Beasts Master

Beasts Master
Pria Asing Yang Misterius



“Gui Dao musuh terlihat di depan!” seru Pasukan Naga yang ahli dalam tehnik penglihatan jarak jauh.


Detak jantung Zhao Jian berdegup kencang dan merasa gugup, karena misi ini bukan tentang merebut Kristal Gui Dao musuh saja tetapi untuk menyelamatkan jutaan penduduk yang tak bersalah yang menjadi korban keserakahan para Kultivator yang haus akan kekuatan.


“Ada musuh lain yang muncul di belakang kita!” seru Pasukan Naga yang berada di Beast Elang Putih yang terbang di bagian belakang.


Zhao Jian terkejut dan menoleh ke belakang. Pikirannya campur aduk dan menduga-duga mereka telah dikepung atau Gui Dao besar lainnya juga menyadari Gui Dao incaran mereka.


“Berhenti terbang! Mari kita sambut siapakah musuh ini?” sahut Zhao Jian.


Seorang Pria yang berdiri di atas Pedang terbang mendekat ke arah rombongan Zhao Jian. Dia adalah ahli beladiri Ranah Saint dan langsung tersenyum lebar ke arah rombongan Zhao Jian.


Zhao Jian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Salam senior... kalau boleh tahu apakah senior ingin menyambut kedatangan kami atau ....”


“Oh, ternyata kalian juga mengincar Gui Dao yang ada di depan, ya... aku awalnya mengira kalian utusan Gui Dao itu yang menyambut kedatanganku!” sahut Pria sembari melipat kedua tangannya di dada.


Jiang Ruo sangat kesal melihat kesombongan Pria itu dan hendak mengumpatnya, tetapi tiba-tiba Zhao Jian mengedipkan mata agar tidak melakukan hal itu.


Jiang Ruo memalingkan wajahnya dan menghentakkan kaki, raut wajahnya mengkerut karena dilarang oleh Zhao Jian mengumpat pada orang asing tersebut.


Sudut bibir Pria asing itu memancarkan seringai tipis saat tatapan matanya tertuju pada wanita cantik di sebelah Pemuda tampan yang berbicara dengannya.


Terlihat jelas Pria asing itu langsung terpesona dengan kecantikan Jiang Ruo, sehingga ia merapikan jubahnya agar tidak terlihat berantakan.


Dalam satu kedipan mata, Pria asing itu tiba-tiba telah muncul di depan Jiang Ruo dan hendak meraih tangan Putri Mahkota Kekaisaran Jiang tersebut.


Seluruh Pasukan Naga menghunus senjata masing-masing, sedangkan Zhao Jian menangkap pergelangan tangan Pria Asing itu.


“Apa yang kau lakukan? Beraninya kamu menyentuh tangan istriku!” Zhao Jian berkata pelan, tetapi tatapannya pada Pria asing itu sangat tajam—sehingga Pria asing itu mundur beberapa langkah dan tersenyum masam.


Zhao Jian dan Pasukan Naga terkejut mendengar ucapan Pria Asing itu. Bila ia memiliki Kaisar, berarti ia berasal dari Gui Dao yang telah menaklukkan Gui Dao lain.


“Sebaiknya senior kembali saja, karena kami lah yang pertama menemukan Gui Dao itu!” seru Zhao Jian sembari menunjuk ke arah Gui Dao Kerajaan Kura-kura Awan.


Ekspresi wajah Pria itu menjadi masam, dia tak menyangka kumpulan Ranah Tianzun ini berani mengusirnya—padahal dirinya adalah Ranah Saint dan perbedaan kekuatan mereka bagaikan Ayam dan Elang, sudah jelas sekali hanya sekali tebasan Pedangnya saja sudah cukup membunuh mereka semua.


“Bocah-bocah yang arogan sekali! Kalian pikir aku ada di sini untuk berjalan-jalan? Sekuat apa Kaisar kalian sehingga berani mengusirku? Ranah World Master! Kalau hanya Ranah itu, Kaisar Ye Mo tak perlu turun tangan menghadapi Gui Dao kalian karena para Jenderalnya saja semua Ranah World Master!” ancam Pria Asing itu. “Bagaimana begini saja, kalian boleh pergi dan minta pada Kaisar kalian untuk mengubah arah berenang Gui Dao kalian. Namun ....” Sudut bibir Pria Asing itu memancarkan seringai tipis sembari melirik ke arah Jiang Ruo.


Zhao Jian melepaskan Niat membunuh dan menghunus Pedang Keadilan—sehingga Pria Asing itu mengerutkan keningnya padahal ia sudah bermurah hati mau melepaskan mereka, tetapi mereka malah berniat ingin segera mati.


“Kita harus segera mundur Hakim Jian!” seru salah satu Pasukan Naga. “Jangan bersikap impulsif, kalau kita mati tidak ada yang menceritakan apa yang terjadi di sini pada Kaisar Jiang Long. Seluruh Kekaisaran Jiang akan dilahap oleh Gui Dao mereka, sekarang kamu kehilangan istrimu tapi kamu telah menyelamatkan ratusan Juta Penduduk Kekaisaran Jiang!”


“Kurang ajar kamu! Aku tahu kamu berasal dari Klan Hua, pasti kamu sengaja ingin meninggalkan aku sendirian di sini karena ingin melakukan balas dendam akibat suamiku mengalahkan Patriark Sekte Gunung Hua dalam debat yang dulu, kan?” bentak Jiang Ruo.


Zhao Jian tersenyum karena Jiang Ruo akhirnya mau memanggilnya sebagai suami, padahal setelah mereka menikah Jiang Ruo selalu memanggilnya Hakim Jian saja.


Zhao Jian juga akhirnya menyadari siapa orang yang harus diwaspadai seperti yang dikatakan oleh Jiang Mo.


“Baiklah kau bisa kembali bersama Pasukan Naga lainnya, sedangkan yang ingin bertarung menyelamatkan Putri Mahkota tetap di sini bersamaku!” sahut Zhao Jian.


“Tunggu! Apakah kau Zhao Jian?” sela Pria Asing itu karena tujuannya menjelajah adalah mencari keberadaan orang bernama Zhao Jian yang ingin dibunuh oleh Kaisarnya.


Pria Asing itu tersenyum, kalau ia membawa Zhao Jian ke hadapan Kaisar Ye Mo maka ia akan mendapatkan hadiah besar atau diangkat menjadi pejabat penting Kekaisaran.


“Kau kenal aku?” sahut Zhao Jian terkejut.


“Tidak! Tapi Kaisar Ye Mo memerintahkan menangkap siapapun yang bernama Zhao Jian. Aku tidak tahu apa alasannya dan kamu telah masuk dalam kriteria itu.” Pria Asing itu menyeringai jahat dan menghunus Pedangnya. “Menyerah lah, Nak! Atau aku akan memotong beberapa bagian tubuhmu sehingga kamu akan menderita kesakitan yang membuatmu merasa kematian lebih baik dari pada hidup!” ancamnya.