Beasts Master

Beasts Master
Klan Lin Panik



Jiang Mo tak menyangka Lu Xiaoran akan kabur meninggalkan mereka, sehingga ia langsung mengutuk Pemuda yang telah bertunangan dengan Putri Mahkota Kekaisaran Jiang tersebut.


“Apa yang akan kita lakukan senior Jiang?” Jiang Nie mendekatinya, sedangkan yang lain bersiap-siap melarikan diri.


Jiang Fu bahkan sudah memapah Zhu Fan yang terluka berat akibat kalah bertarung melawan Zhao Jian.


Jiang Mo menghela napas panjang dan menatap Beast Kupu-Kupu Ranah Saint yang masih melayang Sepuluh tombak dari permukaan tanah tersebut.


Jiang Mo yakin, bila mereka melarikan diri maka Beast Kupu-Kupu itu akan menyerang mereka dan membunuh mereka semua, sehingga ia berpikir pilihan terbaik adalah menyerah saja—karena Zhao Jian menjanjikan tidak akan menjatuhi mereka hukuman mati.


Jiang Mo bertekuk lutut sembari menaruh kedua tangannya di belakang kepala tanda menyerahkan diri, sehingga para Ranah Jie Zhu bawahannya dengan terpaksa ikut menyerahkan diri juga.


“Pilihan yang bagus!” Zhao Jian tersenyum. “Awasi mereka Violet, aku akan membantu ayah menghadapi serangan Klan Lin!”


Zhao Jian memasukkan Kedua Beast-nya ke Kantung Penyimpanannya supaya mereka segera memulihkan kondisi tubuh mereka yang dipenuhi luka-luka.


“Baik tuan Jian! Hati-hati!” sahut Violet.


Zhao Jian kini telah mencapai Ranah Tianzun, sehingga Violet yakin menghadapi serbuan Klan Lin hanya seperti membalikkan telapak tangan saja bagi Zhao Jian.


...***...


Sebelum Pangeran Pertama dan Pangeran Ketiga datang, Klan Lin hampir menguasai istana Kerajaan Zhao dengan mudah, karena para Pengawal Naga Surgawi hanya berada di Ranah Spirit—sementara Patriark Klan Lin berada di Ranah Jie Zhu.


Namun, dengan kedatangan Pangeran Pertama, pertarungan antara Pasukan Kerajaan Zhao dengan Klan Lin langsung seimbang, apalagi Klan Liu datang membantu pihak Kerajaan—sehingga Klan Lin hanya bisa bertahan dan berharap Lu Xiaoran berhasil membunuh Zhao Jian, kemudian datang membantu mereka.


Patriark Klan Lin langsung mengerutkan keningnya saat melihat Zhao Jian muncul di Istana. “Apa yang terjadi? Kenapa Hakim Jian yang muncul? Mungkinkah Lu Xiaoran dan para bawahannya telah kalah?” gumamnya bertanya-tanya.


“Patriark Lin!”


Para anggota Klan Lin langsung ketakutan dan menjauh dari Pasukan Kerajaan Zhao serta anggota Klan Liu.


Zhao Jian menatap Patriark Klan Lin dan bawahannya dengan tatapan tajam. “Klan Lin telah bekerja sama dengan ahli beladiri dari Gui Dao asing untuk melakukan kudeta, maka dengan ini aku sebagai Hakim Kerajaan Zhao akan memvonis mati kalian semua!”


“Aku tidak ingin mati! Tolong!”


“Kami hanya diperintahkan oleh Patriark Lin Dan terpaksa ikut memberontak!”


Sebagian anggota Klan Lin berusaha membela diri agar tidak dijatuhi hukuman mati. Namun, Zhao Jian menggerakkan tangannya dan energi spritual berwarna ungu melesat ke arah anggota Klan Lin.


Para anggota Klan Lin berteriak histeris dan mulut mereka mengeluarkan busa, karena Zhao Jian melepaskan energi spritual Racun pada mereka yang merupakan energi spritual milik Beast Kupu-Kupunya.


Semua orang terkejut melihatnya, mereka tidak menyangka Pemuda yang dulunya adalah murid peringkat kedua terakhir di Akademi Kerajaan itu akan menjadi Pahlawan yang menyelamatkan Kerajaan Zhao dari kudeta yang dilakukan oleh Klan Lin—yang bersekutu dengan ahli beladiri dari Gui Dao asing.


“Jian gegeeeeeeeee!” Liu Ruxu langsung memeluknya sembari membenamkan wajahnya di dada Zhao Jian, karena ia menyangka suaminya itu telah dibunuh oleh Jiang Mo. Namun, siapa sangka ternyata Zhao Jian menerobos ke Ranah Tianzun di saat-saat krusial.


“Ha-ha-ha... itu baru menantuku! Ahli beladiri kuat yang rendah hati dan penegak keadilan!” Patriark Klan Liu tertawa bangga.


“Hei, dia itu Putraku!” sela Raja Zhao Tian merasa seharusnya ia yang membanggakan Putra bungsunya itu. “Dia adalah anak kebanggaanku ha-ha-ha ....”


Namun, Zhao Yi dan Zhao San saling berpandangan, karena setahu mereka adik termuda mereka itu sengaja mereka kucilkan atas perintah sesepuh Klan Zhao untuk menghindari ejekan pihak lain, karena saat masih anak-anak hingga lulus dari Akademi Kerajaan; Zhao Jian itu sangat lemah dan memiliki Dantian cacat, akan tetapi sejak ia menjadi Beast Master—basis Kultivasi-nya meningkat drastis dan Dantian-nya menjadi normal kembali.


Zhao Jian tersenyum melihat tingkah konyol ayahnya dan mertuanya itu, padahal musuh yang sesungguhnya belum muncul—mereka malah tertawa senang.


“Semoga saja kami selalu seperti ini!” gumam Zhao Jian menatap para Pasukan Kerajaan Zhao dan anggota Klan Liu yang ikut tertawa bahagia.


“Sekarang kita akan memindahkan mayat-mayat anggota Klan Lin ini dan sebagian lagi akan menawan anggota keluarga Klan Lin lainnya yang ada di Kediaman Klan Lin. Kita harus bergerak cepat memulihkan keamanan di Kota Tianwu agar tidak dimanfaatkan oleh para penjahat untuk melakukan penjarahan dan kerusuhan di dalam ibu kota ini!” seru Pangeran Pertama.


Raja Zhao Tian berhenti tertawa dan berkata, “Aku lelah sekali. Tanggungjawab pemulihan keamanan akan diserahkan pada Zhao Yi dan tugas penghukuman pada Klan Lin diserahkan pada Zhao Jian.” Dia hendak pergi ke kamarnya, akan tetapi ia baru sadar kalau istana Kerajaan telah hancur. “Sepertinya lebih baik minum teh di Kediaman Klan Liu saja, bukankah begitu Patriark Liu?”


Patriark Klan Liu tersenyum masam dan mengangguk pelan, karena Klan Liu sebenarnya tidak terkena dampak dalam kekacauan yang terjadi di Kota Tianwu ini. “Ya, Yang Mulia Raja Zhao juga boleh beristirahat di tempat kami hingga pembangunan ulang istana Kerajaan selesai dibangun lagi!”


Raja Zhao Tian tersenyum lebar, karena Patriark Liu langsung memahami keinginannya tanpa perlu dikatakan dengan detail lebih dulu.