
Zhao Jian tidak langsung menuju Kota Feixian setelah berhasil kabur dari Pak tua Ranah World Master yang berusaha melenyapkannya.
Dia memulihkan luka-luka yang ia derita dari serangan Yun Ma tersebut. Butuh seminggu hingga kondisi tubuhnya bugar kembali.
Saat mendekati Kota Feixian, Zhao Jian menyimpan Ayam Jago ke Tas Sihirnya. Dia memutuskan berjalan kaki bersama Daji ke dalam Kota.
Penampilannya sama dengan Daji, mengenakan penutup wajah dan bertopi caping. Keduanya terlihat seperti Pendekar misterius, yang satu wanita terlihat anggun dan yang Pria seperti Pendekar Pedang hebat karena ada Pedang di punggungnya.
Kota Feixian adalah Kota besar, ribuan orang keluar masuk di gerbang Kota sehingga memasuki Kota itu sangat mudah sekali, tidak ada pemeriksaan identitas digerbang masuk.
“Sudah lama kita tidak makan makanan enak, pertama-tama kita cari restoran dan makan sepuasnya!” Kalimat itu yang terlintas di mulut Zhao Jian begitu masuk ke dalam Kota Feixian.
Boooooommmmmm!
Boooommmmmm!
Ledakan energi spiritual muncul tak jauh dari mereka, Ranah World Master Pria tua dikepung oleh Sepuluh Ranah World Master.
Itu pertarungan yang tidak seimbang, Zhao Jian berpikir mungkin Pria tua itu adalah musuh Klan besar.
Seseorang Pria muda yang mengenakan penutup wajah menabrak Zhao Jian sehingga penutup wajahnya terbuka.
“Maaf... eh, kamu!” Pemuda itu terkejut melihat Zhao Jian dan tiba-tiba Niat membunuh merembes dari tubuhnya.
“Tuan muda Yun... ayo cepat, mereka pasti akan menyadari keberadaanmu!” Seseorang Pria muda menarik tangan Pemuda yang menabrak Zhao Jian itu.
“Kenapa dia membenciku? Padahal dia yang menabrakku!” gumam Zhao Jian menggelengkan kepala dan mengenakan penutup wajahnya lagi.
“Cepat serahkan tuan mudamu, Pak tua! Kaisar telah menurunkan titah penghapusan Klan Yun karena menjadi kaki tangan asing!” seru salah satu Ranah World Master mencibir Pria tua itu.
“Sudah kukatakan, aku sendirian ke sini dari awal dan kenapa aku ikut dimusnahkan padahal aku cuma berasal dari Klan cabang saja?” Pria tua itu tampak sedih tak bersedia dihukum mati.
Namun, ia juga terlihat seperti sedang mengulur waktu karena tidak mencoba berjuang mati-matian, dia malah selalu berusaha menghindari serangan lawan dan anehnya tidak berusaha kabur.
“Sepertinya mereka jauh lebih kuat dari Pria tua World Master yang melukaiku dulu,” gumam Zhao Jian menonton peraturan itu.
Namun, tiba-tiba terjadi gempa Bumi yang membuat Kota Feixian terguncang hebat, bangunan-bangunan di Kota itu rubuh dan suara memekakkan telinga menggema.
“Apa yang terjadi?” Zhao Jian dan semua orang kebingungan dengan fenomena aneh itu, karena suara yang memekakkan telinga itu berasal dari Gui Dao atau Beast Kura-kura Dinasti Gu Agung.
“Apakah kau sudah gila Yin Han? Mana mungkin Dinasti Gu Agung hancur, Pahlawan telah muncul di Sekte Naga Surgawi!” cibir Ranah World Master yang mengepungnya. “Asal kau tahu, Lu Xiaoran yang melenyapkan semua anggota Klan Yun hanyalah Ranah Immortal. Sekarang kabarnya dia hendak menerobos ke Ranah World Master, saat dia berhasil meningkatkan basis Kultivasinya maka si Ye Mo itu akan menjadi debu ditangannya!” cibirnya lagi.
