Beasts Master

Beasts Master
Pertemuan Kembali



Puluhan ribu mil dari Gui Dao Kekaisaran Jiang, Lu Xiaoran yang sedang berkultivasi membuka matanya karena merpati putih hinggap di pundaknya.


Sudut bibir Lu Xiaoran memancarkan seringai tipis, senang Pion yang ia taruh di Kekaisaran Jiang ternyata masih menunjukkan kesetiaannya.


Lu Xiaoran kemudian mengambil gulungan kertas yang diikatkan pada pergelangan kaki Merpati Putih itu dan membaca pesan yang tertulis di gulungan tersebut. Namun, ia langsung mengerutkan keningnya.


“Sialan Kau Kaisar Jiang!” umpat Lu Xiaoran marah sembari merobek-robek gulungan kertas itu. “Aku sudah membantunya mendapatkan banyak Gui Dao asing agar dia mendapatkan Kristal Beast sehingga Kultivasinya meningkat pesat. Namun, dia malah menjadikan musuhku menjadi menantunya!” gerutunya——apalagi Lu Xiaoran sangat mengidam-idamkan Jiang Ruo yang memiliki tubuh Yin.


Petir Surgawi tiba-tiba menyambar berkali-kali sehingga Patriark, Penatua dan murid-murid Sekte tempat Lu Xiaoran tinggal tercengang melihatnya.


Saat mengetahui Petir Surgawi itu menyambar ke tempat Lu Xiaoran berkultivasi, semua orang langsung senang karena itu berarti basis Kultivasinya telah meningkat lagi.


“Ranah Paramita!” gumam Lu Xiaoran mengepal tangannya, tetapi ia belum puas karena ia ingin segera mencapai Ranah World Master agar dapat melenyapkan Kekaisaran Jiang dan tentunya melenyapkan Zhao Jian yang telah merampas Jiang Ruo yang seharusnya miliknya tersebut.


Lu Xiaoran menenangkan hatinya dan menghela napas panjang, kemudian ia meminta Sistem Surgawi muncul dan sebuah Panel Virtual muncul di hadapannya.


“Sistem Surgawi, tolong carikan Gui Dao terdekat!” seru Lu Xiaoran. “Aku harus meninggalkan cara berkultivasi Sekte ini, lebih baik aku menyerap energi spiritual dari Kristal Beast Gui Dao saja!” Karena itu adalah cara instan paling cepat mencapai Ranah World Master.


“Oh, akhirnya kau mau menerima misi lagi ya, he-he-he... tetapi kali ini jangan sampai gagal lagi sehingga kamu terkena pinalti pengurangan basis Kultivasi.” Suara Sistem Surgawi terdengar mengejek Lu Xiaoran yang langsung tersenyum masam.


“Cih, dulu aku terlalu hati-hati karena mengira orang itu juga berasal dari Bumi dan memiliki Sistem Surgawi, ternyata dia hanya Beast Master saja!” Lu Xiaoran berkilah atas kegagalannya di Gui Dao Kerajaan Zhao. “Jangan mengejekku lagi, cepat lacak Gui Dao terdekat!” gerutunya lagi.


...***...


Sementara itu di Desa Pakis Hitam, para penduduk sangat sedih ketika melihat Zhao Jian hanya kembali membawa Nan Chi saja.


Zhao Jian tidak pandai menghibur seseorang yang sedang sedih karena di masa lalu dirinya jarang berinteraksi dengan orang lain sehingga ia hanya menundukkan wajahnya saja.


Nan Yue menangis tersedu-sedu sembari memeluk erat putrinya, Nan Chi.


“Di mana Ayah, Bu?” tanya Nan Chi sembari menyeka air matanya. “Ayahhhhhh!” Dia berteriak karena menduga ayahnya mungkin berada di dalam rumah.


Nan Yue menundukkan wajahnya, “Ayahmu telah—”


“Tidak mungkin! Ayah tidak mungkin mati, kan?” Nan Chi menyela ucapan Nan Yue.


“Apa yang akan kita lakukan Bu untuk bertahan hidup ke depannya? Harta kita hanya tinggal rumah ini saja.” Nan Chi semakin merasa bersalah dan merasa bencana yang menimpa keluarganya disebabkan oleh dirinya yang tidak bersembunyi ketika rombongan bandit memasuki rumahnya.


Waktu itu ia malah melawan bandit karena bandit itu memukul ayahnya, yang akhirnya dirinya ditangkap oleh bandit tersebut.


