
Zhu Fan bersembunyi di pinggiran Kota Tianwu dan melampiaskan amarahnya dengan membunuh seluruh anggota keluarga miskin di sebuah gubuk kecil.
Gubuk kecil itu adalah tempat terbaik untuk bersembunyi dari pengawasan Prajurit Kerajaan Zhao, terutama dari Hakim Zhao Jian yang telah mengenali wajahnya.
Dia tidak kembali ke Kediaman Klan Lin karena merasa malu akibat tidak bisa menyelamatkan Jiang Xiaofan dan memutuskan akan membunuh Zhao Jian dengan tangannya sendiri.
Zhu Fan yakin ia lebih kuat dari Zhao Jian, karena selama pertarungan tadi—Zhao Jian selalu menghindar darinya dan lebih mengincar Jiang Xiaofan saja.
“Cih, dasar Manusia miskin ini, kenapa hanya ada Roti kering saja di sini!” gerutunya mengambil sisa makanan milik keluarga miskin malang yang ia bunuh.
Pria Dewasa, wanita dewasa dan Dua anak-anak kecil tergeletak di lantai gubuk yang hanya ruangan sepetak seluas Dua kali Dua tombak tersebut tanpa ada ruang kamar atau dapur, karena ruangan itu adalah ruangan multi fungsi alias semuanya kegiatan mereka lakukan di gubuk kecil itu.
Zhu Fan duduk bersila melakukan Kultivasi dan akan bergerak lagi saat malam nanti. Dia juga memasang formasi Penghalang agar tidak ada Kultivator yang menyadari apa yang terjadi di gubuk kecil tersebut.
...***...
Zhao Jian bersama Zhao Chen memeriksa mayat para Prajurit Kerajaan yang tewas ditembok besar.
Luka-luka yang mereka derita menunjukkan kalau para Prajurit Kerajaan itu sebenarnya melakukan perlawanan sengit pada musuh yang tiba-tiba menyerang mereka. Yang menandakan pihak musuh memiliki basis Kultivasi yang sama dengan mereka. Namun, karena musuh menyerang lebih dulu dan jumlah mereka lebih banyak maka para Prajurit ini akhirnya tetap gugur juga.
Zhao Jian juga bingung, tidak ada mayat musuh yang tergeletak di sana. Sepertinya mereka langsung membawa mayat rekan mereka agar pihak Kerajaan Zhao tidak mengetahui pihak mana yang melakukan penyerbuan itu.
“Apakah ada pihak yang Paman Chen curigai dalam kasus ini?” Zhao Jian bertanya, karena Zhao Chen adalah Petugas Pengadilan senior dan memiliki pengalaman menyelidiki berbagai macam kasus kriminal.
“Klan Lin dan Klan Gu lah yang paling dicurigai dalam kasus ini. Namun, kita tidak memiliki bukti untuk memaksa mereka meneteskan darah pada Kitab Keadilanmu agar kita bisa mengetahui motif mereka melakukan hal ini!” sahut Zhao Chen menghela napas panjang.
“Benar juga, aku akan mengatakan pada ayah eh... Raja Zhao Tian agar memperkuat Pasukan di tembok besar, karena tujuan musuh adalah agar Formasi Susunan Bintang tidak berfungsi saat kekuatan utama mereka mencapai Gui Dao kita!”
Zhao Jian segera menulis pesan untuk Istana dan mengirimnya melalui Merpati Pesan.
Walaupun pelaku yang berkhianat telah diketahui, mereka belum bisa menindak Klan Lin dan Klan Gu karena terhalang oleh aturan Raja yang berlaku.
Cara satu-satunya menghukum Kedua Klan besar itu adalah Raja Zhao Tian membuat dekrit baru yang berisi penangkapan besar-besaran pada Kedua Klan besar itu dan sudah dipastikan akan terjadi Perang besar di seluruh Kerajaan Zhao.
...***...
Raja Zhao Tian merasa kepalanya sangat pusing setelah membaca Pesan yang dikirim oleh Zhao Jian. Pesan tersebut mirip dengan dugaan ia diskusikan bersama para Pangeran, Menteri dan para penasihatnya.
Setelah acara pesta pernikahan Zhao Jian dengan Liu Ruxu diadakan, Raja Zhao Tian langsung memanggil para Pangeran kembali ke Kota Tianwu—karena ia curiga dengan Lu Xiaoran yang merupakan Ranah Jie Zhu yang sebenarnya keberadaan yang tidak mungkin ada di Gui Dao Kerajaan Zhao.
Raja Zhao Tian juga mencurigai Klan Gu dan Klan Lin bersekongkol dengan Lu Xiaoran. Kejadian hari ini telah membuatnya sangat yakin tentang pengkhianatan Kedua Klan itu.
“Lapor... Yang Mulia!”
Pengawal Naga Surgawi bertekuk lutut di hadapan Raja Zhao Tian yang langsung mengangguk pelan.
“Patriark Klan Lin dan Klan Gu telah mencapai Ranah Jie Zhu. Sepertinya mereka juga akan melakukan pemberontakan, karena mereka melakukan perekrutan ahli beladiri secara besar-besaran!” lapor Pengawal Naga Surgawi tersebut.
“Oo, akhirnya mereka menunjukkan belangnya juga. Sepertinya mereka sangat yakin dengan kemampuan mereka!” Raja Zhao Tian tersenyum masam.
“Sebaiknya Pangeran Zhao Jian ditarik kembali ke Istana karena mereka pasti akan mengirim tim Pembunuh lainnya untuk membalaskan kematian rekan mereka!” kata Hakim Agung.
Raja Zhao Tian berpikir sejenak, terlalu banyak laporan yang masuk sehingga ia sulit membuat keputusan.
“Tapi Zhao Jian dapat mengalahkan mengalahkan Ranah Jie Zhu padahal lawannya adalah Dua Ranah Jie Zhu. Justru kita membiarkannya bertindak sendiri saja, tetapi saat ia disergap lagi maka suruh Petugas Pengadilan Zhao Chen untuk menembakkan kembang api agar Pengawal Naga Surgawi segera membantunya!” sahut Raja Zhao Tian.
Hakim Agung hanya mengerutkan, karena tidak menyangka Raja Zhao Tian tidak terlalu mengkhawatirkan nasib anaknya yang sedang diintai oleh musuh yang sangat kuat.
“Untuk Klan Gu dan Klan Lin, Aku akan membentuk Pasukan Khusus yang akan menghancurkan mereka. Karena lebih baik kita bergerak lebih dulu dari pada membiarkan musuh menjadi lebih kuat dan menggerogoti kita!” katanya lagi.
Raja Zhao Tian mengirim Pangeran Zhao Pertama dan Pangeran Ketiga melakukan serangan mendadak ke Klan Gu. Dia memutuskan menghindari serangan ke Klan Lin, karena ada Lu Xiaoran di sana dan kekuatan serta tim yang dimilikinya masih misterius.
Klan Lin akan diserang menggunakan serangan militer dalam skala penuh dan memaksa Klan Liu serta Klan kecil lainnya bergabung. Mereka pasti menuruti seruannya karena takut nasib Klan mereka sama seperti Klan Gu, bila kedua Putranya berhasil menghancurkan Klan Gu.