Yin Han mengerutkan keningnya dan tidak menyangka ternyata Klan-nya yang merupakan Klan besar dengan banyak Ranah World Master yang menjadi pondasi mereka akan dimusnahkan oleh Pemuda Ranah Immortal.
“Mustahil! Pasti ada campur tangan istana dan Sekte Naga Surgawi, kalian hanya mengada-ada saja!” Yun Han tidak percaya dengan cibiran mereka.
Fluktuasi energi spiritual tiba-tiba meledak dari tubuhnya, Yun Han memutuskan melakukan serangan bunuh diri setelah tidak merasakan Aura tuan mudanya, yang berarti Yun Mu berhasil melarikan diri.
Yun Han juga tidak menyangka akan bernasib sial ketika mendatangi Kota Feixian ini, awalnya merasa hanya ingin menangkap Zhao Jian di sini. Namun, tiba-tiba sebuah pesan datang yang mengatakan untuk membawa Yun Mu kabur karena Klan Yun telah dimusnahkan.
Saat ia akan keluar dari penginapan, tiba-tiba Klan yang menguasai Kota Feixian mengirim para World Master mereka untuk melenyapkan Yun Han dan tuan mudanya.
“Maaf tuan muda... Pria tua ini gagal menjagamu, semoga saja Anda dapat melarikan diri dan memulai kehidupan baru!” gumam Yun Han tersenyum hingga tubuhnya meledak.
“Brengsekkkk kau Yun Han!” umpat salah satu World Master sembari berusaha menghadang ledakan energi spiritual itu agar tidak terdampak pada penduduk yang sudah menderita oleh gempa besar tadi.
Patriark Klan yang menguasai Kota Feixian melempar artefak tingkat tinggi berupa Lonceng Emas.
“Alirkan energi spiritual kalian ke Lonceng Emas ini!” teriak Patriark itu.
Semua Ranah World Master mengalirkan energi spiritual mereka dan tiba-tiba Lonceng Emas itu membesar, kemudian mendarat di ledakan energi spiritual tubuh Yun Han.
“Harta yang yang sangat hebat!” gumam Zhao Jian takjub karena itu meredam sebagian ledakan energi spiritual sehingga dapat meminimalisir korban jiwa penduduk Kota Feixian. “Sepertinya kita tidak akan dapat makan makanan enak lagi, karena Kota ini telah hancur!” seru Zhao Jian dengan ekspresi wajah sedih.
Dia ingin membantu mengevakuasi penduduk dengan mengeluarkan Beast-Beastnya, akan tetapi ia takut itu malah membuatnya dalam masalah.
Di langit, ribuan Kultivator melayang, mereka adalah murid-murid Sekte lokal yang ditugaskan melakukan evakuasi penduduk yang tertimpa bangunan.
Zhao Jian sangat senang dengan kehadiran mereka, yang berarti dia tak perlu ikut melakukan evakuasi penduduk. “Aku akan melanjutkan perjalanan saja, kalau ada yang mengenaliku justru itu akan merugikan para penduduk karena pertarungan pasti tidak dapat dielakkan,” pikirnya.
“Ayo Daji!” seru Zhao Jian sembari berjalan menuju gerbang Utara.
Salah satu Ranah World Master menoleh ke arah Daji, samar-samar ia merasakan kalau esensi matahari meresap ke dalam tubuh Daji.
Ranah World Master itu sangat penasaran dengan indentitas Daji. Dia hendak terbang mengejarnya, tetapi ia segera mengurungkan niatnya karena mengevakuasi penduduk lebih penting saat ini.
Dia juga berpikir mungkin apa yang dikatakan oleh Yun Han benar, sehingga ia juga harus mempersiapkan diri untuk perang besar yang akan segera terjadi——apalagi Gui Dao Dinasti Gu Agung bergemuruh, entah pertanda apa itu karena hal seperti itu tidak pernah terjadi dalam hidupnya.