
Formasi cangkang kura-kura bergetar hebat saat ditabrak oleh Belut Listrik sebesar Naga tersebut.
Ribuan Kultivator rekan-rekan Mu Shan merasakan sengatan listrik mengalir deras ke Perisai raksasa itu dan menjalar ke tubuh mereka.
“Gawat! Ini tidak baik, kenapa kekuatannya seperti Kaisar Ye Mo dan Lu Xiaoran itu!” gerutu Mu Shan teringat saat pertarungan pertama Ye Mo melawan Lu Xiaoran yang mengakibatkan puluhan ribu Kultivator tewas seketika.
Mu Shan menatap Patriark Sekte Matahari, dia memberikan tanda sudah waktunya mereka melakukan serangan balik. Kalau mereka tidak bergerak maka Perisai raksasa itu akan hancur dihantam oleh Belut Listrik itu.
“Serang!” teriak Patriark Sekte Matahari sembari melesat keluar dari Perisai. “Mari tunjukkan padanya bahwa Sekte Matahari tidak dapat ditekan oleh anak kemarin sore ini, Sekte kita adalah Sekte besar yang telah berdiri puluhan ribu tahun dan melewati berbagai macam medan Perang!” Dia memotivasi para Kultivator Sekte Mataharinya.
Hampir seribu Kultivator Sekte Matahari dan Mu Shan berhamburan keluar seperti kawanan burung yang menghiasi langit.
“Giliran kita unjuk gigi!” Kera Putih menekan kakinya dengan keras sehingga permukaan tanah hancur berkeping-keping, sesaat kemudian dia meluncur ke langit sembari mengayunkan Palu besar yang diselimuti sengatan-sengatan listrik.
“Sial! Aku tidak dapat menyombongkan diri seperti mereka!” gerutu Ayam Jago yang hanya bisa menonton pertunjukan spektakuler dari rekan-rekan Beastnya itu, karena basis Kultivasinya hanya Ranah Immortal, bila ia nekat melawan musuh maka sama saja ia membiarkan musuh menebas lehernya.
Zhao Jian tidak menyangka para Beast-nya sangat antusias dalam pertarungan ini sehingga ia berpikir apakah mereka kecanduan memakan mayat Kultivator manusia.
“Jangan bunuh mereka bila tidak dalam keadaan darurat!” Zhao Jian mengirim suara telepati pada semua Beast-nya.
Namun, baru saja suara telepati itu sampai dibenak Kera Putih, Palunya telah menerbangkan seorang Kultivator Sekte Matahari hingga terpental menabrak gunung yang jauh di depan mereka.
Entah bagaimana nasib Kultivator itu, karena setelah Kultivator itu mendarat dengan keras di gunung itu, tempat pendaratannya langsung longsor.
Patriark Sekte Matahari dan Mu Shan muncul di hadapan Zhao Jian, tanpa berbasa-basi keduanya langsung menyerangnya.
Keduanya yakin Zhao Jian akan terluka oleh serangan mereka, karena saat ini Zhao Jian sedang lengah karena memperhatikan Beast-nya yang bertarung.
Namun, harapan mereka tidak terwujud karena tiba-tiba benang sutera putih yang ukurannya hanya sebesar satu helai rambut telah mengikat tubuh mereka, Pedang ditangan mereka tidak dapat diayunkan.
Mu Shan mengerutkan keningnya, berapa banyak energi spiritual yang sebenarnya dimiliki oleh Zhao Jian.
Walaupun ia telah terperangkap oleh benang sutera putih itu, sudut bibir Mu Shan tetap memancarkan seringai tipis.
Zhao Jian keheranan, biasanya bila seseorang tetap menyeringai walaupun sudah kalah itu karena ia masih memiliki tehnik pamungkas atau senjata rahasia yang dapat mengalahkan musuhnya tanpa disangka-sangka.
Boooooommmmmm!
Mu Shan meledakkan energi spiritual dalam Dantian-nya, ledakan itu sangat besar dan menghancurkan apa saja disekitarnya.
Patriark Sekte Matahari yang berada di sebelah Mu Shan langsung mengutuk Mu Shan, karena tidak memberitahu dirinya bahwa dia akan melakukan serangan bunuh diri.
“Sialan kau Mu Shan! Kalau aku tahu kau berniat membawaku ke alam kematian maka aku tidak akan setuju dengan koalisi ini!” gerutu Patriark Sekte Matahari panik, ia berpikir sekuat apapun dirinya mencoba melepaskan diri dari benang sutera putih itu; usahanya tetap sia-sia saja.
Kemudian ia tersenyum masam dan menutup matanya karena tidak ingin melihat ledakan energi spiritual itu melahap dirinya.
Namun, beberapa tarikan napas telah berlalu, ledakan energi spiritual itu belum juga melahapnya padahal dirinya berada di sebelah Mu Shan.
