
“Maaf senior, aku tak kenal dengan Kaisar Ye Mo itu karena aku juga berasal dari Gui Dao yang telah ditaklukkan oleh Gui Dao besar!” Zhao Jian berusaha bernegosiasi dengan Pria Asing itu walaupun ia telah menghunus Pedang Keadilan.
“Aku tak peduli kamu mengenali Kaisar Ye Mo atau tidak! Yang penting kamu harus ikut denganku untuk dipersembahkan padanya he-he-he ....” Pria Asing itu tertawa.
Pasukan Naga dari Klan Hua sangat senang mendengar ucapan Pria Asing itu karena Pria Asing itu akan membawa Zhao Jian—Hakim muda yang sangat dibenci oleh Klan-Klan besar maupun para Jenderal militer Kekaisaran Jiang tersebut.
Dia berkomunikasi melalui telepati pada beberapa anggota Pasukan Naga yang lebih setia pada Jenderal dan Klan besar dari pada Kaisar Jiang Long—untuk bersiap-siap melarikan diri dengan membawa kabur Jiang Ruo saat Zhao Jian tidak sanggup mengalahkan Pria Asing Ranah Saint tersebut.
“Semua menjauh lah dan lindungi Putri Mahkota Jiang Ruo!” seru Zhao Jian.
“Baik Hakim Jian!” sahut Jiang Mo sembari menatap Jiang Ruo agar melompat pindah ke punggung Beast Elang Putih lainnya.
Namun, Jiang Ruo tampak enggan meninggalkan Zhao Jian karena dia sudah tahu kalau suaminya itu kalah maka mereka akan meninggalkannya.
“Cepatlah sebelum Pria Asing ini berubah pikiran dengan langsung menyerangmu dan Pasukan Naga lebih dulu!” Zhao Jian mendesak Jiang Ruo.
“Hati-hati! Aku tidak ingin menjadi janda muda!” Jiang Ruo berkata sembari menggertak kan giginya—sehingga Zhao Jian tersenyum lebar karena Putri Mahkota yang terlihat tsundere itu ternyata perhatian juga padanya.
“Siapa yang bilang kalian akan meninggalkan tempat ini? Kalian semua akan bertemu Dewa Yama di Dunia Bawah!” ejek Pria Asing itu sembari mengayunkan Pedangnya ke arah Jiang Mo.
Energi Pedang berbentuk bulat sabit melesat secara vertikal ke arah Jiang Mo yang langsung panik—karena ia terakhir yang akan melompat ke Beast Elang Putih.
“Violet!” seru Zhao Jian dan Beast Kupu-Kupu yang setara Ranah Saint langsung menghadang serangan Pria Asing itu.
“Kau ternyata Beast Master!” Pria Asing itu terkejut. “Sejak tadi aku sudah curiga kenapa kamu tetap tenang walaupun ada lawan yang lebih kuat darimu, ternyata Beast Kupu-kupu yang cocok jadi peliharaan ini senjata pamungkasmu!” Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis mengejek Beast Kupu-kupu.
“Oh, begitu kah? Mari kita lihat bilah Pedang siapa yang paling tajam!” sahut Zhao Jian mengayunkan Pedang Keadilan. “Gerakan Pertama Jurus Pedang Dewa Mata Angin!” Energi Spritual Angin berbentuk bulan sabit melesat ke arah Pria Asing itu.
Karena Zhao Jian hanya Ranah Tianzun saja, Pria Asing itu cuma menjentikkan jari tangannya untuk menghancurkan Energi spritual angin tersebut.
“Ini yang kamu katakan tajam?” ejek Pria Asing sembari melesat ke arah Zhao Jian—akan tetapi tiba-tiba ratusan Kupu-kupu kecil melesat ke arahnya.
Pria Asing itu merasa Aura yang menakutkan dari gerombolan Kupu-kupu kecil itu, sehingga ia membatalkan rencana mendekati Zhao Jian dan mundur beberapa langkah sembari mengayunkan Pedangnya.
