Beasts Master

Beasts Master
Ledakan di Puncak Penjinak Beast



Murid-murid wanita yang berasal dari Kelompok Mawar saling berkedip mata dan sudut bibir mereka memancarkan seringai. Mereka kemudian turun dari ranjang masing-masing dan berjalan ke arah Liu Ruxu.


Namun, tiba-tiba Mu Lan, sahabat Jiang Ruo menghadang para wanita dari kelompok Mawar itu. “Kalian mau ke mana? Jangan katakan kalau kalian hendak merampas Kristal Beast milik murid baru itu, asap kalian tahu dia adalah anggota Kelompok Teratai Emas kami!” Mu Lan mengancam mereka.


“Mu Lan! Jangan menuduh sembarangan! Mana mungkin anggota Kelompok Mawar bertindak keji begitu. Namun, kamu juga asal mengklaim anggota baru menjadi anggota kelompok kalian!” cibir murid cantik Puncak Awan Putih dari Kelompok Mawar—kesal dengan tuduhan Mu Lan pada mereka.


Sudut bibir Mu Lan memancarkan seringai tipis dan berkata, “Apakah kamu tidak tahu wanita itu adalah istri dari Zhao Jian yang juga calon suami Putri Mahkota Jiang Ruo, tentu ia akan secara otomatis menjadi anggota kelompok kami.” Mu Lan kemudian menatap Liu Ruxu dan mengedipkan mata. “Iya, kan... nona Ruxu?”


“Eh?” Liu Ruxu kebingungan dan menatap Jiang Ruo yang berpura-pura tidur karena malu dengan ulah Mu Lan itu. “Hmm, iya!” sahutnya.


“Aku juga akan mendaftar menjadi anggota Kelompok Teratai Emas!” Zi Yun berteriak sehingga para murid-murid wanita Puncak Awan Putih tersebut menutup telinga mereka.


Zi Yun sangat senang ternyata Liu Ruxu sebenarnya memiliki suami yang sama dengan Putri Mahkota Kekaisaran Jiang, maka bila ia berteman baik dengan mereka maka tidak akan ada yang berani membullynya.


Para anggota Kelompok Mawar mendengus kesal dan kembali ke ranjang masing-masing sembari menatap Liu Ruxu dengan tatapan permusuhan.


Liu Ruxu tersenyum masam dan berpikir dirinya sepertinya akan terseret dalam permusuhan dua kelompok yang saling berlawanan tersebut.


Mu Lan mendekati Liu Ruxu dan berbisik, “Besok datanglah ke markas kami dan kamu bisa menyerap Kristal Beast itu dengan aman di sana, kami juga akan memberikanmu Pil yang dapat meningkatkan peluangmu menerobos ke Ranah Jie Zhu!”


Liu Ruxu terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka ternyata Kelompok Teratai Emas ternyata sangat baik—padahal biasanya kelompok anggota keluarga Kekaisaran atau Kerajaan itu bersikap sombong dan arogan.


Liu Ruxu menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Terimakasih senior Lan... kami pasti akan datang ke markas Kelompok Teratai Emas!”


“Baiklah, simpan Kristal Beastmu itu dengan baik dan selamat malam!” Mu Lan segera menuju ranjangnya yang berada di sebelah ranjang milik Jiang Ruo.


...***...


Zhao Jian hampir mencapai Puncak Penjinak Beast, tetapi tiba-tiba dinding es muncul di depannya sehingga Ayam Jago menabrak dinding Es itu dan wajah Zhao Jian pun mencium dinding es itu—sehingga hidungnya mengeluarkan darah.


“Sial! Siapa yang bernyali tinggi yang berani menyerang murid Puncak Penjinak Beast ini?” bentak Zhao Jian sembari menyeka darah yang keluar dari hidungnya.


Wanita cantik yang mengenakan pakaian serba Putih dan jubahnya berkibar diterpa angin lembut dibawah sinar bulan—menatap sinis pada Zhao Jian.


“Dasar murid berandalann tak tahu aturan! Beraninya kamu masih berpura-pura tidak bersalah setelah memasuki Puncak Awan Putih tanpa ijin lebih dulu!” cibir Penatua Su Bimbing. “Ikut denganku! Kamu akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku!”


