Beasts Master

Beasts Master
Kelinci Imut



Liu Ruxu lebih dulu pulang dari gedung Pengadilan yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari kediaman barunya yang diberikan oleh Klan Zhao.


Sebagai Pengantin baru, Klan Zhao membuatkan Kediaman yang cukup besar untuk Zhao Jian di bagian selatan area komplek Kediaman Klan Zhao. Namun, letaknya paling ujung karena Zhao Jian lebih nyaman tinggal di area yang lebih sunyi.


Liu Ruxu memasak ayam bakar spesial untuk makan malam mereka. Dia juga segera mandi dan setelah selesai mandi teringat dengan ucapan suaminya.


“Apa Aku memakai baju yang memalukan ini lagi?” gumam Liu Ruxu ragu-ragu.


Namun, setelah berpikir selama Satu batang dupa dan di luar kediamannya telah gelap, ia pun memutuskan mengenakan baju Kelinci imut itu.


Dia tersipu malu saat bercermin di kaca, apalagi kostum itu memiliki ekor yang terbuat dari bahan karet dan dua telinga imut di kepalanya.


Namun, Liu Ruxu terkejut saat mendengar suara pintu dibuka secara perlahan-lahan.


Biasanya Zhao Jian akan menyapa dan mengetuk pintu saat dirinya lebih dulu pulang ke rumah. Namun, kali ini sangat mencurigakan sekali, sehingga ia buru-buru meraih Kantung Penyimpanan-nya dan mengeluarkan Pedangnya.


Liu Ruxu secara perlahan keluar dari kamar, ia menahan napasnya agar Aura Keberadaannya tidak dirasakan oleh sosok misterius itu.


“Siapa itu?” gumamnya terkejut melihat sosok dengan punggung sangat besar sedang melahap makanan buatannya.


Kapak yang sangat besar juga tergeletak di atas meja—yang menandakan kalau sosok misterius itu datang bukan untuk bertamu.


“Sial! Dia ternyata Ranah Jie Zhu!” gerutu Liu Ruxu saat menyadari basis kultivasi sosok misterius itu. Liu Ruxu mengigit bibirnya dan berpikir tidak akan sanggup mengalahkan sosok misterius itu.


Kemudian Liu Ruxu mundur secara perlahan, akan tetapi sosok misterius menoleh ke belakang dan menyeringai menatapnya.


Liu Ruxu langsung menyadari siapa Pria dengan bekas luka sayatan di wajahnya itu. “Kau adalah Orang yang menyerang Jian gege di restoran!” cibirnya.


Zhu Fan mengelus dagunya dan memiringkan sedikit wajahnya, tongkat saktinya menjadi tegang saat melihat penampilan gadis cantik yang mengenakan kostum kelinci tersebut.


“Padahal aku datang untuk membunuh Hakim Zhao Jian, tetapi aku tidak menyangka ternyata ia begitu pengecut dan menyediakan wanita penghibur untukku sebagai kompensasi agar tidak dibunuh!” Zhu Fan berkata sembari menenggak air putih dari gelas di atas meja.


Liu Ruxu mengerutkan keningnya. Kata-kata Zhu Fan sangat menyakitkan hatinya. “Brengsekk Jian gege tak mungkin melakukan hal itu. Kalau ia tahu kamu di sini maka ia akan memotong-motong tubuhmu hingga hancur berkeping-keping!” Liu Ruxu berkata marah.


Dia mengalirkan energi spritual ke bilah Pedangnya, sembari berharap suaminya akan segera pulang, karena hanya Zhao Jian lah yang dapat melawan Zhu Fan yang sama-sama memiliki basis kultivasi Ranah Jie Zhu.


Zhu Fan tidak membawa Kapaknya karena Liu Ruxu cuma Ranah Spirit, perbedaan kekuatan mereka diibaratkan semut dan gajah sehingga ia tidak khawatir Liu Ruxu akan menjebaknya.