Energi Pedang berbentuk bulan sabit melesat ke arah gerombolan Kupu-kupu kecil itu yang langsung meledak, dan energi spritual racun menyebar ke segala arah—sehingga Pria Asing itu terkejut.
“Aku harus membunuh Pemuda bernama Zhao Jian itu sehingga kontrak jawanya dengan Beast Kupu-kupu itu berakhir dan Beast itu pasti akan langsung pergi. Walaupun aku tak bisa membawanya pada Kaisar Ye Mo, aku tetap mendapatkan gadis cantik itu sebagai kompensasinya!” gumam Pria Asing itu melempar Pedangnya ke atasnya. “Gerakan Kedua Jurus Pedang Matahari!”
Pedang yang dilempar Pria Asing itu membelah diri menjadi Tujuh dan langsung melesat ke arah Zhao Jian.
Violet melepaskan Ratusan Kupu-kupu kecil untuk menghadang Pedang-Pedang itu, sehingga menimbulkan ratusan ledakan beruntun.
Zhao Jian terlalu fokus pada Pedang-Pedang itu sehingga tidak menyadari kalau Pria Asing itu telah muncul di belakangnya sembari mengayunkan Pedangnya.
“Jian gege awassssssss!” Jiang Ruo berteriak keras agar Zhao Jian segera menghindar.
“Tuan Putri tolong jangan berteriak! Itu akan menggangu konsentrasi Hakim Jian!” sela Pasukan Naga dari Klan Hua.
“Justru kau yang harus diam! Aku curiga kau miliki niat tersembunyi untuk mencelakai Hakim Jian!” sahut Jiang Mo menatap tajam pada Pasukan Naga dari Klan Hua itu.
“Aku mengatakan yang sebenarnya, kok... kalau kalian tidak percaya ya sudah berteriak saja dan jangan salahkan kami bila Hakim Jian tewas dalam pertarungan itu!” Pasukan Naga itu berkilah.
Zhao Jian mengerutkan keningnya karena sudah terlambat untuk berbalik badan untuk menangkis serangan Pria Asing itu.
“Huli Jing dan Daji sekarang lah saatnya melakukan kejutan!” seru Zhao Jian.
Dinding Es tiba-tiba muncul di belakang punggung Zhao Jian—sehingga Pria Asing itu gagal menebas punggung Zhao Jian. Dinding es itu hancur berkeping-keping menjadi butiran-butiran salju sesaat kemudian bola api melesat ke arah dada Pria itu.
“Sial!” Pria Asing itu terhempas dan hanya membuatnya terkejut saja—karena kekuatan Daji hanya setara Ranah Tianzun saja. “Ternyata kau memiliki Dua Beast Rubah!” gerutunya.
Violet tiba-tiba muncul di belakang Pria Asing itu yang langsung mengayunkan Pedangnya. Namun, Energi Spritual berwarna ungu telah mengelilingi tubuhnya.
Pria Asing itu panik, dia tidak bisa melihat sekelilingnya dan ledakan-ledakan kupu-kupu kecil membuat tubuhnya terluka—sehingga energi spritual racun dari Beast Kupu-kupu Ranah Saint itu menyebar ke seluruh tubuhnya melalui pembuluh darahnya.
“Sial! Sial! Aku tertipu, maaf Kaisar Ye Mo... aku tidak bisa membawa orang yang kamu cari!” gerutu Pria Asing itu yakin Zhao Jian yang inilah yang dicari oleh Kaisar-nya itu. Dia kemudian menusuk jantungnya sendiri agar tidak menderita sakit yang lebih lama lagi.
“Dia bunuh diri, tuan Jian!” seru Violet melalui suara telepati.
“Sayang sekali, padahal aku ingin bertanya kenapa Kaisar Ye Mo itu sangat membenci orang-orang yang bernama Zhao Jian!” sahut Zhao Jian hanya menatap tubuh Pria Asing itu yang jatuh ke permukaan laut dan Beast Hiu raksasa segera menelan tubuh Pria Asing itu.