Namun, tiba-tiba Beast Phoenix menukik dari langit, sembari memuntahkan Bola Api sehingga murid-murid Pelataran Luar yang ada di lembah terkejut melihatnya dan mengira ada musuh yang menyerang Puncak Penjinak Beast.


Penatua Su Bimbing mengerutkan keningnya sembari menengadah menatap ke arah kobaran api yang melesat ke arahnya. Dia menghunus Pedangnya dan mengayunkan Pedang tersebut, kemudian Bongkahan Es berbentuk kerucut melesat ke langit menabrak bola api Phoenix tersebut.


“Lindungi aku Violet!” seru Zhao Jian—karena kedua Penatua yang bertarung ini memiliki basis Kultivasi Ranah Saint, sementara dirinya hanya Ranah Tianzun saja.


Ledakan energi spritual hampir mengenai Zhao Jian, sehingga Penatua Su Bimbing terkejut Penatua Xiao Shi tidak berusaha menyelamatkan muridnya yang berada di area terdampak dari ledakan energi spritual tersebut.


Sayap Kupu-kupu membalut tubuh Zhao Jian, sehingga Penatua Su Bimbing terkejut melihat kemunculan Beast Kupu-Kupu Ranah Saint tersebut.


“Bagaimana bisa murid ini melakukan kontrak Jiwa dengan Beast yang memiliki basis kultivasi lebih tinggi darinya? Apakah dia juga Pemuda abnormal lainnya?” Maksud Penatua Su Bimbing adalah seperti Lu Xiaoran yang merupakan mantan tunangan Jiang Ruo yang dapat mengalahkan musuh dengan basis kultivasi dua tingkat diatasnya.


Penatua Xiao Shi yang mengenakan pakaian serba merah dan berambut merah—serta berdiri di atas punggung Beast Phoenix menyeringai jahat menatap Penatua Su Bimbing.


“Berani sekali kamu menyakiti murid kesayanganku ini! Apakah kamu cemburu Puncak Penjinak Beast kami memiliki murid terkuat di Sekte Pedang Abadi ha-ha-ha ....” Penatua Xiao Shi kemudian tertawa mengejek Penatua Su Bimbing.


Kini ia bisa bersikap sombong setelah puluhan tahun di hina karena selalu menghasilkan murid sampah dan yang terlemah diantara Puncak lainnya, bahkan melawan murid Pelataran Luar murid-murid Puncak Penjinak Beast sering kalah, makanya banyak Penatua yang mendesak Patriark Sekte untuk membubarkan Puncak Penjinak Beast.


Penatua Su Bimbing menatap dingin Penatua Xiao Shi. “Muridmu melanggar aturan dengan memasuki Puncak Awan Putihku tanpa ijin!” sahutnya jujur karena tak ingin mendengar kata-kata sombong dan angkuh dari Penatua Xiao Shi.


“Apa salahnya muridku memasuki Puncak Awan Putih? Toh, ia tidak melakukan kejahatan di sana! Dia hanya mengunjungi kedua istrinya saja!” cibir Penatua Xiao Shi sembari melipat tangan di bawah dadanya yang langsung terguncang. “Jangan bila kamu iri? Kan, kamu itu tidak laku!” sindirnya lagi.


Penatua Su Bimbing mengerutkan keningnya. “Dasar wanita gila! Kamu juga tak laku, mana ada yang mau dengan wanita arogan sepertimu!” gerutunya sembari terbang meninggalkan Puncak Awan Putih.


“Dasar wanita Es berwajah pucat!” bentak Penatua Xiao Shi. “Sini lawan kami, aku akan berduet dengan muridku mencabik-cabik wajah sok polosmu itu!” cibirnya lagi. Namun, Penatua Su Bimbing mengabaikan ocehannya.


Zhao Jian menahan tawa dan Penatua Xiao Shi menatapnya sembari mengerutkan keningnya. “Apakah ada yang lucu?”


Zhao Jian buru-buru menggelengkan kepala dan menangkupkan tinju. “Maaf Penatua Shi membuatmu harus berhadapan dengan Penatua Su Bimbing. Sebenarnya aku hanya—” Belum selesai Zhao Jian menjelaskan alasannya, tiba-tiba Penatua Xiao Shi langsung terbang dengan Beast Phoenix-nya. “Eh, aku diabaikan?” gumamnya sembari melompat ke punggung Beast Ayam Surgawi, dan mereka langsung menuju gubuk miliknya.