku! Oh, aku jadi patah hati hiks... hiks ....”


Zhao Jian mengerutkan keningnya, kenapa Beasts-nya kini malah bertingkah sangat aneh setelah mendapatkan kecerdasan seperti manusia. Padahal kenyataannya dia sangat gemuk karena memakan dedaunan apa saja, bahkan puluhan Pohon besar kehilangan daun oleh ulahnya.


“Berhenti main-main, aku akan membiarkanmu tidur di sebelahku nanti dan tidak memasukkanmu ke Kantung Penyimpanan!” Zhao Jian membujuknya agar tidak bercanda lagi dalam situasi pelik yang membahayakan keselamatan dirinya dan bawahannya tersebut.


“Ara... ara... Aku tidak menyangka keponakanku ternyata memiliki hobi aneh yang ....” Wajah Zhao Que memerah memikirkan hal gila dibenaknya.


“Kamu juga berhenti berpikiran aneh-aneh terhadap Hakim Jian, ayo fokus melawan musuh!” sela Zhao Chen takut Zhao Jian malah merajuk karena diejek oleh Zhao Que.