Beasts Master

Beasts Master
Rumor Liar



Fang Zening membawa Zhao Jian dan Jiang Ruo ke restoran termewah di ibukota Kerajaan Kura-kura Awan dikawal oleh Puluhan Prajurit Istana.


Fang Han tidak ikut dengan mereka karena ia masih malu dengan kejadian tadi malam, apalagi Zhao Jian mengutuknya karena berusaha menggoda istri Hakim muda dari Gui Dao musuh tersebut.


Namun, ia diam-diam juga mengutus Kasim Ma untuk menjaga mereka secara diam-diam mengingat kasus kematian gadis Pelayan, Chi Mei ada hubungannya dengan kedatangan utusan Gui Dao musuh ini.


Fang Han juga curiga ada pejabat penting Istana atau tuan muda Klan besar yang terlibat, mungkin selanjutnya mereka akan langsung mengincar Zhao Jian untuk menggagalkan proses negosiasi dengan utusan dari Gui Dao musuh tersebut.


Walaupun kasim Ma ada seorang Kasim, ia sebenarnya adalah ahli beladiri Ranah Saint dan tugas rahasianya adalah memastikan keamanan Istana serta menyingkirkan musuh yang mencoba diam-diam melakukan serangan ke anggota keluarga kerajaan.


...***...


“Sungguh sebuah kehormatan restoran sederhana kami dikunjungi oleh tuan Putri Zening dan ....” Pemilik restoran langsung menyambut kedatangan Fang Zening setelah salah satu Prajurit Istana memintanya mengosongkan salah satu lantai atas restorannya. Dia bingung melihat dia orang di sebelah Fang Zening dan dia belum pernah melihat mereka. “Dan teman tuan Putri!” Dia langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


“Apakah ada meja makan yang kosong, Paman Chu?” sahut Fang Zening.


“Tenang saja tuan Putri... saat mengetahui Anda ingin mengunjungi restoran kami, aku telah menyiapkan lantai tiga khusus untuk tuan Putri dan teman-teman Anda!” kata Pemilik restoran itu langsung memandu mereka menuju lantai tiga.


Lantai bawah restoran itu dipadati oleh para pengunjung termasuk beberapa tuan muda Klan besar dan murid-murid elit Sekte Matahari Abadi—Sekte besar yang ada di ibukota.


“Apakah ada yang tahu siapa gadis cantik dan Pemuda sombong yang datang bersama tuan Putri Fang Zening itu?” Tuan muda Klan Su bertanya—karena selama ini Fang Zening terkenal sangat penyendiri dan selalu fokus pada beladiri.


“Ha-ha-ha... apakah kalian tidak mendengar rumor yang beredar sejak kemarin, kalau ada rombongan utusan dari Gui Dao Asing yang memasuki Gui Dao Kerajaan Kura-kura Awan kita?” Tuan muda dari Klan Fang dari keluarga cabang—yang juga murid Pelataran Dalam Sekte Matahari Abadi menyahut ucapan tuan muda Klan Su itu.


Semua orang yang ada di restoran itu terkejut mendengarnya, sementara sudut bibirnya memancarkan seringai tipis.


“Dari mana kau mendapatkan kabar itu? Jangan mengada-ada, selama ini Gui Dao kita yang selalu melahap Gui Dao lain!” sahut murid elit Sekte Huayuan—yang merupakan gadis cantik yang berasal dari Klan besar di luar ibukota.


“Buat apa aku berbohong! Aku mendengar rumor itu dari tuan muda Klan Su juga, Su Yuan, masa kamu tak mengetahui rumor itu Su Mo?” tanya tuan muda Klan Fang dari keluarga cabang itu. “Lagi pula Gui Dao kita ini bukan termasuk Gui Dao besar karena batasan Kultivasi di sini baru mencapai Ranah Saint saja—sementara di catatan sejarah tertulis ada Ranah yang sangat kuat bernama Ranah World Master. Jadi aku yakin utusan itu berasal dari Gui Dao besar yang memiliki ahli beladiri Ranah World Master. Ah, habislah kita semua dilahap oleh mereka!”


Su Mo mengangkat bahunya karena ia memang tahu rumor tentang itu. Dia segera bangkit dari tempat duduknya dan ingin kembali ke kediaman Klan Su untuk memastikan apakah rumor itu benar atau tidak.


Sementara semua orang yang ada di lantai bawah restoran itu menjadi panik, Kasim Ma yang berpura-pura menjadi pengunjung biasa langsung mengerutkan keningnya. Dia curiga tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang ini sengaja menyebarkan rumor ini agar semua penduduk menjadi panik dan terjadi kekacauan—apalagi dia terlihat tenang dan tidak panik seperti yang lainnya.


“Apa sih yang diinginkan Pemuda itu, kenapa ia tidak ingin negoisasi itu berjalan dengan baik. Bukankah bila negoisasi itu berjalan baik maka mereka juga akan mendapatkan manfaat karena rencana Yang Mulia Raja Fang adalah ingin para Pemuda Kerajaan Kura-kura Awan untuk diterima menjadi murid-murid di Sekte-sekte Kekaisaran Jiang dan menfasilitasi wilayah layak huni untuk seluruh penduduk!” gumam Kasim Ma memperhatikan gerak-gerik tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang tersebut.


Bila dia melakukan pergerakan yang mencurigakan maka Kasim Ma berencana untuk menangkapnya. Kasim Ma berpikir lebih baik meniru aksi yang dilakukan Hakim Jian dengan menumpas benalu yang menempel pada daun muda dari pada benalu itu menyebar ke seluruh Pohon yang mengakibatkan Pohon itu cepat lapuk dan mudah dihancurkan.