Beasts Master

Beasts Master
Tranfer Energi Spritual



Seratus Hari telah berlalu pertarungan antara Lu Xiaoran melawan Ye Mo. Untuk saat ini, hasilnya masih berimbang padahal Keduanya telah menggunakan tehnik beladiri terhebat mereka.


Ratusan mil wilayah di sisi kanan Gui Dao Dinasti Gu Agung rusak parah akibat pertarungan yang terlihat seperti pertarungan antar makhluk Surgawi tersebut.


Sementara itu, Jutaan Kultivator Dinasti Gu Agung dan bawahan Ye Mo menjadi mayat yang membusuk tanpa pemakaman, mayat-mayat itu menjadi makanan burung Nasar atau burung Hering alias burung bangkai.


Zhao Jian yang telah mencapai Ranah World Master mengerutkan keningnya membaca pesan yang dikirim oleh Yao Ming, karena dalam pesan itu Ibukota Dinasti Gu Agung hampir dikuasi oleh musuh; untung saja Perisai raksasa yang dibuat oleh Lu Xiaoran tidak dapat dirusak oleh bawahan Ye Mo.


Untuk sementara kini ibukota tetap aman, tetapi Kaisar dan penduduk Kota masih khawatir bila Lu Xiaoran kalah dari Ye Mo dan mereka yakin kalau Ye Mo yang turun tangan maka Perisai itu akan dihancurkan dengan mudah, sebab kekuatan Ye Mo itu sangat mengerikan——dia bahkan mampu imbang melawan Lu Xiaoran yang merupakan Kultivator terkuat di Dinasti Gu Agung.


Zhao Jian menarik napas dalam-dalam setelah membaca pesan itu. “Sepertinya aku harus menstabilkan energi spritual yang terus mengalir deras memasuki Dantian-ku dan aku juga akan meningkatkan pemahaman Dao Pedang, entah mengapa aku merasa setelah mencapai Ranah World Master; Violet seperti telah melepaskan belenggu yang menahan kekuatannya,” gumamnya.


Zhao Jian beberapa hari terakhir telah memikirkan itu, kenapa saat ia meminjam energi spritual Beast Kupu-kupu itu; serangannya meningkatkan seratus kali lipas daripada menggunakan energi spritual Angin miliknya.


Untung saja Violet juga memiliki energi spritual Angin, sehingga bila digabungkan dengan energi spritual angin miliknya maka daya serang tehnik beladirinya semakin meningkat.


“Apa Pria yang kutemukan di Pantai itu berasal dari Dunia lain? Makanya kekuatan Violet jauh lebih mengerikan dari Pemimpin Serigala Iblis?” Zhao Jian teringat dengan mayat Pria yang ia temukan dulu dan saat itulah ia mendapatkan Violet, Huli Jing dan Daji.


Kini Daji dan Huli Jing masih berada di Ranah Immortal, keduanya butuh energi spritual besar agar dapat mencapai Ranah World Master sehingga tak mungkin tahun ini kedua naik ke Ranah itu.


“Apa aku mengalirkan energi spritual milikku saja pada keduanya, toh... walaupun energi spritualku nanti habis, aku masih dapat mengisi ulangnya dengan menyuruh gerombolan Beastku melahap mayat-mayat Kultivator,” gumam Zhao Jian mendapatkan pencerahan solusi untuk meningkatkan basis Kultivasi Huli Jing dan Daji.


Dia penasaran, apakah bila keduanya mencapai ranah world master maka kekuatan mereka juga meningkat drastis seperti Violet.


“Suruh Babi-Babi rakus itu melahap lebih banyak mayat dan katakan pada mereka jangan menampakkan wajah mereka bila belum mencapai Ranah World Master!” seru Zhao Jian pada Ayam Jago yang bertindak sebagai wakilnya selama dirinya melakukan meditasi.


“Siap dilaksanakan!” Ayam Jago melakukan hormat militer, dia kini semakin percaya diri setelah mencapai Ranah Immortal——efek dari meningkatnya basis kultivasi Zhao Jian.


Untuk mencapai Ranah World Master maka ia harus bekerja keras karena tidak ada Ranah Kultivasi di atas World Master di Dunia ini, dia tidak akan mendapatkan manfaat lagi Kultivasi Zhao Jian. Namun, bila Kultivasinya meningkat maka Zhao Jian tetap mendapatkan manfaat yang membuat energi spritual Zhao Jian meningkat.


Dalam sekejap Ayam Jago menghilang dari pandangan Zhao Jian, dia melompat sangat jauh.