“Bagaimana kalau kamu menjadi wanitaku saja, Aku jamin kamu akan bahagia dan tidak perlu tinggal di Gui Dao kecil Kerajaan Zhao ini. Aku juga akan membantumu mendapatkan Pil Immortal dari tuan Lu agar kamu bisa mencapai Ranah Jie Zhu!” Zhu Fan merayu Liu Ruxu agar tunduk di pangkuannya.


Namun, Liu Ruxu mengayunkan Pedangnya, sehingga energi spritual Es berbentuk bulan sabit melesat ke arah tubuh Zhu Fan yang tidak menghindarinya.


“He-he-he... kenapa kamu keras kepala sekali kelinci imutku!” Zhu Fan menghancurkan energi Pedang Liu Ruxu itu hanya dengan mencengkramnya, padahal bila hal yang sama terjadi pada Ranah Spirit—maka tubuh mereka akan terbelah dua bila tidak menangkisnya.


Namun, Zhu Fan adalah Ranah Jie Zhu, sehingga serangan dari Liu Ruxu bukan masalah baginya. Dia kemudian meraih pergelangan tangan Liu Ruxu yang langsung mundur beberapa langkah.


“Kenapa tidak ada yang datang? Padahal aku sedang bertarung?” Liu Ruxu bingung, seharusnya Klan Zhao akan datang menolongnya saat mereka merasakan fluktuasi energi spritual di Kediamannya.


Zhu Fan tahu apa yang ia pikirkan. “Tidak akan ada yang membantumu, karena aku telah memasang Formasi Perisai di rumah ini. Bahkan jika kamu menghancurkan rumah ini, orang-orang di luar sana tetap tidak akan mengetahui apa yang terjadi di sini he-he-he ....”


Karena sebelum Liu Ruxu memasuki rumahnya, Zhu Fan telah menanam Kristal Batu di sekeliling rumah—sehingga saat ia akan bertarung dengan Zhao Jian, ia hanya perlu mengaktifkan Formasi Perisai itu agar Klan Zhao tidak datang membantu Zhao Jian. Namun, siapa sangka, ternyata yang datang malah gadis kelinci cantik yang membuat tongkat saktinya menjadi tegang, sehingga ia tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk bersenang-senang sembari membuat Zhao Jian marah dan menjadikan gadis kelinci ini sebagai sandera.


“He-he-he... mari kita bersenang-senang di hadapan suamimu, dia pasti tidak akan berani melawanku karena ia takut aku menyakitimu!” Zhu Fan kembali menyeringai jahat dan merasa dirinya sangat beruntung serta akan mendapatkan hadiah besar dari Lu Xiaoran nantinya karena berhasil membunuh Zhao Jian.


“Cih, siapa yang mau dengan Pria jelek sepertimu!” sahut Liu Ruxu sembari melompat ke arah kamarnya dan mengambil Jimat kertas dari Kantung Penyimpanan-nya.


Zhu Fan menendang pintu kamar yang langsung hancur berkeping-keping.


“Percuma saja kamu melarikan diri kelinci imutku!” goda Zhu Fan sembari melepas pakaiannya.


Liu Ruxu mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu yang jauh lebih besar dari milik suaminya. Dengan tatapan jijik, Liu Ruxu melempar Jimat kertas di tangannya ke arah Zhu Fan—sehingga terjadi ledakan kecil yang hanya menggelitiknya saja.


Namun, asap tebal menjunjung ke langit dan menembus Formasi Perisai yang dibuat oleh Zhu Fan.


“Hmm, ini pertama kalinya aku melihat ada Jimat yang cukup hebat seperti ini!” Zhu Fan tetap tersenyum, karena para Ranah Spirit Klan Zhao tidak akan sanggup menerobos Formasi Perisai yang ia buat.


Zhao Jian yang sedang berjalan ke arah Kediamannya bersama Zhao Fu langsung mengerutkan keningnya. Dia merasa kepulan asap di langit berasal dari Kediamannya.