Beasts Master

Beasts Master
Kota Xin De



“Pertama apa yang akan kulakukan, ya?” gumam Zhao setelah berjalan mengelilingi Kota Xin De yang ternyata hanya Kota kecil tersebut.


Dia juga telah mendapatkan informasi dari anak kecil berusia Sepuluh tahun bahwa Dinasti Gu Agung ini sangat luas sekali.


Kalau Gui Dao Kekaisaran Jiang bila dibandingkan dengan tempat di Bumi itu sebesar Pulau Kalimantan maka Dinasti Gu Agung itu sebesar Benua Australia, maka wajar saja Kekangan Kultivasi di Dinasti Gu Agung telah mencapai Ranah World Master.


Pasukan Naga sepertinya telah berkeliling banyak tempat di Dinasti Gu Agung hingga akhirnya memutuskan membuat formasi Sihir di hutan dekat Kota Xin De, karena Kultivator terkuat di sini hanya Ranah Paramita saja, termasuk Komandan militer dan tuan Kota yang memerintah Kota ini.


“Mumpung aku masih kaya untuk saat ini, aku akan makan siang di restoran mahal saja!” gumam Zhao Jian sudah berhenti tepat di halaman sebuah restoran yang terlihat cukup mewah.


Karena pakaiannya terlihat mewah, seseorang Pelayan wanita cantik langsung menghampirinya. “Selamat datang tuan muda!” sapanya dengan senyum hangat.


“Aku akan memesan makanan terenak di sini!” sahut Zhao Jian tersenyum pada Pelayan wanita itu.


Pelayan itu sangat senang ternyata Zhao Jian bukan tipikal tuan muda sombong yang sering ia temui. Dengan senang hati ia menuntun Zhao Jian ke lantai tiga yang merupakan ruang untuk pelanggan yang memesan makanan mewah, biasanya dari kalangan Kultivator dan petinggi Klan yang sering makan di ruangan itu.


“Silahkan duduk tuan muda... aku akan segera membawakan pesanan Anda!” seru Pelayan wanita itu.


Zhao Jian mengangguk pelan dan duduk di kursi yang kosong, beberapa mata tertuju padanya karena tampilannya yang terlihat mewah, mereka pasti berspekulasi tentang asal-usulnya. Namun, ia mengabaikan mereka dan menutup matanya untuk merasakan energi spiritual di sekitarnya.


“Negeri ini benar-benar hebat, untung saja aku yang diutus oleh Kaisar!” pikir Zhao Jian tersenyum tipis. “Setelah ini aku harus menuju Kota besar untuk mendapatkan informasi apakah Dinasti Gu Agung sudah mengetahui kalau Gui Dao Kekaisaran Jiang telah dekat dengan mereka, tentu yang paling utama adalah membeli sumberdaya agar aku dapat menerobos ke Ranah Immortal,” pikirnya lagi.


“Silahkan dinikmati hidangannya tuan muda!” Suara Pelayan wanita tadi membuyarkan lamunan Zhao Jian.


“Banyak sekali! Apakah aku akan langsung bangkrut di hari pertama menjalankan misi?” gerutu Zhao Jian dalam benaknya, karena di hadapannya kini terhidangkan Kepala Beast Kambing, Beast Kelinci, Beast Ikan dan sayuran yang merupakan herbal berusia ratusan tahun.


“Tuan Jian... kami mau makan juga!” Suara Violet, Huli Jing berdehung dibenak Zhao Jian, untung saja Daji hanya mengatakan, “Huh!” saja dan Gaoer tidak mengatakan apa-apa, karena tidak mungkin ia dikeluarkan di dalam restoran mengingat dia tidak memiliki tubuh manusia.


“Baiklah!” sahut Zhao Jian yakin dirinya akan menjadi pusat perhatian setelah ini. “Setelah selesai maka aku harus meninggalkan Kota ini!” pikirnya lagi.


“Cantiknya!”


“Tuan muda itu ternyata Beast Master!”


“Tapi ini pertama kalinya aku melihat Beast Master melakukan kontrak Jiwa dengan Tiga Beast dan Beast-nya memiliki tubuh Manusia.”


“Mungkinkah dia berasal dari keluarga Dinasti Gu Agung?”


Spekulasi liar mulai menggema di dalam ruangan itu, Zhao Jian memilih mengabaikan mereka selama mereka tidak mengusiknya.


“Enak sekali!” gumam Zhao Jian saat mengunyah daging Beast Ikan. “Ah, kasihan juga Gaoer dan Ayam Jago,” pikirnya sembari memasukkan beberapa makanan ke dalam Tas Sihirnya agar keduanya juga menikmati hidangan mahal itu.


Setengah batang dupa kemudian, Zhao Jian memanggil Pelayan wanita untuk membayar biaya makannya itu.


Pelayan wanita itu mengatakan semua biaya makannya adalah 100 Keping Emas yang membuat Zhao Jian terbatuk-batuk kaget mendengarnya.


Pelayan wanita itu terkejut melihat reaksi Zhao Jian dan menanyakan apakah dia baik-baik saja, Zhao Jian pun mengatakan dia baik-baik saja dan membayar tagihan makannya serta memberikan tip satu keping emas untuk Pelayan wanita itu agar ia terlihat seperti tuan muda Kaya.