Zhao Jian tidak membatasi lokasi beastnya mencari mangsa, dia hanya menyuruh mereka untuk tidak mengusik manusia kecuali mereka diserang lebih dulu.


Beberapa Beast tewas karena pergi terlalu dekat dengan tempat pertarungan Kultivator Dinasti Gu Agung yang sedang melawan bawahan Ye Mo. Namun, Zhao Jian juga mendapatkan Beast pengganti yang ditangkap oleh para Beastnya itu.


“Huli Jing kemarilah!” seru Zhao Jian dengan tatapan serius sehingga Huli Jing dengan patuh mendekatinya.


“Sekarang aku memiliki energi spritual yang setara dengan 100.000 tahun kultivasi, berapa banyak yang dibutuhkan Huli Jing agar dapat menerobos ke Ranah World Master, ya?” Zhao Jian merenung sejenak. “Ranah Immortalnya masih lemah sekali, aku coba berikan 30.000 tahun Kultivasi saja!”


Huli Jing menatap Zhao Jian dengan ekspresi wajah keheranan karena tuannya itu malah melamun setelah memanggilnya. Terlintas dalam benaknya untuk mengerjai Zhao Jian dengan duduk di depannya, tetapi ia segera mengurungkan niat itu karena Zhao Jian terlihat sedang memikirkan sesuatu yang serius.


“Duduk lah di depanku dan menghadap ke sana!” seru Zhao Jian, sudut bibirnya memancarkan senyuman lebar yang membuat Huli Jing bertanya-tanya apa yang hendak Zhao Jian lakukan padanya. “Jangan melawan, nikmati saja prosesnya!” kata Zhao Jian lagi.


Namun, Huli Jing, Daji dan Violet malah berpikiran aneh-aneh, wajah mereka memerah sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya karena sudah menebak apa yang ada dalam pikiran mereka.


“Mereka sudah Dewasa, tapi sulit juga mencarikan Beast Pria tampan untuk mereka,” pikir Zhao Jian menghela napas panjang.


Sebagai makhluk yang masih normal, tentu mereka juga seperti dirinya yang membutuhkan pasangan hidup agar dapat menikmati hidup serta melahirkan generasi penerus.


Zhao Jian tiba-tiba teringat dengan Ayam Jago karena dia itu Beast Jantan. “Dari pada dia mending aku saja yang menjadi pelampiasan mereka, mereka itu sangat cantik... maka pendampingnya juga harus tampan. Kalau Ayam Jago nanti aku tangkap Ayam Hutan saja he-he-he... ah, apa yang sedang kupikirkan!” Akhirnya dia berhenti melamun.


Huli Jing terkejut ternyata yang dimaksud oleh Zhao Jian menikmati prosesnya adalah transfer energi spritual.


Dia menjadi panik, tuannya telah bersusah-payah mengumpulkan energi spritual ini. Dia tidak mungkin menerima ini karena itu akan membuat kekuatan tuannya melemah.


“Tuan Jian ja—”


“Fokuslah atau Dantianmu akan terluka nanti!” sela Zhao Jian sebelum Huli Jing selesai berbicara.


Huli Jing menggertak kan giginya, air matanya menetes membasahi wajahnya karena tidak menyangka tuannya akan berkorban demi dirinya, padahal Beast-Beast yang lain dipaksa memakan bangkai agar basis kultivasi mereka meningkat.


Satu batang dupa kemudian, Huli Jing tetap duduk bersila walaupun Zhao Jian telah selesai mentransfer energi spritual sebesar 30.000 tahun kultivasi padanya.


Energi spritual dalam Dantiannya tiba-tiba berfluktuasi dan dia memasuki fase melangkah ke Ranah World Master.


“Daji... kemarilah!” seru Zhao Jian menatap Daji yang langsung tersenyum padahal biasanya dialah yang paling sulit tersenyum karena dia memiliki kepribadian pendiam, tidak seperti Huli Jing yang banyak bicara dan kekanak-kanakan.


Zhao Jian mentransfer 25.000 tahun kultivasi padanya, dia lebih sedikit karena Daji sudah mencapai Ranah Immortal tingkat menengah beberapa hari yang lalu.


Kemajuan kultivasinya lebih cepat dari Huli Jing karena esensi matahari yang ia serap tersedia setiap hari.


Setelah Zhao Jian selesai mentransfer energi spritual pada Daji. Tak lama kemudian ia juga mengikuti Huli Jing yang sedang memasuki fase krusial yang akan menerobos ke Ranah World Master.