Dia membuka matanya dan terkejut, ternyata Hakim Surgawi menunjukkan sikap keadilannya.
Dinding Es telah menyelamatkan dirinya dari ledakan energi spiritual itu.
Dengan suara terbata-bata, ia berteriak agar bawahannya berhenti bertarung melawan Zhao Jian. Dia mengaku kalah dan bersedia menuruti seruan Zhao Jian.
Semua anggota Sekte Matahari segera berhenti bertarung, sedangkan bawahan Mu Shan yang berada di dalam Perisai yang sudah mengalami retakan menjadi bingung karena mereka tidak memiliki pemimpin lagi.
“Sial! Aku tidak ingin mati!” teriak salah satu dari mereka dan orang itu segera melarikan diri meninggalkan rekan-rekannya.
“Tunggu aku!”
“Hei, bawa aku juga!”
Dengan banyaknya Kultivator bawahan Mu Shan yang melarikan diri, formasi cangkang kura-kura itu kekurangan energi spiritual dan akhirnya hancur berkeping-keping dihantam oleh Belut Listrik.
Beast-Beast milik Zhao Jian berhamburan masuk ke dalam bekas formasi cangkang kura-kura, Kultivator bawahan Mu Shan yang tidak sempat melarikan diri langsung panik dan ketakutan.
Beast Babi yang diselimuti oleh energi spiritual kegelapan tiba-tiba menyeruduk seseorang Kultivator sehingga Kultivator itu terpental sangat jauh, dia menabrak banyak rekan-rekannya dan mereka baru berhenti saat menabrak lereng gunung.
“Kami menyerah!” teriak Pria tua rekan Mu Shan mengangkat kedua tangannya.
Beast Ular Tujuh Warna yang melilit tubuhnya segera melepaskan lilitannya.
Melihat Pria tua itu tidak dibunuh karena menyerahkan diri, Kultivator lainnya segera mengikutinya menyerahkan diri.
Beast-Beast milik Zhao Jian akhirnya berhenti melakukan pertarungan melawan Kultivator bawahan Mu Shan itu.
Mereka bernapas lega, ternyata mereka tidak dikirim menuju alam kematian.
“Banyak juga yang tewas,” gumam Zhao Jian menghela napas panjang, walaupun dia telah menyuruh mereka tidak membunuh lawan. Namun, karena energi spiritual mereka masih penuh, sedangkan lawan sudah kelelahan karena bertarung setiap hari hingga akhirnya mereka tidak dapat menahan serangan Beast-Beastnya itu. “Sebaiknya aku tidak menggunakan mereka lagi kecuali dalam keadaan terdesak,” pikirnya lagi.
Zhao Jian menjentikkan jari tangannya, semua Beast kecuali Ayam Jago masuk ke dalam Tas Sihirnya.
Suasana hening karena Zhao Jian terlihat melamun, sedangkan Kultivator Sekte Matahari maupun bawahan Mu Shan tidak berani berbicara, bahkan yang terluka terpaksa menahan rasa sakit agar erangan kesakitannya tidak membuat Zhao Jian tersinggung.
Zhao Jian terkejut dengan keheningan itu, sudut bibirnya memancarkan senyuman hangat agar mereka tidak menatapnya seperti menatap hantu saja.
Patriark Sekte Matahari segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan tersenyum tipis. “Terimakasih Hakim Surgawi telah mengampuni kami, mulai saat ini Sekte Matahari akan berada dibawah kendali Hakim Surgawi dan kami akan menuruti perintah Anda!”
Pria tua rekan Mu Shan segera menangkupkan tinju juga dan berkata, “Kami juga akan bersedia mengikuti perintah Hakim Surgawi!”
Lagi pula mereka itu seperti bola yang akan digiring oleh siapapun yang dapat menaklukkan mereka.
Mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan apalagi keluar dari pertikaian ini, baik Ye Mo atau pun Zhao Jian bagi mereka itu sama saja. Karena yang kuatlah yang mengendalikan yang lemah dan itu sudah hukum alam.
“Kalian obati saja dulu yang terluka baru berbincang denganku,” sahut Zhao Jian kasihan melihat Kultivator yang terluka menggertak kan gigi menahan rasa sakit. “Biarkan aku berpikir sejenak dulu tentang apa yang akan kulakukan pada kalian,” katanya lagi sembari duduk di atas sebuah batu besar.
Dia berpikir mungkin ia harus membawa orang-orang ini agar yang lain mau berhenti berperang karena melihat kedua kubu berada dalam kelompoknya.
Dia menyadari walaupun ia menunjukkan kekuatannya, bualan sebagai Hakim Surgawi ternyata tidak ampuh dan buktinya Mu Shan dan Sekte Matahari malah bersatu melawannya.