“Tuan muda tungguuuuuu!” seru gadis muda itu tersenyum cerah.


“Ada apa?” sahut Zhao Jian berhenti berjalan, “pakiannya terlihat cukup mewah juga, dia pasti putri dari tokoh besar di Kota ini!” pikirnya berspekulasi.


Gadis itu menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, “apa yang dilakukan tuan muda di Kota kecil ini? Apakah tuan muda berasal dari ibukota?”


Rentetan pertanyaan itu membuat Zhao Jian mengerutkan keningnya, dia berpikir sejenak mencari alasan untuk berkilah.


“Aku hanya mampir saja karena akan kembali ke Sekte setelah menjalankan misi!” sahut Zhao Jian dengan jawaban standar saja agar tidak terlihat mencurigakan.


“Eh, aku menyangka tuan muda akan singgah ke Kediaman kami!” sahut gadis itu menghela napas panjang. “Kalau begitu tuan muda pasti dari Sekte Naga Surgawi, kan? Apakah tuan muda dekat dengan Lu Xiaoran murid terkuat yang dapat mengalahkan lawan yang memiliki basis Kultivasi lebih tinggi darinya itu?”


Zhao Jian berpikir apakah Lu Xiaoran yang dikatakan gadis ini sama dengan Lu Xiaoran yang pernah ia lawan sebelumnya. Dia langsung menepis pikiran liarnya itu dan berpikir itu tidak mungkin Lu Xiaoran yang pernah ia lawan tersebut, dia pasti Lu Xiaoran yang berbeda.


“Nona muda Mu Xie... Anda tidak boleh mengganggu tuan muda itu!”


Pria berusia empat puluhan tahun akhirnya muncul di belakang gadis bernama Mu Xie itu, Pria itu memiliki basis Kultivasi Ranah Paramita sama dengan Zhao Jian.


Pria itu menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, dia tidak ingin sosok kuat seperti Zhao Jian terusik oleh pertanyaan-pertanyaan konyol dari Mu Xie. Dia curiga Zhao Jian adalah anggota keluarga Dinasti Gu Agung atau dari Klan besar, karena hanya dari entitas seperti itulah yang dapat memiliki Beast tingkat Surgawi, apalagi ini pertama kalinya ia melihat ada Beast yang memiliki wujud manusia.


Zhao Jian juga menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan tersenyum tipis. “Sebenarnya aku harus kembali ke Sekte Naga Surgawi segera, kalau aku tidak buru-buru maka aku akan senang bercengkrama dengan nona muda Xie. Ah, sayang sekali ya... mudah-mudahan di masa depan kita bertemu lagi atau bila kalian datang ke ibukota dan berjumpa dengan diriku maka jangan segan-segan untuk menyapaku!”


Karena Sekte Naga Surgawi itu terdengar seperti Sekte paling besar di Dinasti Gu Agung, Zhao Jian pun berpura-pura menjadi murid Sekte itu agar bisa segera meninggalkan Kota Xin De.


Pria itu dan Mu Xie terkejut mendengar Zhao Jian ternyata adalah murid Sekte Naga Surgawi, keduanya pun segera menangkupkan tinju lagi untuk menunjukkan rasa hormat. “Semoga perjalanan tuan muda berjalan lancar!” seru keduanya.


Zhao Jian mengirim suara telepati agar Ayam Jago keluar dari Tas Sihir pemberian Penatua Xiao Shi, Pria itu dan Mu Xie kembali tercengang karena Zhao Jian ternyata masih memiliki Beast lain.


Zhao Jian melompat ke atas punggung Beast Ayam Surgawi tersebut dan melambaikan tangan pada keduanya, kemudian Ayam Jago melompat tinggi ke udara——keduanya langsung menghilang dari pandangan mereka.


Tak lama berselang, Komandan Ma Xian datang bersama seratus Prajurit setelah mendengar ada Kultivator asing yang datang ke Kota Xin De, dia curiga mungkin itu adalah orang asing yang dikatakan oleh bawahannya.


“Salam Komandan Ma!” sapa Mu Xie menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Ma Xian turun dari kudanya dan menangkupkan tinju juga untuk menunjukkan rasa hormat. “Salam nona muda Mu... aku mendengar kalian bertemu orang asing itu, apakah wajahnya seperti ini?”


Dia menunjukkan lukisan Pemuda tampan, tetapi Mu Xie menggelengkan kepala.


“Tuan muda tadi itu adalah murid Sekte Naga Surgawi dan bukan seperti ini wajahnya, iya, kan, Paman?” Mu Xie menatap Pria disebelahnya yang langsung menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Mu Xie.


“Berarti bukan dia orang asing yang datang melalui formasi sihir itu!” sahut Ma Xian kecewa karena tidak memiliki jejak ke mana perginya orang asing itu. “Kalau begitu kami pergi dulu, berhati-hatilah bila bertemu orang asing karena ada Kultivator Ranah Paramita muncul di hutan, dia kemungkinan besar bagian dari orang-orang asing yang meminum racun yang dulu itu. Kita tidak tahu apa motif mereka, bisa saja itu membahayakan Kota Xin De!”


Mu Xie terkejut mendengarnya, Pria disebelahnya langsung menyarangkan agar ia kembali ke kediamannya, sedangkan rombongan Ma Xian langsung menuju hutan dekat Kota Xin De.