Nan Yue menyeka air mata Nan Chi. “Jangan khawatir Chi‘er... kamu selamat saja Ibu sudah bersyukur. Untuk masalah biaya hidup kita, Ibu masih kuat kok untuk menjadi buruh tani atau melakukan pekerjaan kasar lainnya,” sahut Nan Yue tersenyum hangat agar putrinya itu tidak sedih dan menjadi depresi.


“Bagaimana kalau Bibi Yue dan saudari Nan Chi tinggal di Klan Zhao saja,” sela Zhao Jian sehingga Nan Yue dan Nan Chi tercengang mendengarnya. “Ehemm... aku sebenarnya Putra dari Patriark Klan Zhao dan aku akan menuliskan surat rekomendasi sehingga Klan Zhao akan mengatur tempat tinggal untuk kalian di sana nantinya.”


Zhao Jian berpikir keduanya tidak aman berada di Desa Pakis Hitam, Klan Nan mungkin diam-diam akan membunuh Nan Chi karena dia adalah salah satu saksi mata atas perbuatan keji yang dilakukan oleh Nan Feng walaupun tidak ada bukti yang menunjukkan kalau Klan Nan terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Nan Feng tersebut.


“Eh, tidak perlu Hakim Jian... kami akan merepotkan Klan Zhao, aku masih kuat kok menjadi buruh untuk membiayai hidup kami!” Nan Yue buru-buru menolak tawaran dari Zhao Jian.


“Siapa gadis yang selamat dari penculikan bandit?” Tiba-tiba suara keras menggema di Desa Pakis Hitam dan semua penduduk menoleh ke arah sumber suara itu.


Dua Ranah Tianzun berjubah Klan Nan memasuki gerbang masuk Desa Pakis Hitam menggunakan Kuda berwarna hitam, salah satu diantara mereka kemudian turun dari punggung Kuda. Tatapan matanya tertuju pada Nan Chi, satu-satunya gadis muda di Desa Pakis Hitam yang menandakan dialah yang selamat dari penculikan bandit.


Nan Yue menarik tangan Nan Chi dan berdiri di depan Putrinya itu, ekspresi wajahnya tampak pucat karena takut Putrinya itu kembali direnggut darinya padahal mereka baru saja dipertemukan kembali.


Ranah Tianzun Klan Nan itu dengan angkuh menggunakan energi spiritual menyingkirkan Nan Yue dari hadapan Nan Chi. “Jangan coba-coba menghalangiku atau—”


“Atau apa?” sela Zhao Jian melepaskan Aura Ranah Saint miliknya, sehingga Aura Ranah Tianzun yang dilepaskan Pria itu untuk mengancam Nan Yue langsung memudar, tubuh Pria itu tersungkur ke permukaan tanah dan ia berteriak histeris karena merasa tubuhnya seperti ditimpa beban yang sangat berat.


Ranah Tianzun yang berada di punggung Kuda segera melompat turun dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Maafkan kami Hakim Jian, kami ditugaskan oleh Klan Nan untuk membawa gadis itu untuk memberikan keterangan tentang apa yang terjadi pada mereka, karena Klan Nan membutuhkan informasi darinya agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan!”


Namun, dalam hatinya ia langsung mengutuk rekannya karena bertindak gegabah karena tidak mencari tahu lebih dulu apakah pihak Pengadilan masih ada di Desa Pakis Hitam.


“Hmm, kenapa kalian tidak meminta informasi pada Pengadilan saja karena saudari Nan Chi sudah memberikan penjelasan kepada mereka!” sahut Zhao Jian sembari mendengus dingin menatap Ranah Tianzun Klan Nan tersebut.


“Maafkan kami Hakim Jian... kami mengira pihak Pengadilan tidak mengambil tindakan karena kemarin mereka mengumumkan telah menghukum mati para bandit yang menculik gadis-gadis Desa ini. Namun, siapa sangka ternyata bandit-bandit itu masih ada dan untung saja Hakim Jian berhasil melenyapkan mereka!” Dia berkilah.


Zhao Jian tahu jawabannya itu hanya berkilah saja dan Klan Nan sebenarnya menginginkan Nan Chi. “Kebetulan sekali aku sebenarnya ingin membawa mereka ke Klan Zhao dan kita akan mampir ke Klan Nan,” sahut Zhao Jian tersenyum menatap kedua Ranah Tianzun Klan Nan yang langsung mengerutkan kening mendengarnya. “Naiklah ke punggung Ayam Jago bibi Yue dan saudari Nan Chi, tidak baik menolak tawaran Klan Nan yang ingin mengundang kita.”